22 Des 2014

Kalau Begitu yg Diturunkan Oleh Allah Apa?

 Anda perhatikan, koruptor-koruptor itu banyak yg dekat dengan lembaga keagamaan. Kemungkinan penyumbang terbesarnya. Saya tidak heran karena saya mengerti sejarah dunia. Bukan cuma di tempat terbelakang yg bernama Indonesia ini, tetapi di bagian dunia lainnya yg sudah lebih dahulu maju. Ketika mereka terbelakang, mereka seperti kita. Ada simbiosis antara koruptor dan ulama. Sekarang sudah tobat, makanya jadi masyarakat makmur. Anda belum tobat, makanya dikasih koruptor terus oleh Allah. Allah menghasilkan korupsi apabila ada agama resmi dan agama liar. Negara memberikan kesempatan bagi penggaruk uang untuk membungkam mulut anda lewat ulama yg dibayar pakai uang. Dan anda takut, makanya anda diam saja sampai sekarang. Bilang ini semua cobaan dari Allah.

oleh Leonardo Rimba

Jangan anda pikir saya silau dengan agama. Tidak ada pengaruhnya bagi saya segala macam ayat yg anda kutip itu. Walaupun anda bilang berasal dari Allah, saya tahu itu buatan manusia. Yg sama persis dengan anda dan saya. Korbannya sudah tidak terhitung. Korban agama. Anda tinggal ikut saja MLM yg pakai Allah, dan tinggal goyang bibir jahat anda sampai berbusa. Dilanjutkan dengan menuai pahala anda di dunia berupa penghargaan setinggi-tingginya oleh Majelis Ulama. Anda dianggap manusia bermoral menurut kriteria agama. Karena kemunafikan anda sudah maksimum. Tidak bisa lebih lagi. Titik tertinggi sebelum anda korslet sedikit dan tinggal dikurung di Rumah Sakit Jiwa. Sekarang inipun jiwa anda sudah sakit, tapi anda pura-pura sehat. Masih mau mengelak? Anda pikir saya tidak bisa membaca isi hati anda. Yg terbuka seperti etalase toko. Sesungguhnya anda tidak percaya diri, dan ingin dihormati. Sekaligus dianggap punya kelebihan. Memang ada, kelebihan anda cuma satu, yaitu tidak punya kemaluan. Urat malu anda sudah putus. Anda tega menipu sesama manusia. Segala macam ayat buatan manusia anda bilang berasal dari Allah. Dasar manusia kemaruk. Belajar dulu dari dasar. Masuk Sekolah Dasar yg benar, yg mengajarkan bahwa segala macam ayat adalah hasil budaya manusia. Peradaban manusia. Bukan diturunkan pakai tambang oleh Allah. Atau dihantarkan oleh malaikat sebagai kurir jasa titipan kilat.

T = Kalo begitu yg diturunkan oleh Allah apa?

J = Tanya sendiri sama Allah, jangan tanya saya. Yg saya perhatikan gerak alam, kemana arahnya alam mau bergerak. Ada banyak aspeknya, dan tiap aspek punya pergerakannya. Bukan menyembah dan memuja-muji segala macam berhala, baik yg disebut Tuhan asli maupun Tuhan palsu. Yg seperti itu untuk mereka yg berada di tingkat dasar, atau yg ditakdirkan untuk selamanya di tingkat dasar. Untuk yg lebih dewasa modusnya lain. Bisa amburadul saya kalau tetap pakai modus kelas dasar. Berantakan semuanya. Segalanya serba terbalik.

Anda perhatikan, koruptor-koruptor itu banyak yg dekat dengan lembaga keagamaan. Kemungkinan penyumbang terbesarnya. Saya tidak heran karena saya mengerti sejarah dunia. Bukan cuma di tempat terbelakang yg bernama Indonesia ini, tetapi di bagian dunia lainnya yg sudah lebih dahulu maju. Ketika mereka terbelakang, mereka seperti kita. Ada simbiosis antara koruptor dan ulama. Sekarang sudah tobat, makanya jadi masyarakat makmur. Anda belum tobat, makanya dikasih koruptor terus oleh Allah. Allah menghasilkan korupsi apabila ada agama resmi dan agama liar. Negara memberikan kesempatan bagi penggaruk uang untuk membungkam mulut anda lewat ulama yg dibayar pakai uang. Dan anda takut, makanya anda diam saja sampai sekarang. Bilang ini semua cobaan dari Allah.

T = Ketika iman seseorang kuat dia tidak mungkin melakukan tindakan korupsi atau perbuatan yang merugikan dirinya atau orang lain.

J = Teorinya memang begitu, prakteknya anda semua tahu.
Kalau anda tidak tahu, akan saya kasih satu bocoran atau contoh. Satu kata yg paling berperan meningkatkan kadar sakit jiwa manusia Indonesia adalah kata "harus". Sejak kecil kita diharuskan untuk menurut. Untuk mengerti. Untuk menerima. Bukan orang yg lebih tua yg harus mengerti, tetapi yg lebih muda yg harus mