31 Jul 2013

trick of imaginations

T = If hantu, jin, setan, memedi maupun local gods alias dewa lokal itu hanya trick of imaginations atau buatan dari pikiran, mengapa terkadang dua atau tiga manusia di saat yg bersamaan bisa melihat bentuk yg sama dari wujud mereka? Dan apa mereka bener-bener ada?

J = Penjelasannya macam-macam. Kita bisa bilang bahwa ada manusia-manusia yg bisa "akses" kepada memory yg sama. Memory itu bisa berasal dari energy tertentu di suatu tempat, yg kalau di-akses bisa memberikan data berupa simbol yg sama.

Penjelasan lainnya adalah telepathy, yaitu komunikasi antara manusia tanpa
menggunakan kata-kata, melainkan menggunakan "gelombang" pikiran saja. Saya bisa mencoba untuk merasakan apa yg anda rasakan, dan terkadang itu bisa juga. Kalau kita netral tanpa pretensi, kemungkinan untuk bisa melakukan telepathy itu besar sekali.
Telepathy itu mengirim dan menerima impressi sekaligus.

Malahan, sebenarnya komunikasi antara manusia selalu dilakukan melalui telepathy. Kita tahu bahwa kita tahu, bahkan sebelum berkomunikasi dengan kata-kata. Telepathy is part of everyday life, walaupun kita tidak membicarakannya dengan istilah seperti itu.
Kita perlu berbicara dengan data konkrit bukan? Sedangkan kalau melalui telepathy, kita hanya akan tahu bahwa kita tahu. Darimana kita tahu tidak bisa kita sebutkan. We just know it.

Bisa juga dikatakan sebagai intuisi. Intuisi ini bisa dilatih juga dengan meditasi. Berbagai lakon spiritual juga bisa memunculkan kekuatan pikiran yg intuitif asalkan orangnya tidak terpatok mati di belief systems. Yg termasuk belief systems adalah dogma-dogma agama yg, konon, tidak boleh dipertanyakan. Dogma-dogma seperti itu akan mematikan kemampuan intuitif kita. Kita cuma akan menjadi robot saja.

Pedahal kalau kita mau bersikap terbuka, maka akan banyak pengertian baru yg diperoleh. Termasuk pengertian bahwa ternyata banyak hal yg kita pertahankan secara mutlak ternyata cuma simbol-simbol saja. Bahkan dewa dewi itu ternyata cuma simbol.
Simbol adalah perlambang, konsep saja.

Kalau konsepnya masih relevan, ya masih bisa dipakai. Tetapi sayangnya, banyak yg sudah tidak relevan lagi dan masih terus dipakai dan dipertahankan karena orang takut untuk melepaskannya.

T = Satu lagi, mengapa para yogi dapat melakukan hal-hal aneh seperti nyelem sampe 30 menit ato dibekuin di es? Apa yg mereka lakukan sehingga bisa seperti itu?

J = Kekuatan pikiran yg dilatih melalui meditasi.
Kalau anda mau, anda juga akan bisa, tetapi latihannya puluhan tahun. Bukan
menggunakan segala macam setan atau dhemits, melainkan kekuatan pikiran kita sendiri, yg bisa kita latih juga kalau kita mau.

Riset bilang bahwa paling banyak hanya 3% dari kapasitas otak manusia yg digunakan.
Kalau kita mau menggunakan otak kita tiga kali lipat lebih dari biasanya, tentu hasilnya akan luar biasa, bisa disebut sebagai mukjijat juga kalau digunakan untuk hal aneh-aneh seperti menusukkan kawat ke kulit yg bisa pulih kembali, jalan di atas beling, dan berbagai jenis pertunjukan lainnya, termasuk main silat jadi Sun Go Kong alias Dewa Monyet, why not?


sumber: ebook 'Setelah 2012 Lalu Apa?' oleh Leonardo Rimba

Antara Dajjal, Lesbian dan Allah

Orang kafir adalah yg suka menggunakan kata Dajjal untuk menyebut orang lain. Kalau anda belum pernah menyebut orang lain sebagai Dajjal, maka anda belum kafir. Anda masih beriman. Kalau sudah pernah, maka andalah kafir sesungguhnya. Kalau anda beriman, anda tidak akan berani menyebut orang lain Dajjal. Untuk anda ketahui, nama lengkap tokoh fiktif ini adalah Al-Masih Dajjal, merupakan copas dari kepercayaan Kristen juga. Di Kekristenan namanya Antikristus, atau Antichrist dalam bahasa Inggris. Awalnya digunakan orang Kristen untuk merujuk kepada kekaisaran Romawi yg mendzolimi mereka. Kata Antikristus digunakan oleh Martin Luther, pemrakarsa Reformasi Gereja, untuk menyebut Paus Katolik di Roma. Dulu, ratusan tahun lalu.

Sekarang umumnya orang Protestan tidak lagi pakai kata Antikristus atau Al-Masih Dajjal itu. Yg masih doyan pakai itu kata cuma sebagian Kristen, yaitu yg masuk golongan fundamentalis atau percaya mutlak wahyu.

Joko Tingtong masih terima konsultasi terus tiap hari, lewat email dan inbox di facebook. Seperti yg berikut:

T = Nama saya Amelia pak, umur saya 19 tahun. Lahir 20 Juni 1994. Papah saya sudah lama meninggal sejak saya kelas 1 SD, lalu mamah saya menikah lagi dan punya anak dengan suaminya. Saya deket sama bude saya sejak kecil. Saya masuk SMA di Semarang, sekolah khusus perempuan. Nah tahun ketiga mulai ada hal besar yang masuk ke kehidupan saya. Begini ceritanya pak.

Ada pertandingan persahabatan di sekolah kami, tim basket yang diundang adalah tim basket dari SMA di Bandung. Kapten basketnya memiliki nomor punggung 3, namanya Lucia. Bapak tau kan sekolah saya cewek semua, nah anak-anak sekolah saya itu paling heboh liat cewek yang istilahnya ganteng gitu pak kayak cowok. Nah Lucia ini penampilannya seperti cowok, dia chinese, rambutnya cepak, badannya juga seperti laki-laki pak. Saat itu seluruh anak sekolah saya heboh, naksir sama dia, sampai-sampai minta disalami sama dia pak. Saya waktu itu nganggep dia biasa saja pak, gak ada rasa tertarik sama sekali. Nah tapi gak tau kenapa mata saya gak mau lepas dari dia, pinginnya ngeliatin terus, dan saat itu saya seperti dapat bisikan:

"Mel, besok pasti kamu kenal sama orang ini" gitu pak.

Saya add facebooknya Lucia, langsung di-confirm pak. Lalu dia nge-chat saya, berlangsung ke tukar no hp. Nah ini adalah haru dimana saya mulai berhubungan baik dengan dia, dan saya belum tau maksud serta latar belakang dia pak. Selama bulan Agustus kami rutin sms-an, beberapa hari kemudian saya merasa ada yang aneh sama sikap dan bahasanya dia yang layaknya seorang laki-laki memberi perhatian pada perempuan pak. Saya sih masih nganggep biasa waktu itu. Sampai pada akhirnya bulan September dia telpon saya, dia bilang dia sayang sama saya gitu pak, trus cerita dia ternyata punya pacar cewek. Anehnya pak waktu saya intai facebooknya, ternyata dia juga 'nyambi' pacaran sama cowok pak. Nah saya bingung ini anak lesbi apa gimana gitu pak, ha kok pacaran dobel-dobel gitu.
Nah 15 Oktober mantannya dia yang cewek namanya Silvya kan ultah pak. Jujur pak untuk pertama kalinya saya merasa cemburu banget, kenapa Lucia sampek ngasih surprise ke rumahnya dan gak sms saya pak. Setelah bulan November kami makin dekat hubungannya, dia kasih perhatian sama saya tiap hari pak. Saya mulai nyaman dan terbiasa dengan perhatiannya dia yang bikin saya gak bisa nolak.
Awal Desember saya modal nekat ke Bandung, dia minta saya nonton dia tanding basket di GOR, dan untuk pertama kalinya saya liat dia dari deket, liat dia main basket, liat dia duduk di sebelah saya, senyum sama saya, mboncengin naik motor, nemeni saya makan. Waktu itu saya ngerasa jadi orang yang paling diperhatikan, ayam saya disuirin sama dia, dia bawa saya ke rumahnya, kenalan sama ciciknya, maminya, sama adiknya namanya Michael, papinya waktu itu lagi ke luar kota pak.
Setelah pulang Semarang saya nangis seminggu, saya nyesel dan gak tau kenapa ngerasa bersalah sama dia. Dia punya latar belakang keluarga yang gak bagus juga pak.
Dia anak kedua. Mami kandungnya meninggal karena kecelakaan waktu dia kelas 3 SD. Di antara ketiga anak, cuma dia yg paling ditelantarkan dan gak disayang, apalagi papinya nikah sama perempuan yang 13 tahun lebih muda, mami tirinya jahat sama 3 anak itu, apalagi sama Lucia. Lucia yg paling jarang dibeliin baju sama macem-macem, paling gak disayang, dan waktu mami kandungnya hamil Lucia, maminya pengen anak cowok, eh yang keluar malah perempuan, nah makanya kelakuannya jadi seperti laki-laki pak. Waktu bayi juga dia sempat mau dibuang. Hubungannya sama mami tiri juga gak baik, keluarga itu sering gelut, pake kekerasan juga sampek dia akhirnya gak boleh kuliah pak, disuruh kerja di toko motor mereka, sampek kalo lagi pada tengkar pasti Lucia pernah mau dilempar piring gitu pak. Nah karena itu dia butuh sosok seorang ibu yang bisa perhatian sama dia pak, karena itu dia ndeketi saya. Saya kebetulan juga butuh sosok ayah yg selama ini gak saya punya. Mamah sama suaminya jg bertengkar terus bikin saya trauma.
Januari 2012, pertama kali saya nginep di hotel Bandung sama Lucia, disini kami ngeresmiin hubungan pak, kita akhirnya mulai pacaran, walaupun hitungannya mulai Agustus sejak tanggal ketemuan pertama. Bulan Januari Febuari Maret kami pacarannya lancar disambi sekolah, UAN juga pak. Saya juga sibuk ngurus daftar ke Undip. Kami diem-diem pacaran tanpa ada orang yang tau pak.

Mei 2012
, Lucia dateng ke Semarang, hubungan kami tambah kuat tambah deket pak. Agustus 2012, ini anniversary yang pertama, tahun pertama pacaran sama Lucia. Saya ke Bandung dijemput di stasiun, terus nginep juga. Bulan September kami ketemuan dua kali, bulan Oktober ketemu, November ketemu. Natal ketemu, jalan-jalan juga trs main di rumahnya di tokonya, saya juga main deket sama keluarganya.

Januari
2013 saya ketemu, Febuari tanggal 14 waktu Valentine juga ketemu. Maret ketemu, saya nginep di rumahnya. April juga ketemu. April saya ke semarang ngurus surat magang saya, dia minta saya magang di Bandung dua bulan sampai Mei; dia dateng ke Semarang untuk kedua kalinya, nginep, jalan-jalan, ke mana-mana berdua. Bulan Juni nggak ketemu, kita berantem terus, hubungan kita mulai gak baik, gelut terus tiap hari. Juli 2013, anniversary kedua saya dateng naik mobil pickup bawa motor dan semua barang saya, saya pindah ke Bandung, dia cariin saya kos yang hanya berjarak satu gang dari gang rumahnya, yang punya kos itu sodara mami tirinya. Satu minggu berlalu di semarang, sikap dia agak aneh sama saya. Hari Kamis, Maminya marah sama saya dan Lucia, kenapa Lucia nganter jemput saya terus.

Semuanya berakhir hari itu pak, jam 8:44 dia masih telpon saya, dia bilang mau jemput saya ke kos. Jam 11 dia sms saya kalo maminya baca sms kami semuanya, dan akhirnya semua kebongkar. Saya dateng ke rumahnya, maminya marah sama saya, maki-maki saya dan ngusir saya dari kos, Lucia diem saja malah ikut ngusir saya buat pindah kos.

Saya tahu pak hubungan ini gak wajar, dosa, melanggar norma, tapi apa semua ini salah saya? Salah Lucia?

Kita lupain dulu masalah dia yang perempuan itu, sekarang hidup saya kayak udah hancur pak. Saya kecewa, sakit. Perjuangan saya dua tahun kenapa tiba-tiba harus pisah dengan cara seperti ini? Dari awal saya pacaran sama Lucia kami memang sudah komitmen, kami janji mau pisah baik, dia juga bilang pesen sama saya supaya cari suami nanti yang baik ya. Jadi intinya kami itu sadar dan tahu betul kami gak akan bisa sama-sama, kami hanya saling support selama kami pacaran, dan bahkan saya yang sering minta putus, karena dia sibuk, tapi dia yg nangis dan gak mau putus.

Dua tahun lebih delapan hari ini saya gak pernah ngelewatin satu hari aja tanpa dia, rutinitas saya tiap hari cuma buat mikir dia, pagi jam 8 dia telpon, siang jam 1 telpon, jam 3 telpon, jam 6 telpon, malem sebelum tidur dia ngeloni saya, nina-boboin saya, dongengin saya sampai saya tidur.

Semua hal-hal sekecil apapun dari hidup saya dia yg urus, dia yg ngingetin saya makan, minum, dia kasih semua perhatiannya, dia memperlakukan saya kayak anak umur lima tahun waktu di tangannya, kalo haus dia yg bukain Aqua, saya laper dia yg suapin saya, saya kedinginan dia yg rajin matiin AC, sampai gak tidur buat nge-cek badan saya panas apa gak.

Semua barang-barang di kos dia yg beliin, semua sandal sepatu baju cardigan, boneka, alat tulis bahkan sampai keperluan bulanan kayak jus Buavita, gula pasir, kecap, saos, jajanan sampai sapu ember seblak dia yang beliin. Saya juga beliin dia baju, kemeja, sepatu, celana, dompet, karena dia aja baju cuma dikit pak, kakak sama adiknya dibeliin tapi dia enggak. Saya yg menuhin kebutuhan dia juga.

Dia juga selalu bilang 'aku mau hasil keringetku kamu yg nikmatin' gitu pak, dia kirimin saya uang katanya biar di kos Jogja saya gak ngirit makan. Dua tahun pacaran saya yg aktif datengi dia, karena dia keluar rumah aja ijin sama mami papinya susah banget karena harus jaga toko. Tiap malem saya tunggu dia sampai jam 11 malem, bahkan sering sampai subuh, karena dia sibuk dan kadang punya masalah keluarganya.

Yang bikin saya belum ikhlas ngelepas dia, itu karna banyak yg aneh pak. Waktu kejadian ketahuan maminya, dia bohong sama saya, dia bilang lagi di gereja, ternyata dia ada di rumah.
Hari minggu saya cari kos baru, lalu ketemu sama tante kos yg sodara maminya untuk minta uang supaya dikembalikan karena baru ngekos selama seminggu. Nah saat itu dia bilang Lucia sudah pelepasan, kan agamanya Kristen pak. Saat itu tantenya kayak nyalahin saya dengan adanya kejadian ini, nuduh saya dikira saya juga pernah berhubungan sama cewek lain selain Lucia, padahal jelas Lucia yang bawa saya masuk ke hidupnya dia.

Kemarin bude saya telpon tante kos, tante kos cerita katanya Lucia setelah pelepasan ditanyain 'yg minta Amelia pindah Bandung itu Amelia apa kamu Lucia?

Terus Lucia juga nunjukin sikap yg bener-bener beda dari saya. tante bilang Lucia sama sekali gak nangis, hapenya juga dikasihin maminya, dia nurut apa kata maminya, Lucia juga gak belain saya waktu saya dimaki-maki sama maminya. Nah ini bikin saya makin dipojokin dari pihak keluarga Lucia, dikira saya juga morotin Lucia selama ini.

Itu bikin saya timbul banyak pertanyaan, kenapa Lucia gampang banget ngelepas saya, padahal dia baru jumat kemarin bilang gak akan ninggalin saya, gak akan kalah sama maminya. Kenapa dia buang saya padahal saya pindah ke Semarang demi dia, tapi dia ikut usir saya gak bela saya, sampai saya cari kos gak nemu-nemu, sampai ada ibu-ibu kasian sama saya nawarin saya tinggal di rumahnya, saya hujan-hujan kebanjiran juga nyari-nyari kos. Saya sakitnya kenapa setelah dia bawa masuk saya jauh ke lubang dia, kenapa dia juga yang buang saya? Saya tau pak sikap dia, watak dia. saya yang baru kenal dia dua tahun lebih delapan hari bahkan lebih kenal siapa dia ketimbang keluarganya yang hidup 19 tahun satu atap sama dia. Dia itu pengecut, penakut, dia bakal jadi orang lain begitu dimarahin mami tirinya, dia bakal jadi dingin kalo badannya dan hatinya lagi capek, dia bakal jadi keras kalo dia udah sibuk dan dia selalu gak percaya sama dirinya sendiri.
Saya bingung apa sikapnya yang sekarang ini cuma buat bikin saya benci dia atau memang dia ingin pisah dari saya. Sampai hari inipun dia gak usaha tanya kabar saya, akses saya ditutup. Facebook diremove, foto-foto dihapus. Tapi saya masih bisa berhubungan sama tukangnya dia di toko, tukangnya bilang Lucia sekarang ngelamun terus gitu.

Saya bener-bener penasaran sebenernya ada apa gitu pak, dia juga ngaku sama tante kos kalo sebelum ada kejadian itu dia malemnya dapet mimpi kalo bakal kebongkar semuanya, jadi dia kayak dapet firasat duluan, tapi kenapa gak mau bilang sama saya?

Saya sekarang aja udah 5 hari gak bisa makan, gak bisa tidur. Tiap mau merem bayangan dia dateng terus. Sekarang saya juga sakit, saya ngetik ini aja badan saya lemes pak, saya nyambi tiduran dari tadi. Kebiasaan ada dia, ada yg bunyiin hp saya tiap hari tiba-tiba hilang, bikin saya shock berat. Saya stress, dan gak ada yang ngerti perasaan saya. Saya tau kok hubungan yg terlarang ini, tapi coba tolong pak liat dari hati saya juga, walaupun saya pacaran dengan perempuan tapi saya juga tetep perempuan kan yang pake perasaan. Orang selalu nanggapi dan dilihat dari aspek 'dosa dan salah' nya yg pacaran dengan cewek, tapi mereka lupa sama hati saya yang juga sakit.

Hal-hal kecil saja saya bergantung sama dia, sekarang dia buang saya gitu aja. Saya akan ikhlas dan rela pisah ngelepas dia kalau semua ini ada penjelsan dan pisah baik-baik pak, saya datang ke rumahnya semata-mata bukan hanya karena saya sayang sama dia aja, tapi saya terlanjur sayang juga sama ciciknya, adiknya, sama keluarganya, mereka sudah jadi bagian dari hidup saya. Saya rela dimaki-maki maminya yg penting Lucia gak kena marah, yg penting Lucia seneg saya udah seneng pak, tapi saya juga butuh penjelasan kan?

Setelah dua tahun saya kasih semua tenaga pikiran hati uang saya waktu semua saya lakuin buat dia, sekarang saya kehilangan sebagian diri saya, dunia saya kayak gelap, tiap saya nafas aja bau badannya yang lewat, tiap saya ngalihin pikiran bayangan dia yg dateng. Saya selama ini tulus sayang banget sama dia, saya bahkan bela dia di depan mamah saya, saya selalu angkat namanya selama ini, saya cuma pingin semua orang respek sama dia. Kalo akhirnya kayak gini saya gak kuat pak bangun sendirian, kebiasaan ada dia terus sekarang saya gak ada siapa-siapa. Saya bingung harus gimana.

Padahal selama ini siapa yg sampai seperhatian itu sama saya ya cuma dia, semua kesenengan saya dia tahu, dia beliin, dia penuhin, dia kasih dengan usahanya, kerja kerasnya di toko. Dia yang bener-bener jaga saya kayak anak kecil, manjain saya, kasih saya semangat tiap hari karena saya masuk Undip terpaksa, cuma mau nyenengin mamah saya, padahal saya gak cocok sama anak-anaknya. Tapi dia yang motivasi saya. Dia yg bikin saya semangat bagun pagi tiap hari, dia yang bikin saya semangat nyelesain hari-hari saya karena ada hari-hari dimana saya tunggu-tunggu, hari pertemuan-pertemuannya kita selanjutnya. Sekarang siapa yg mau saya tunggu, hari apa yg saya tunggu? Gak ada pak. udah ilang semua.

Saya gak tau harus gimana buat bangun pak, saya bingung banyak banget pertanyaan di pikiran saya. Saya juga khawatir sama dia. Saya tau kok ini dosa, hubungan kami dosa, saya juga tau ini gak mungkin tapi saya cuma butuh kejelasan paling enggak janjinya untuk pisah baik-baik itu bisa kewujud sekarang. Toh ya kami sama-sama tahu masa depan kami itu ya nanti sendiri-sendiri. Jujur saya kaget, masih kayak mimpi pak, saya gak kuat kalo kayak gini.
J = Terimakasih sudah berbagi. Saya bisa merasakan apa yg anda rasakan. Inilah hidup. Realita dan bukan di awang-awang. Saran saya, anda diam saja, dan terima bahwa segalanya adalah pelajaran. Pelajaran yg anda terima dari alam, tanpa perlu bilang dosa. Menurut saya mencintai bukanlah dosa. Yg dosa adalah tidak mencintai. Kalau anda tidak mencintai diri anda, sehingga lupa makan, lupa berpikir waras, lupa masa depan dan masa kini, maka itulah dosa. Kita tidak bicara tentang Tuhan-tuhanan disini, kita bicara tentang hubungan antar manusia. Ada yg namanya manipulasi, ada yg namanya permainan peran, ada yg namanya perasaan puas, ada yg namanya tidak puas. Ada yg namanya keinginan terpenuhi, ada yg namanya keinginan terpendam. Ada pula keinginan yg cuma jadi keinginan saja.

Lesbianisme bukan penyakit. Kalau anda sakit, maka itu bukanlah karena lesbianisme. Anda sakit karena dibuat sakit oleh lingkungan. Kalau anda sudah sadari itu, berusahalah untuk sehat. Tidak perlu cari kompensasi, melainkan sebaiknya sehatkanlah diri anda sendiri. Nikmati diri anda menjadi sehat dan mencintai diri sendiri.

Hukum yg pertama: cintailah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu, akal budimu, pikiranmu. Hukum yg kedua: cintailah sesamamu manusia seperti engkau mencintai dirimu sendiri. Arti dari kedua hukum yg utama ini cuma satu, yaitu anda tidak bisa mencintai Tuhan dan sesama kalau anda tidak mencintai diri sendiri terlebih dahulu. Kalau anda mencintai diri anda sendiri, barulah anda bisa mencintai Tuhan, dan setelah itu baru mencintai sesama. Allah itu simbolik, simbol dari diri anda sendiri.
 
 
(Leonardo Rimba)



30 Jul 2013

hypnosis

oleh Yuan Yudistira :

"Empat Lapisan Penyusun Makhluk Bernama Manusia

Kita – mahkluk yang benama manusia ini – jika disederhanakan memiliki beberapa lapisan kesadaran, antara lain :

1. lapisan kesadaran fisik

2. lapisan kesadaran mental/emosional

3. lapisan pikiran/akal

4. lapisan kesadaran jiwa

Kira-kira itulah yang saya dapat tangkap dari berbagai literature yang saya baca, atau saya dengar dari orang lain.

Dan kira-kira setelah saya teliti, kira kira memang demikian.

(kecuali untuk lapisan kesadaran jiwa ini yg belum bisa saya alami dalam experiment saya).

Dalam kondisi tertentu lapisan kesadaran kedua dan ketiga bisa kita bedakan dengan sangat mudah. Terkadang saya pribadi sering mengindikasikan lapisan kedua ini adalah “suara-suara” yang keluar dari daerah sekitar dada, dan gambar-gambar bergerak atau diam atau suara-suara dari lapisan ketiga ini yang keluar dari area sekitar kepala.

Kira-kira –jika saya menganalogikan dengan sebuah PC - semua lapisan di atas ini masih tergolong sebagai hardware penyusun makhlus bernama manusia.

Agar hardware bisa digunakan atau berfungsi sesuai yg diinginkan tentu membutuhkan program, mulai dari BIOS – untuk basic input output -, operating system, hingga program pendukung lainnya seperti office dll.

Lantas jika ke empat lapisan kesadaran manusia di atas adalah sebuah hardware, maka software nya kira-kira antara lain: pendidikan baik formal/non formal, norma-norma dan tentu saja adalah doktrin agama.

Dan doktrin ini mungkin bisa dikatakan sebagai system operasinya. Dengan doktrin, maka setiap manusia akan bekerja/bergerak/beraktivitas sesuai dengan doktrin tersebut.

Uniknya, tidak seperti PC yang saya pahami sekarang ini, mahkluk bernama manusia ini memiliki lapisan kesadaran pikiran/akal yang mampu memilih, memilah, menganalisa dan mengambil keputusan sendiri. Semacam kecerdasan dasar/bawaan. Dan dengan kecerdasan ini, manusia dewasa bisa/boleh menentukan norma mana yang dia rasa cocok atau bahkan system operasi yg seperti apa yang akan digunakan.

Walaupun demikian adanya kemampuan ini, tidak semuanya menggunakan kemampuannya dengan berbagai alasan, antara lain memang belum menyadarinya atau bisa jadi tidak sadar akan kemampuannya ini (mungkin karena saking dalamnya doktrin yang menancap).

Jangan salah pahami saya. Saya tidak menyarankan Anda buru-buru mengganti system operasi Anda saat ini. Karena bisa jadi hal itu memang tidak diperlukan.

Agama/Keyakinan Anda ini adalah system operasi dalam hidup Anda. Dan dengan analogi yang sama, maka tidak akan optimal ‘hidup’ sebuah komputer tanpa adanya system operasi. Yang perlu Anda lakukan bisa jadi cukup upgrade ke system operasi terbaru yang lebih sesusai dengan kondisi lingkungan yang ada, atau bisa jadi Anda cukup mempelajari lebih dalam cara kerja dan cara menggunakan system tersebut. Sehingga hidup Anda menjadi bahagia.

Bahagia dan Sengsara Hanya Soal Rasa

Jika survey dilakukan, bisa jadi semua orang menginginkan bahagia. Bahagia dan sengsara ternyata hanya soal rasa. Dan Rasa ini konon katanya bermain pada lapisan kesadaran kedua. Bukan pada lapisan fisik. Tapi bagaimana lapisan mental emosional ini merespons setiap input yg masuk dengan perasaan bahagia atau sengsara ini sangat bergantung pada program atau system operasi yang digunakannya.

Contoh seseorang bisa bersedia mengorbankan hidupnya untuk mati sesuai doktrin yg menancap dan tetap merasa bahagia – karena sudah bisa menjalankan doktrin. Atau seseorang yang secara fisik hidup berlimpah kekayaan tetap merasa sengsara karena merasa berdosa tidak menjalankan doktrin. Dll.

Hypnosis dan Ilmu Tentang Pikiran (serta lapisan-lapisan dibawahnya)

Dengan segala kecerdasannya Manusia menciptakan berbagai tools dan teknologi untuk mempermudah hidupnya. Dan tentu saja manusia juga menciptakan berbagai aturan, norma dan juga doktrin-doktrin yang ada. Semua dibuat dengan tujuan untuk mempermudah hidupnya dengan keterbatasan dari pengetahuan,pengalaman si pembuat norma dan doktrin ini dan juga bergantung situas dan kondisi lingkungan saat ini.

Salah satu temuan atau teknologi atau seni yg terkait dengan cara mengelola pikiran adalah hypnosis.

Hypnosis yang saya maksud ini adalah sebuah ilmu, teknologi atau seni untuk mengelola pikiran. Jadi apa saja yang menganalisa cara kerja pikiran dan mengelola berbagai macam aspek serta pengaruhnya pada lapisan kesadaran yg lain, inilah yang saya sebut dengan hypnosis.

Dari definisi pribadi saya tersebut di atas, maka menurut pendapat saya, semua orang sebaiknya belajar hypnosis.

Dengan belajar “hypnosis” seseorang seperti dibekali tools untuk bisa memahami cara bekerjanya pikiran, memory, emosi dan pengaruhnya pada fisik.

Dengan belajar “hypnosis” bahkan seseorang bisa dan boleh terbebas dari proses indoktrinasi yang pernah ia jalani semenjak kecil.

Bisa jadi belajar hypnosis adalah jalan spiritual juga.

Seingat saya dulu pernah ada para pemuka agama yang mengharamkan belajar hypnosis.

Dan sekarang saya mengatakan bahwa para pemuka agama yang mengharamkan hypnosis adalah orang yang paham betul-betul potensi dari belajar hypnosis memang salah satunya adalah bisa terlepas dari doktrin. Dan bahkan bisa membuat doktrin sendiri yang paling cocok buat dirinya… "

28 Jul 2013

Kenapa di Indonesia Pernikahan yg Berbeda Agama Dilarang?



Sumber tulisan salah satu e-book karya Leonardo R.:

Pernikahan berbeda agama dilarang di Indonesia karena pemerintah kita belum
konsekwen mengimplementasikan perlindungan HAM (Hak Asasi Manusia). Kita semua tahu bahwa negara kita telah meratifikasi Deklarasi Universal HAM. Dan isi dari pasal 16, ayat 1, Deklarasi Universal HAM, sbb:

"Pasal 16 (1) Laki-laki dan Perempuan yang sudah dewasa, dengan tidak dibatasi kebangsaan, kewarganegaraan atau agama, berhak untuk menikah dan untuk membentuk keluarga. Mereka mempunyai hak yang sama dalam soal perkawinan, di dalam masa perkawinan dan di saat perceraian."

Karena pernikahan berbeda agama tidak mau dilakukan oleh pencatatan sipil di Indonesia, maka artinya sudah jelas bahwa Pemerintah RI mengabaikan perlindungan HAM Universal. HAM dari mereka yg berbeda agama dan ingin menikah telah diabaikan oleh Pemerintah RI, dan situasi seperti itu masih berlangsung sampai saat ini.

Saya sendiri sangat terperangah ketika memperoleh pertanyaan spesifik tentang hal itu dari seorang ahli tentang Indonesia berkewarga-negaraan Australia, Prof. Dr. Julia Day Howell, dari Griffith University, Australia. Tanggal 23 Januari 2009 saya bertemu dengan Prof. Dr. Julia Day Howell di Jakarta. Ini pertemuan kami untuk pertama-kalinya. Dr. Howell berada di Jakarta untuk memberikan pidato pembukaan dalam acara "Urban Sufism Days" di Universitas Paramadina.

Ternyata Dr. Howell dan saya memiliki concern yg sama tentang masa depan kehidupan spiritual di Indonesia yg berkaitan dengan politik keagamaan negara. Kami sependapat bahwa sampai saat ini Indonesia masih tidak menghormati HAM Kebebasan Beragama (Religious Freedom) yg dibuktikan oleh susah atau tidak mungkinnya melakukan pernikahan antar agama. Kalau mau menikah, maka harus satu agama. Kalau agama berbeda, maka tidak bisa atau sangat dipersulit.
Ini jelas melanggar HAM. So, sebagai pengamat dan pelaku spiritualitas kami memiliki pendapat sama bahwa negara harus sekuler. Harus ada pemisahan tegas antara negara dan agama. Negara hanya mengurusi kepentingan umum dan tidak boleh mencampuri urusan keagamaan.

Agama merupakan domain pribadi dari warganegara. Yg beragama itu pribadi per pribadi, para manusia yg menjadi warganegara. Negara sendiri tidak beragama karena negara bukan manusia.
Segala kolom agama di dalam KTP dan berbagai formulir yg harus kita isi sebaga WNI merupakan pelanggaran atau setidaknya pelecehan HAM. Negara-negara modern sudah meninggalkan kebiasaan membedakan manusia berdasarkan agama. Bahkan menanyakan dan mencatat latar-belakang agama warganegara bisa dianggap pelecehan HAM. Negara modern cuma mencatat perjanjian sipil antara warganegara yg menikah. Tetapi pernikahan itu sendiri merupakan domain pribadi dari warganegara, dan negara sama sekali tidak berhak untukmenentukan bahwa hanya warganegara yg beragama sama yg bisa menikah.

Berlainan dengan salah kaprah kebanyakan orang, sebagai pengamat dan pelaku spiritualitas kami justru mendukung sistem sekuler atau pemisahan tegas antara negara dan agama. Kenapa demikian ? Jawab: Karena spiritualitas manusia hanya bisa berkembang dalam masyarakat yg sekuler dimana kesempatan bagi semua manusia itu sama besar tanpa perlu dibedakan agamanya apa. Agama merupakan urusan pribadi, mau beragama ataupun tidak beragama merupakan HAM yg ada di diri tiap manusia. Kami tahu bahwa kultivasi spiritualitas manusia bisa dilakukan dengan metode apapun, baik melalui agama maupun di luarnya. Dan semuanya itu merupakan domain pribadi.

Negara tidak berhak menentukan bahwa hanya mereka yg beragama sama saja yg bias mengikatkan diri dalam pernikahan seperti praktek administrasi pencatatan sipil di Indonesia sampai saat ini sehingga orang-orang yg berbeda agamanya dan ingin menikah terpaksa harus "memilih" salah satu agama. Memilih agama apapun merupakan HAM yg ada di diri manusia, tetapi "memilih" salah satu agama karena terpaksa keadaan, yg dalam hal ini dipaksa oleh situasi pencatatan sipil di Indonesia yg tidak mau menikahkan calon pasangan yg berbeda agama adalah hal lain. Hal pemaksaan pemilihan agama demi pernikahan seperti dipraktekkan di Indonesia merupakan pelanggaran HAM, dan bukan HAM Kebebasan Beragama dimana orang secara sukarela akan memeluk agama yg disukainya atau bahkan meninggalkan agama yg tidak lagi disukainya.

Mereka yg beragama berbeda harusnya bisa menikah tanpa dipersulit. Catatan sipil seharusnya cuma mencatat pernikahan, perceraian, kelahiran, adopsi, dan kematian, cuma itu fungsinya.

Makanya Mulai Sekarang Gak Usah Gila Nabi

Joko Tingtong baru saja mengamati orang-orang yg keluar dari gedung gereja di hari Minggu siang ini. Tidak ada satupun yg tersenyum gembira. Semuanya lapar atau paling tidak nampak stress, dan bergegas mencari penjual makanan. Makan dengan diam, sebagaimana layaknya orang beragama yg tertib. Mungkin mereka habis dimarahi oleh Tuhan Yesus, walaupun setahu Joko itu mustahil. Yesus tidak pernah menyuruh orang untuk jadi manusia beragama yg penuh takut. Tidak pernah mengajari orang untuk beribadah. Mengajari berdoa sendiri, ya. Di tempat masing-masing, di dalam kamar tertutup. Tetapi bukan beribadah di tempat umum. Tidak sekalipun tercatat Yesus pernah mengajak murid-muridnya untuk beribadah di Baitullah. Yesus bahkan ngamuk-ngamuk di Baitullah, membuat heboh satu Yerusalem, dan mungkin diteriakin: Gila! Gila!  Bahkan menyembuhkan orang juga tidak pakai doa. Sebagai penyembuh spiritual atau healer, Yesus punya teknik unik. Biasanya dengan mengucapkan saja: Sembuh! Maka sembuhlah orang. Atau, terkadang dengan pakai ludah: Cuih!

Oh (seperti dukun jaman dulu)


T = Met siang Mas Joko, saya Nurcholish 43 tahun, berprofesi sebagai guru, saya sepaham dengan Mas Joko, bedanya saya tidak bisa secara terang-terangan seperti Mas Joko, mengingat, saya punya keluarga, dan lingkungan Islam yang fanatik, sehingga hampir tidak mungkin aku berterus terang tentang pahamku tentang agama dan Allah. Secara fisik tetap sholat lima waktu, tapi secara batin tidak. Apakah aku harus bertahan dengan situasi seperti ini selamanya? Ramadhan ini kalo di rumah puasa tapi kalo di luar tetap minum dan ngerokok walaupun tidak makan. Pendapat Mas Joko?

J = Itu hidup anda sendiri, andalah yg harus memutuskannya.

T = Gus Dur pernah berkata: "Kalau ajaran kitab suci hanya dibaca dan dimaknai seperti kita membaca buku panduan menggambar, maka kau dapatkan hanya kulitnya dan memberikan neraka buat orang lain, tapi kalau dibaca dan dipahami dengan mengacu kepada latar waktu turunnya ayat, korelasi zaman, nalar/akal dan meyakini bahwa Allah maha bijaksana lagi maha kuasa, dan bahkan mengingat semangat turunnya ajaran agama ialah memanusiakan manusia, itu akan membawa syurga, tak hanya untukmu, tapi untuk seluruh alam semesta, itulah rahmatan lil alamin..."

J =
Kalau pemahamannya seperti itu, berarti Gus Dur sama seperti para teolog Kristen aliran Liberal. Memang universal, dan cuma pakai simbol-simbol agama untuk komunikasi, terutama kepada mereka yg masih belum mengerti apa maksud rahmatan lil alamin itu.

T =
Gus Dur tetap Gus Dur, ia tetap pada posisinya sebagai manusia biasa, namun ia spesial, karena mampu berpikir lebih maju.

J =
Pemikiran seperti Gus Dur merupakan hal yg sangat umum, terutama di kalangan Protestan. Kalau orang Protestan di Indonesia berbicara seperti itu, orang bahkan tidak akan menengok. Terlalu biasa saja. Buat kalangan Islam, mungkin bisa bikin rambut kepala berdiri. Buat kalangan Protestan dianggap sudah basi. Yg penting implementasi. Apa kiprahnya sekarang? Kalau teorinya, semua sudah tahu. Orang-orang Protestan itu tahu bahwa Alkitab mereka buatan manusia. Bisa pakai istilah "dapat inspirasi dari Allah". Tapi tetap saja buatan manusia. Malah, berdasarkan intuisi saya tahu, Gus Dur dapat pengertian dari kalangan Protestan Liberal. Sudah dikembangkan sejak abad ke 19, bermula dari kobok-mengobok kitab suci, dan akhirnya berkesimpulan bahwa kitab suci asli buatan manusia, dan Allah disitu cuma pelengkap penderita. Mereka mengerti bahwa agama dibuat oleh manusia, petunjuk yg termuat di dalam kitab suci berlaku di masa dan tempat tertentu dan, supaya tetap relevan atau berguna, maka segalanya harus direvisi terus-menerus, mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan peningkatan penghargaan umat manusia terhadap hak-hak mendasar yg di masa lalu masih didefinisikan secara sangat sempit. Hak mendasar adalah hak asasi. Kitab suci bisa saja tetap, tidak berubah satu titikpun, tetapi pengertiannya berubah. Apa yg dimengerti oleh orang Kristen 100 tahun lalu sudah beda jauh dengan pengertian sekarang ini. Apalagi pengertian 2000 tahun lalu ketika Kekristenan baru muncul. Mungkin baru Kristen yg bisa seperti itu. Mungkin semua agama lainnya juga bisa, yaitu agama-agama yg dianut di masyarakat Barat, termasuk Islam. Walaupun kemajuannya relatif. Ada yg di garis depan, ada yg di garis belakang.

T
Kehebatan Gus Dur kepada murid-muridnya seperti saya ialah, ia mampu menempelkan wejangan-wejangannya melekat sepanjang masa di otak ini, tak pernah bisa lupa sepenggalpun kalimat ucapannya; inilah yang disebut mencerahkan, bukan mengajari

J =
Untuk konteks Indonesia dan Dunia Islam, Gus Dur bisa dianggap sebagai pembaharu. Membawa pemikiran baru, semangat baru. Bagi dunia keagamaan satu dunia, apa yg dibawakan Gus Dur tidak orisinil. Makanya namanya hampir tidak terdengar. Yg terdengar adalah para teolog Protestan yg sangat liberal. Hans Kung di Kekatolikan juga terdengar. Pernah datang ke Indonesia dan disambut hangat oleh JIL. Kalau Karen Armstrong, penulis buku "Sejarah Tuhan", sebenarnya dia ini juga tidak orisinil, cuma menuliskan ulang hasil penelitian yg sudah ada. Bedanya, Karen Armstrong bisa melihat wajah asli Islam. Mungkin bisa disebut wajah Islam yg ideal. Orang kebanyakan cuma melihat wajah Islam yg coreng-moreng. Karena Armstrong tidak, dia bisa melihat potensi Islam menjadi penggerak peradaban. Seperti Protestantisme di Eropa yg membawa revolusi peradaban manusia ke tingkat sekarang ini. Pada pihak lain, saya ragu orang Indonesia bisa mengerti Karen Armstrong seperti saya mengertinya. Setahu saya, Karen Armstrong bukan mualaf, mungkin seorang agnostik karena dia tahu semua agama merupakan bikinan manusia. Seorang agnostik yg humanis. Dan, tentu saja, agnostisme dan humanisme bagi seorang Gus Dur ataupun Karen Armstrong sama sekali tidak akan mempengaruhi perlakuan mereka. Tidak ada beda bagi mereka apakah seorang manusia beragama ataupun tidak. Yg penting apa kiprahnya. Itulah rahmatan lil alamin.

T =
Benar, yang orisinil dalam Islam memang hanya Al-Quran dan hadist Nabi, Gus Dur hanya penggali dan menalarkannya dalam setiap perkembangan zaman.

J =
Ujungnya adalah mistisisme, meninggalkan segala macam tulisan masa lalu, dan mengandalkan hidayah yg muncul langsung ke dalam pikiran pribadi per pribadi. Bahkan tidak lagi mengandalkan simbol Allah dan nabi. Itulah liberalisme dalam keagamaan. Mungkin di masa lalu hal seperti ini masih disamarkan. Daripada disamarkan dan membuat segalanya menjadi semakin bertele-tele, lebih baik terus terang saja.

T =
Islam sejatinya mempercayai Mistik, itu pasti, Ruh dan Tuhan sendiri kan itu tidak berwujud, itu tergolong mistis bagi saya, tapi buruknya pengajaran Islam di Nusantara ialah menafikan kearifan lokal yang sejatinya juga mengacu kepada ruh suci itu juga.

J =
Pada akhirnya kita bahkan tidak ragu untuk keluar dari sekat keagamaan dan tradisi budaya. Menjadi diri sendiri saja, manusia universal, dengan bumi ini sebagai pijakan, dan langit sebagai atap. Keluar dari agama dan budaya, menjadi manusia universal. Apa bedanya mereka yg tinggal di Kota New York, Amerika Serikat, dengan mereka yg tinggal di Depok, Jawa Barat, Indonesia? Secara hakikat tidak ada bedanya. Masih manusia biasa. Masih makan minum. Masih bisa belajar terus sampai mati. Masih bisa berpikir. Kita tidak akan ngotot lagi dan bilang yg dari Depok lebih mulia di mata Allah. Apalagi dengan menyebutkan agama sebagai alasannya.

T =
Dan saya menuju kesana, tapi tetap yakin bahwa ajaran ini baik bagi saya.

J =
Kita sesama pejalan spiritual di jalur kita masing-masing. Anda mungkin seorang nabi juga. Di Kekristenan di seluruh dunia, istilah prophet atau nabi bukanlah hal yg menyeramkan. Kalau anda bernubuah atau berbicara tentang hal yg anda percaya akan terjadi di masa datang, maka anda bisa disebut nabi. Biasa saja, bukan gelar, apalagi dari Allah. Di dalam konteks aslinya, yaitu tradisi Yahudi-Kristen, nabi adalah orang yg mewartakan apa yg akan terjadi di masa datang. Cuma begitu saja. Bukan gelar kehormatan. Makanya mulai sekarang gak usah gila nabi.

T = Gus Dur lebih menonjol, karena di Indonesia, dia memiliki legitimasi secara pribadi dan organisasi untuk menyampaikan dan melakukan apa yg dia pikirkan dan yakini. Bisa dibayangkan akan seperti apa reaksi masyarakat Indonesia jika yang berpikir, berbicara, dan bertindak seperti Gus Dur adalah orang yang tidak beragama Islam? Dan bagi seseorang yang menyatakan dirinya sebagai murid, sangat wajar jika dia memahami pemikiran, ucapan, dan tindakan gurunya mengandung kebenaran dan tertancap di memori otaknya selamanya. Itu hal wajar, ratusan mungkin ribuan orang lain yang berguru pada seseorang di berbagai tradisi juga memiliki pemikiran dan perasaan serupa. Jika mereka sudah tidak memiliki pemikiran dan perasaan seperti itu, dengan sendirinya dia sudah tidak menyatakan diri sebagai murid seseorang. Kemenonjolan Gus Dur adalah pencapaian pribadinya. Itu tidak lepas dari garis darah, kerja kerasnya menempa diri, serta keberaniannya berpikir dan bergaul terbuka dengan orang dari berbagai latar belakang. Saya menyebut pencapaian pribadi, sebab nyatanya hingga saat ini, dari sekian juta orang yang mengikuti organisasi dan tradisi keagamaan sama dengan Gus Dur belum ada yang dinilai setara dengannya.

J =
Daripada kultus individu atau menganggap seorang tokoh sebagai setengah nabi, atau bahkan calon nabi sejati, lebih baik anda meneruskan apa yg sudah dimulai oleh Gus Dur.

(Leonardo R.)

27 Jul 2013

Aura,cakra,kundalini,god spot,larungan,Nyi Roro Kidul,simbolisme dll.

J= Kalau anda bertanya mengenai kehidupan anda, artinya anda sedang memasuki tahapan baru karena anda sadar bahwa apa yg selama ini anda mengerti tentang siapa dan apa missi anda di dunia ini ternyata telah tidak memadai. Anda tahu bahwa anda harus berubah, tapi tidak tahu harus berubah ke arah apa.

Aura cuma impressi saja yg muncul di dalam pikiran. Kalau anda banyak berpikir dan berkomunikasi, maka aura anda akan berwarna biru (warna Cakra Tenggorokan) .

Kalau anda mudah kasihan kepada orang lain, maka aura anda akan berwarna hijau (warna Cakra Jantung).

Kalau anda memiliki tubuh fisik yg kuat dan mengandalkan kekuatan tubuh semata, maka aura anda akan berwarna kuning (warna Cakra Solar Plexus). Kalau anda hanya mementingkan sensualitas belaka, maka aura anda akan berwarna merah (warna Cakra Dasar).

Kalau anda memiliki kebatinan yg kuat dan tidak mudah terpengaruh oleh segala macam tarikan pemikiran, perasaan, dan sensualitas, maka aura anda akan berwarna indigo (warna Cakra Mata Ketiga). Kalau anda tidak memperdulikan segalanya dan fokus semata kepada yg ada di kerohanian anda, maka aura anda akan berwarna ungu (warna Cakra Mahkota).

Diatas ini semua adalah non warna. Hitam itu non warna. Kalau aura anda berwarna hitam seperti Lucifer, artinya anda bisa menjadi apa saja.Kalau anda bertindak, mungkin sebagian orang akan bilang anda baik,orang lain lagi mungkin akan bilang anda buruk. Tetapi anda tidak akan perduli segala macam penilaian orang. Anda cuma akan melakukan apa yg anda pikir harus anda lakukan. You only do what you think you need to do.

Hitam adalah warna roh, simbol dari spiritualitas. Di Jawa, warna spiritualitas adalah hitam, dan ini memang benar. Hitam sebenarnya bukan warna. Hitam adalah non warna, kekosongan, nibbana. Kebalikan dari hitam adalah putih yg berarti semua warna, all colors. Spektrum dari tiga warna dasar, merah, kuning, dan biru, membentuk apa yg kita kenal sebagai warna putih yg sering di salah-kaprahkan sebagai warna spiritualitas. Pedahal spiritualitas atau kerohanian itu adalah yg non warna, yg kosong, dan itu adalah yg kita kenal sebagai hitam.Putih adalah spiritualitas yg masih penuh dengan keduniawian seperti sering terlihat di berbagai ritual keagamaan.

Agama-agama yg kalau ritual menggunakan banyak warna putih adalah agama-agama yg full of belief system. Belief system itu hasil dari rekayasa, artinya rekaan manusia belaka. Kalau segala macam reka-reka itu ditanggalkan,maka jadinya akan hitam saja, kosong saja, and that's true spirituality ketika kita bisa memilih apapun yg akan kita jalani tanpa menghakimi dan bilang yg ini salah atau yg itu yg benar. True spirituality tidak menghakimi melainkan menerima semuanya apa adanya.Seperti hitam yg menyerap segala macam spektrum warna yg jatuh keatas dirinya, begitulah true spirituality, menyerap saja tanpa menghakimi. And isn't that God also? Bukankah yg kita kenal sebagaiAllah juga seperti itu? Cuma menyerap saja apapun yg mau di-proyeksikan oleh manusia-manusia?

Terus terang saya sendiri tidak bisa melihat aura kalau pengertiannya seperti warna yg muncul di depan mata kita seperti ketika sedang menonton TV. Menurut saya anda ini no color, artinya warnanya tidak kelihatan atau tidak ada warna.

T= Menanggapi tataran syariat yang selalu dipermasalahkan, bukankah syariat itu masih diperlukan selama kita berjasad, apalagi dengan tingkat intelektual dan sosial masyarakat yang berbeda, Mas?

J= Syariat merupakan pilihan. Kalau kita mau maka bisa kita pakai,kalau kita tidak mau maka bisa kita lepaskan tanpa kita kehilangan suatu apapun. Segala macam syariat agama itu buatan manusia dan nama Allah disitu cuma merupakan pelengkap saja. Anda bisa baca Taurat dari Nabi Musa yg penuh dengan segala macam aturan syariat, dan disana anda bisa mengerti bahwa segalanya itu merupakan buatan dari Nabi Musa sendiri, walaupun dia mengatas-namakan Allah yg disebutnya sebagai Elohim. Musa adalah pelopor dari penciptaan berbagai macam syariat di tradisi Samawi (Yahudi, Kristen, Islam). Berdasarkan Taurat dari Musa, agama Yahudi dengan berbagai alirannya mengatur segala macam perilaku manusia yg katanya sesuai dengan apa yg diinginkan Allah. Pedahal kita tahu bahwa segalanya buatan para rabbi itu sendiri, walaupun kita juga tahu bahwa mereka yakin hakkul yakin bahwa seperti itulah yg diinginkan oleh Allah.

Kristen juga seperti itu. Di masa Gereja Katolik berkuasa di Eropa, gereja membuat syariat yg semakin lama semakin menjerat anggota masyarakat.Dan semuanya mengatas-namakan Allah.
Jalan pikiran dari mereka yg membuat dan menjalankan syariat adalah bahwa masyarakat akan berantakan tanpa ada ancaman hukuman dari Allah berupa Neraka, dan ganjaran dari Allah berupa Surga. Nah, jalan pikiran itu rontok dengan sendirinya ketika Abad Pencerahan di Eropa muncul. Segala macam syariat dari Gereja Katolik sedikit demi sedikit dibuang. Revolusi Perancis yg membawa demokrasi lebih jauh lagi membawa perubahan dalam cara berpikir manusia. Akhirnya manusia mengerti bahwa ternyata yg diperlukan itu Rule of Law, kesamaan hak dan kewajiban di depan hukum. Hukum negara dan bukan hukum yg mengatas-namakan Allah.

Revolusi Perancis melahirkan demokrasi dimana-mana. Amerika Serikat itu anak langsung dari Revolusi Perancis. Tetapi tentu saja demokrasi tidak otomatis, berjalannya dengan jatuh bangun juga karena negara-negara kerajaan memang mendasarkan diri pada syariat juga, yg namanya the Divine Right of Kings. Jadi, syariat itu macam-macam, dan tadinya bisa menghukum manusia yg tidak mau mengikutinya karena dipikir bahwa masyarakat hanya akan teratur kalau Allah disebut-sebut. Tetapi ternyata masyarakat berjalan terus, dan syariat terus dipreteli.Bahkan Turki yg memiliki sistem khalifah akhirnya jelas-jelas menanggalkan syariat dalam sistem bernegara.
Turki memproklamirkan diri sebagai negara sekuler. Ada pemisahan tegas antara negara dan agama. Sistem sekuler artinya negara berdasarkan hukum atau Rule of Law, dan yg namanya syariat agama merupakan pilihan belaka. Kalau mau mengikuti, maka itu merupakan pilihan pribadi. Kalau tidak mau mengikuti, ya bisa ditinggalkan saja.

T= Mengenai arti mimpi, beberapa hari yang lalu saya dikejutkan (sehingga terbangun) dengan suara bergema: Al Qaariah, Mal Qaariah,Wa ma adro kamal Qaariah (surat Al Qariah ayat 1-3). Yang kurang lebih terjemahan bebasnya sbb: Petaka besar. Apa itu Petaka besar? Apakah kamu tahu apa itu petaka besar? Apa makna/arti dari mimpi ini ya,Mas? Terus terang saya jadi was-was juga nih. Hasil berdiskusi dengan Pak Achmad Chodjim, Pak Chodjim mengkaitkannya dengan bencana-bencana yang akan terjadi di seluruh dunia termasuk Indonesia. Bagaimana pandangan Mas Leo? Apalagi beberapa hari kemudiannya saya dalam mimpi diperlihatkan air yang melimpah dimana-mana.

J= Banyak orang yg sudah melihat bahwa akan ada bencana besar,datangnya seperti air, sedikit demi sedikit. Air pertama tidak besar,yg kedua lebih besar, ketiga lebih besar lagi, sampai akhirnya terjadi Tsunami. Cuma mereka yg bisa berjalan ke atas gunung akan bisa menyelamatkan diri. Berjalan merupakan perlambang juga, artinya kalau kita mau melepaskan segala keterikatan kita kepada tempat asal,maka kita akan selamat. Kalau kita mau bertahan di posisi yg lama,maka kita akan habis diterjang tsunami. Posisi yg lama bisa berarti agama, tradisi, cara berpikir, cara berperilaku, segalanya yg lama dan masih mau dipertahankan terus, walaupun sudah kedaluwarsa dan tidak lagi relevan.

T= Mumpung sedang membahas arti mimpi, ada dua pengalaman mimpi didalam hidup saya, yang menurut saya cukup aneh namun berbekas pada diri saya.
Mimpi pertama: Suatu ketika saya berada pada jaman Jawa Kuno. Saya melihat di suatu masjid bergaya Jawa Kuno, orang-orang sedang mengadakan ritual untuk menolak hal yang buruk-buruk.
Ketika saya menyapa salah satu orang yang ada di sana dan mengutarakan hendak turut mengikuti ritual tersebut, orang tersebut (yang selalu menyebut-nyebut saya dengan kata-kata “tuan” dan sangat hormat dengan saya) mengatakan bahwa saya tidak perlu mengikutinya karena saya (menurut dia di mimpi itu) adalah Syekh Siti Jenar (?). Karena saya sangat bingung, saya pun terbangun.

Mimpi kedua ini terjadi ketika saya belum menikah dengan istri saya lebih dari 10 tahun yang lalu. Dalam mimpi itu saya dihampiri Sukarno (proklamator). Beliau menyalami saya dan menitipkan istri saya yang sekarang, yang pada mimpi itu beliau juga menyebutkan bahwa istrisaya itu sebenarnya adalah Nyi Roro Kidul (?). Jika Mas Leo berkenan,mohon tanggapan akan arti-arti mimpi tersebut. Apa jangan-jangan itu mimpi hanya bunga tidur saja yang tidak ada artinya sama sekali?

J= Ada mimpi yg bunga tidur, dan ada mimpi yg memiliki arti simbolik besar. Dua mimpi anda itu simbolik sekali, dan saya percaya anda sendiri sudah tahu artinya. Syekh Siti Jenar adalah diri anda sendiri, so ini adalah simbol pribadi bagi diri anda. Siapa Syekh Siti Jenar anda sudah tahu. He said, kulo gusti. Artinya, aku lah tuan. So, anda memang tidak memerlukan segala ritual itu. Ritual adalah shalat, kebaktian, misa kudus, selametan, odalan, dsb. Ada banyak istilahnya, dan semua adalah ritual. Sebagai Syekh Siti Jenar anda tidak memerlukan ritual. Ritual gunanya hanya sebagai visualisasi berbagai perlambang. Kalau berbagai perlambang dan artinya sudah anda pahami, atau bahkan sudah menjadi bagian dari kesadaran di dalam diri anda sendiri, maka jelas anda tidak memerlukan ritual. So, mimpi itu dengan jelas memperlihatkan bahwa ya, anda memang tidak lagi memerlukan ritual. Ritual hanyalah untuk mereka yg belum berani melepaskan diri dari kemelekatan terhadap simbol-simbol keagamaan atau tradisi, belum berani melepaskan diri dari syariat. Mereka merasa bahwa tanpa ada upacara fisik atau ritual maka essensi di dalam kesadaran mereka tidak akan sempurna. Pedahal,yg essensial itu tidak memerlukan ritual. You simply are. Anda memang selalu satu dengan Allah, dari no beginning sampai no ending. And you need no ritual to confirm it.
Sukarno merupakan seorang nabi dalam kesadaran manusia Indonesia. Dulu saya melihat bahwa ada dua orang nabi dalam kesadaran manusia Indonesia,yaitu Jayabaya dan Syekh Siti Jenar.
Tetapi seminggu terakhir ini akhirnya saya sadar bahwa, ya Sukarno juga seorang nabi. Berarti ada tiga orang nabi Indonesia: Jayabaya, SyekhSiti Jenar, dan Sukarno. Di mimpi itu Sukarno berpesan bahwa istri anda adalah Nyai Roro Kidul. Nyai Roro Kidul adalah simbol feminine dalam alam bawah sadar Indonesia sebagai suatu bangsa. Feminin yg paling feminin itu Nyai Roro Kidul. Istri anda memiliki kekuatan penyembuhan feminin, yg artinya penerimaan tanpa batas. Arti positif dari perlambang Nyai Roro Kidul adalah penerimaan tanpa batas terhadap semua manusia, tanpa penghakiman. Ada juga aspek negatif dari perlambang itu yg perlu ditanggapi melalui berbagai ritual seperti larungan dsb.

Istri anda memiliki dua aspek dari Nyai Roro Kidul, anda juga memiliki dua aspek dari Syekh Siti Jenar. Karena kita masih manusia hidup secara fisik, maka dua aspek itu tidak bisa kita hilangkan. Kita semua memiliki aspek positif dan negatif, yg cuma bisa kita seimbangkan terus menerus selama kita masih berbadan fisik. Caranya dengan naik ke Cakra Mata Ketiga melalui meditasi. So, meditasi dalam berbagai istilahnya ternyata memang masih diperlukan. Bahkan Syekh Siti Jenar melakukan meditasi. Bahkan Yesus melakukan meditasi. Bahkan Sidharta Gautama melakukan meditasi.

T= Kundalini versus Pineal. Ada yang berpendapat Kundalini sebagai God Spot, sementara Mas Leo berpendapat pada kelenjar pineal. Tanggapan Mas?

J= Of course kita bisa berbeda pendapat, I have no problem with that.Bahkan orang bisa berbicara menggunakan terminologi berbeda sama sekali, tapi maksudnya sama. God Spot itu istilah Bahasa Inggris,menurut riset di tempat itu dihasilkan hormon melatonin. Kalau melatonin meningkat, maka gelombang otak melambat dan kita bisa masukke dalam kesadaran lebih tinggi. Kesadaran tinggi sering saya sebut sebagai "Higher Self", dan istilahnya bisa macam-macam.
Bisa dibilang sebagai Allah, Yesus, Buddha, Nur Muhammad, Siwa, Logos,apapun.
Istilah tidak akan menjadi masalah selama kita bisa tahu secara intuitif bahwa kita masuk ke dalam kesadaran di diri kita sendiri yg sebenarnya merupakan kesadaran kolektif juga. Ada collective consciousness, dan ada collective unconsciousness, tapi ini juga cuma istilah-istilah saja. Yg penting kita bisa merasa bahwa kesadaran di diri kita tetap. Kita memang ada karena kita ada.

T= Terima kasih, penjelasannya sangat inspiratif sekali dan membuka sesuatu pada diri saya. Mengenai aura, saya pun sudah menyadari cahaya hitam itu Mas Leo, tapi saya selama ini selalu takut untukmengakuinya. Karena konotasi hitam yang selalu buruk, he he... One another stupid question... mudah-mudahan Mas Leo ngga bosen-bosennyaya... Bisa dijelaskan mengenai "Larungan" Mas Leo?

J= Well, menurut saya larungan adalah cara akal-akalan untuk buang sial. Bahasa Betawi-nya "buang sial", jadi segala macam simbol dari berbagai hal yg diduga akan membawa kesialan dikumpulkan dalam satu wadah, dan dalam waktu tertentu dibuang ke Laut Selatan ygmerupakan simbol dari the Great Unknown, dalam manifestasinya sebagai the Great Feminine.

Karena feminin, maka bagian di tubuh manusia yg dikuasainya adalah bagian dada atau Cakra Jantung, tempat dimana emosi-emosi yg berasal dari hubungan antar manusia berada. Jadi, hal-hal yg mengganjal dalam hubungan antar manusia bisa disimbolkan dalam bentuk tertentu, dan dilarung di Laut Selatan. Ini ritual, dan efeknya berada di dalam kejiwaan dari mereka yg berpartisipasi, dan bukan di benda-benda yg secara fisik dilarung itu. Kalau jiwa merasa tenteram karena merasa telah mengorbankan hal-hal yg dianggap berharga dalam hidup ini, maka tentu saja di kehidupan sehari-hari akan lebih lancar. Itu penjelasan praktisnya menurut saya, walaupun mereka yg hidup dalam kebudayaan Jawa memiliki berbagai penjelasan berbeda.
Nyai Roro Kidul yg dipercaya sebagai penguasa Laut Selatan sebenarnya juga merupakan symbol dari alam bawah sadar penguasa. Penguasa Jawa masalalu bersifat otoriter, sangat maskulin, dan apa yg di-repressed itudi-relegasikan ke alam bawah sadar dan mengambil figur sebagai Nyai Roro Kidul. Jadi, Raja Jawa akan berdampingan dengan Nyai Roro Kidul dalam memerintah rakyatnya. Artinya apa? Artinya bahwa kesadaran dalam diri si Raja Jawa itu komplit, ada bagian sadar (si Raja sendiri), dan ada alam bawah sadar (disimbolkan oleh Nyai Roro Kidul).

Simbolisme,semuanya simbolisme, dan memang bisa memiliki power juga bagi mereka yg hidup dengan belief system seperti itu. Bagi mereka yg tidak percaya, segala macam simbolisme itu tidak ada artinya, dan tidak memiliki power apapun. Yg memiliki power adalah simbol yg dipercayai.Nyai Roro Kidul di Jawa bisa digantikan oleh Bunda Maria dalam belief system Katolik, misalnya. Bisa digantikan oleh Fatima dalam belief system Arab Muslim. Bisa digantikan oleh Dewi Kuan Im dalam belief system Buddha Mahayana. Bisa digantikan oleh Dewi Saraswati dalam belief system Hindu Bali.

So,dengan mengerti bahwa segalanya adalah simbolisme yg bekerja di dalam proses kejiwaan kita sendiri akhirnya membawa kita menjadi manusia yg toleran. Kita ini plural, dan tidak ada gunanya untuk main fanatik-fanatikan karena segala yg kita pegang itu ternyata Cuma simbolisme belaka, termasuk yg adanya di agama-agama dan tradisi kita.

Pedahal yg essensial adalah yg tidak bisa di-simbolkan. Kita menyatu dengan yg essensial, sehingga segala simbol-simbol itu cuma datang dan pergi saja di kesadaran kita, dan kita tidak melekat kepada mereka. Itu ajaran non attachment atau tanpa kemelekatan dari Sidharta Gautama.Itu juga pengertian ikhlas dan pasrah dalam Islam. Itu juga pengertian menyatu dengan Allah dari Yesus. Dan itu juga sebabnya Syekh Siti Jenar bilang, kulo gusti.

Kulo gusti, and I need no more ritual.

sumber: salah satu e-book karya Leonardo R.

26 Jul 2013

Mata Ketiga Tidak Bisa Kabur

PAGI HARI (AL DUHA)


Dalam nama Allah yg penuh kasih dan pengampun.

Di siang maupun malam hari, Tuhanmu tidak pernah meninggalkanmu, tidak pula Dia mengenyahkanmu.

Kehidupan yg akan datang mengandung penghargaan yg lebih besar bagimu dibandingkan kehidupan sekarang. Engkau akan terpuaskan dengan apa yg akan diberikan oleh Tuhanmu.

Apakah Dia tidak membawa anak yatim kepadamu dan menyediakan tumpangan juga?

Apakah Dia tidak menuntunmu ketika engkau tersesat?

Apakah Dia tidak memperkayamu ketika engkau miskin?

Karenanya janganlah menyalahkan anak yatim, maupun mengusir pengemis. Tetapi tunjukkanlah kebaikan Tuhanmu.

(QS 93: 1-11)


Menurut Joko Tingtong, dalam surah berjudul "Pagi Hari" yg diterjemahkannya sendiri itu, yg berkata adalah Nabi Muhammad. Istilahnya memberikan exhortation (bahasa Inggris). Dorongan bagi orang lain untuk berbuat sesuatu. Semua ayat di kitab-kitab Samawi memang diucapkan atau dituliskan oleh manusia. Kalau kemudian dianggap sebagai firman Allah, maka itu soal lain lagi.

Bukan hanya Al Quran berbahasa Indonesia, Alkitab berbahasa Indonesia juga aneh. Nilai rasanya beda jauh dibandingkan ketika kita membaca terjemahan berbahasa Inggris. Joko Tingtong lebih suka membaca kitab-kitab samawi, baik dari versi Yahudi, Kristen maupun Islam, dalam terjemahannya yg berbahasa Inggris. Lebih akurat sekaligus tidak ada nilai rasa penghambaan yg begitu keterlaluannya seperti kalau kita menggunakan bahasa Indonesia. Atau, mungkin saja, karena penerjemahnya yg sifatnya begitu. Sebab, kalau Joko yg menerjemahkan, nilai rasanya jadi beda. Orang jadi merasa lega dan tidak terhimpit lagi. Joko Tingtong sudah menerjemahkan 22 surah dalam Al Quran selama dua hari ini. Mungkin cukup untuk sementara, dan besok mau coba menerjemahkan beberapa ayat dari kitab Yahudi dan Kristen.

Buktikan seperti apa wajah Daud dan Yesus ketika dipermak oleh tangan Joko Tingtong. Mungkin permak bahasa Inggrisnya upgrade. Seperti komputer saja, bisa upgrade. Seperti hand phone juga, bisa upgrade. Apapun yg masih berada di dimensi kemanusiaan selalu terbuka untuk upgrade. Artinya penyempurnaan yg tak pernah selesai karena memang tak ada yg sempurna.

Terkadang penerjemah kitab suci ingin menggunakan kata-kata yg jarang digunakan, maksudnya supaya terasa sakral. Kita ambil contoh Basmalah. Bismillahirrohmanirrohim. Dalam bahasa Inggris terjemahan standard adalah: In the name of God, the most gracious, the most beneficent. Ada juga yg menerjemahkan: In the name of God, the most gracious, the most merciful. N.J. Dawood menerjemahkan menjadi: In the name of God, the compassionate, the merciful. - Nah, kita bisa bandingkan sendiri ada tiga terjemahan bahasa Inggris, dari yg bahasanya paling abstrak sampai yg bahasanya paling sederhana. Paling membumi dan mudah dicerna. Dari terjemahan Basmalah N.J Dawood, Joko Tingtong menuliskan Basmalah berbahasa Indonesia sebagai: Dalam nama Allah yg penuh kasih dan pengampun.

Anda sekarang mungkin mau bertanya, mana yg paling akurat? Jawabannya mungkin semua sama akuratnya, tetapi ada yg pakai bahasa abstrak, dan ada yg pakai bahasa sehari-hari. Joko lebih suka pakai bahasa sehari-hari saja, yg langsung dimengerti orang.

T = Mas Joko, saya hanya mau tahu apakah saya selama ini sudah benar dalam menjalani hidup sebagai manusia karena saya orang yg tidak terlalu baik dan juga tidak terlalu jahat. Dan meskipun saya orang Kristen, saya juga tidak terlalu mengikuti kegiatan gereja dan ritualnya, hanya kadang-kadang saja kalo mood, dan bukannya sombong saya sendiri kadang-kadang gak sepaham tentang pemamahan mereka soal Alkitab maupun ritualnya, atau mungkin saya sudah banyak membaca buku-buku, sebab saya senang membaca buku, dan buku-buku yg saya baca itu tidak hanya sebatas agama Kristen, tapi juga  Islam, Budha, Hindu dan Kejawen. Itu mungkin yg mempengaruhi cara berfikir saya.

Saya sudah jenuh dengan cara pandang mereka tentang Tuhan yg mereka pahami; tidak hanya agama Kristen tapi seluruh agama yg dilegalkan di Indonesia ini. Jadi intinya saya malas untuk beragama, dan saya menjalani kehidupan spiritualitas saya dengan cara saya sendiri. Kadang-kadang saya menterjemahkan Tuhan itu hanya berdasarkan batin saya saja, dan gimana caranya agar saya dapat berkomunikasi dengan Tuhan tanpa terjatuh dalam halusinasi tentang gambaran Tuhan? Saya sudah pernah dan tahu cara bermeditasi tapi kadang-kadang kalo mau melakukan itu sering terganggu dengan waktu dan kesibukan saya, jadi sering hanya berfikir saja di dalam hati. Dan gimana caranya agar hidup saya dapat tenang dan santai karena saya orang type yg terburu-buru, kemrungsung bahasa Jawanya, Mas.
Saya belum tahu apakah mata ketiga saya ini tajam atau malah kabur, saya pengen tahu itu, dan apakah saya salah selama ini memandang Tuhan dan jadi orang yg tahu banyak tentang spiritualitas kebanyakan, dan malah gak melakukan spriritualitas apa-apa? Mata ketiga saya apa kabur ya, Mas?

J = Mata ketiga adalah kelenjar pineal, letaknya di dalam batok kepala kita. Tidak punya kaki sehingga tidak bisa kabur. Tidak punya kelopak juga sehingga tidak bisa membuka dan menutup. Anda praktekkan saja meditasi mata ketiga secara rutin tiap pagi dan malam. Untuk mulai cukup 10 menit setiap kali meditasi. Punggung tegak, kepala tegak, lalu pandang ke arah atas dengan kelopak mata anda. Pandang ke atas, lalu tutuplah kelopak mata anda perlahan-lahan sambil tetap mempertahankan fokus pandangan ke arah atas. Bisa anda memejamkan mata secara penuh, bisa juga dibuka sedikit ujungnya. Napas biasa saja. Telapak tangan juga biasa saja, terserah mau taruh dimana. Nah, anda sudah masuk ke gelombang otak Alpha. Gelombang otak meditasi yg pertama. Kalau anda lanjutkan, gelombang otak anda akan turun terus. Masuk gelombang otak lebih bawah, dengan ciri napas lebih lambat, yaitu gelombang otak Theta. Setelah itu Delta.

Sensasi tidak perlu, walaupun tidak salah juga kalau ada. Ada yg merasa memperoleh penglihatan dewa dewi. Ada yg merasakan energi bergerak di telapak tangan. Menjalar dari puncak kepala ke wajah, leher, dada dan bahkan sampai ujung telapak kaki. Tidak apa kalau ada. Dan tidak usah dicari kalau tidak ada. Yg penting anda bisa menikmati meditasi anda. Menikmati bahwa anda sadar. Anda sadar bahwa anda sedang meditasi. Itulah meditasi mata ketiga!

Agama tidak menjadi masalah bagi masyarakat maju, semua tahu itu buatan. Agama adalah produk budaya masa lalu, yg gunanya untuk menjerat akal manusia, demi pendayagunaan tenaga dan uangnya oleh negara dan ulama. Menurut Islam, semua orang beriman adalah Islam. Tidak tergantung dari agamanya apa yg cuma formalitas saja. Kita semua sudah tahu agama berevolusi dari Animisme, Dinamisme, Politheisme, sampai akhirnya jadi Monotheisme. Bahkan Hindu yg sering dituduh politheistik atau menyembah banyak Dewa-Dewi juga sudah punya kecenderungan monotheistik sejak ratusan tahun lalu. Masalahnya sekarang, Dewa apa yg mau dijadikan fokus sebagai simbol dari semua Dewa-Dewi itu. Di India ada yg fokus ke pemujaan Surya atau Dewa Matahari. Di Indonesia berevolusi kepada puja Sang Hyang Widhi Wasa. Bahkan di Bali, semua Dewa-Dewi itu sekarang dianggap sebagai emanasi atau pancaran dari Sang Hyang Tunggal itu. Terkadang disebut Tuhan oleh orang Bali.


(Leonardo R.)


permanent head damage alias tulalit for the rest of his or her life


T = Mas Leo, saya mau nanya lagi nih. Mas Leo pernah bilang, saya pernah baca: "kalo mau liat setan dsb ga usah tidur aja 3 hari ntar juga liat, tapi yg diliat itu halusinasi doang."
Hahaha, saya ngga tertarik utk liat setan, tapi emang ada bbrp 'mystic paths', like some branches of shamanism yang pake sleep deprivation kan? So, apakah menurut Mas Leo itu cuma nonsense ? Soalnya saya pernah baca ada artikel ttg orang diinisiasiin pake teknik itu, supaya ngebiasain dirinya secara mental buat shamanistic journeys.. what do u think?

J = Well, in my opinion, yg dilihat itu cuma halusinasi saja. Sudah jelas kalau berhari-hari tidak tidur maka segala macam impressi yg masuk ke otak kita akan campur baur, bahkan kita bisa melihat ada sosok yg melintas di depan mata kita walaupun secara fisik tidak ada.

Memang ada juga shamanistic technique yg pakai cara "sleep deprivation" sehingga bias membuat si shaman itu "masuk" ke dalam Alam Bawah Sadar di dirinya sendiri dan melakukan apa yg ingin dilakukanya. Ketika si shaman masuk ke dalam Alam Bawah Sadar yg ada di dirinya, kita mengatakan bahwa dia melakukan suatu "shamanistic journey" untuk melakukan healings. Tetapi itu cuma salah satu teknik saja yg dilakukan oleh manusia masa lalu. Kalau kita di jaman sekarang bisa melakukan healings bahkan tanpa harus melakukan segala macam teknik yg aneh-aneh seperti itu. Kalau ingin melakukan healings cukup diniatkan saja, lalu meditasi biasa saja. Kalau ternyata terjadi healings ya syukur. Kalau ternyata healings tidak terjadi, ya syukur juga.

And, in my opinion, that's better daripada tidak tidur berhari-hari cuma untuk bisa merasakan "jalan-jalan" di alam astral yg sebenarnya tidak lain dan tidak bukan merupakan pikiran kita sendiri. Ketika kita masuk ke dalam alam pikiran Bawah Sadar kita dalam keadaan setengah teller karena tidak tidur, maka kita bisa merasa mengalami segala macam perasaan "wah".

Pedahal yg dimasuki cuma Alam Bawah Sadar di diri kita sendiri yg isinya macem-macem. Ada pikiran-pikiran oke punya, ada lamunan jorok, ada sumpah serapah, ada segala macem blah blah blah... yg bisa membikin kita tambah bingung juga. Malah, orangnya bisa merasa bertemu malaikat blah blah blah... pedahal itu cuma halusinasi belaka karena yg ditemui hanyalah figments of our own imagination. Halusinasi saja.

On the other hand, kita memang bisa melakukan manipulasi fisik dari "Alam Astral" itu. Kalau kita menguasai tekniknya, maka kita akan bisa merubah sesuatu kalau "masuk" ke alam astral yg merupakan Alam Bawah Sadar di diri kita sendiri.

Intinya adalah the mind atau pikiran.

Kalau kita mau merubah sesuatu yg ada secara fisik, kita cuma bisa melakukannya kalau kita merubah yg ada di alam "astral" itu yg tidak lain dan tidak bukan merupakan pikiran kita sendiri... Terkadang pikiran orang sudah begitu kakunya sehingga tidak bisa digerakkan secara rasional lagi. Nah, dalam hal ini segala macam praktek shamanism itu mungkin bisa berhasil yg, sebenarnya, juga ditentukan oleh hubungan antara si shaman dengan pasiennya itu.

Kalau si shaman dan pasiennya itu memiliki Belief System yg sama, maka ada kemungkinan segala macam healings yg dilakukan akan bisa membawa hasil. Kalau belief system antara si shaman dan pasien-nya itu beda jauh, maka tidak akan terjadi apapun dan, dalam hal ini, kita bilang bahwa si shaman itu cuma mengada-ada saja which is actually true.

Perdukunan itu shamanism. Jadi kadang-kadang bisa ada hasilnya kalau apa yg dipercayai oleh si dukun dan pasiennya itu memang nyambung. Kalau tidak nyambung maka jadinya nonsense doang.

T = What is a shaman? Apa itu menurut Mas Leo shamanistic journey?

J = Ini sudah saya jawab di atas. Shaman itu seorang traditional healer. Di Indonesia umumnya disebut "dukun". Ada dukun tradisional yg bisa melakukan pengobatan melalui cara masuk ke dalam Alam Bawah Sadar di dirinya sendiri dan Alam Bawah Sadar di diri pasiennya.

Tetapi hal itu cuma bisa dilakukan kalau belief system antara si dukun dan si pasien itu sama. Yg namanya "paranormal" sekarang bukan shaman melainkan kebanyakan tukang tipu doang.

Shaman is dukun tradisional yg memang mempunya missi untuk membantu sesama.
Shamanistic journey juga sudah saya jawab di bagian atas, yaitu: perjalanan si shaman ke dalam Alam Bawah Sadar di dalam dirinya sendiri... Dengan kata lain, journey ke dalam pikiran atau mind yg ada di diri si shaman itu sendiri. Bisa juga dikatakan bahwa si shaman itu "masuk" ke dalam alam pikiran dari orang yg dibantunya, pedahal sebenarnya si shaman itu cuma masuk ke dalam pikiran di dirinya sendiri. Cara melakukannya ketika sedang "trance" yg bisa di-induce dengan cara puasa dan tidak tidur selama berhari-hari. It's only a technique, though.

T = How 'real' is a shamanistic journey?

J = It could be very real untuk orang yg mengalaminya. Untuk si shaman itu sendiri, the journeys he or she takes to the "underworld" (Alam Bawah Sadar) are very real. Tapi itu cuma di alam pikiran saja dan isinya simbol belaka yg harus dimanipulasi oleh si shaman untuk membantu menyembuhkan pasiennya di dunia fisik.

T = Saya pernah 'journey' into my mind, waktu sambil nge-ganja. theoretically speaking dan lepas dari stigma sosial, ganja is feminine dan ngebantu saya lebih santai n let go, dan di waktu yang sama ngebawa otak ke alpha brainwave which is said to ngelancarin imajinasi n stuff. 'journey' saya ini ngebawa saya sampe ke tahap dmn saya bisa komunikasi sama sesuatu/seseorang, dan jawaban-jawabannya dia tuh masuk di akal n wise (saya coba nanyananya ke si penjawab ini ttg advice dsb, mau tau ini nih beneran ato imajinasi). Maybe is it my higher self? Saya juga nyoba ngirim-ngirim message lewat telepathy (eksperimen) , was I being delusional?

J = Kalau pakai ganja and things like that, memang bisa masuk ke dalam pikiran kita sendiri. Kalau ternyata bertemu dengan "seseorang", maka so pasti itu cuma imajinasi saja...
Seseorang yg muncul itu cuma simbol. Kita bisa bilang bahwa itu "higher self" dari diri kita sendiri. Bisa juga bilang bahwa kita berkomunikasi dengan diri kita sendiri yg tidak fokus di dunia fisik melainkan di dunia Bawah Sadar sehingga terkadang advisnya juga gimana gituh.
Terkadang masuk akal dan terkadang tidak masuk akal juga. So, we ought to be very careful here.

T = Waktu itu sih berasanya nyata sekali, soalnya saya ngelakuin semuanya secara intuitif aja, dan 'belajar' bbrp hal dari dapet insights, slh satu contohnya yaitu bahwa orang kalo nyembuhin tumpang tangan di atas kepala itu sebenernya nyembuhin dgn cara ngerekonfigurasi susunan energi kita lewat crown chakra. again, apakah saya cuma ngimajinasiin aja? atau insight yang saya dapet ini bener? soalnya saya mau tau apakah semua ini real ato ngga dan saya butuh second opinion..

J = Well, insights semacam itu bisa dibilang sebagai intuisi juga dan tidak ada istilah benar ataupun salah. Apa bedanya bilang tumpang tangan itu rekonfigurasi energi lewat cakra mahkota atau cuma permainan pikiran saja ? ... Saya sendiri bilang bahwa tanpa tumpang tangan pun kita bisa melakukan penyembuhan karena segalanya ada di dalam pikiran. Kalau kita niatkan sehat, maka bisa sehatlah orangnya... walaupun perlu juga ada konfirmasi dari orangnya sendiri.
Orangnya itu mau atau tidak untuk disembuhkan. Kalau orangnya tidak mau disembuhkan, apapun yg kita lakukan tidak akan membawa hasil.

T = Apa opini Mas Leo tentang entheogens/so called 'divine plants' e.g. ganja? Saya sering research tentang hal ini n opini orang-orang semuanya 50-50. Ada yang bilang aman dan emang bs digunakan sebagai fasilitator dan katalistator walopun sebenarnya unnecessary, ada yg bilang juga bahaya buat astral body kita, katanya bikin lobang-lobang di aura.. what do you think?

J = Well, in my opinion the ganja cuma ok buat recreational drugs doang. Shamans jaman dulu dan jaman sekarang juga memang ada yg menggunakan ganja and similar plants supaya bisa "high" dalam membantu pasiennya. Tetapi sebenarnya tanpa menggunakan itupun kita tetap bisa melakukan healings, kalau mau.

Saya sendiri merasa bahwa ganja is somewhat dangerous karena bikin tulalit. Tulalit, tulalit... maksudnya nggak nyambung. Jadi, kalau kita pake ganja, jalur memory seperti melambat dan terkadang ada memory yg hilang sehingga truly nggak nyambung alias tulalit. Kalo keseringan dipake sampe bertahun-tahun maybe orangnya akan bisa mengalami permanent head damage alias tulalit for the rest of his or her life.


sumber: salah satu e-book karya Leonardo R.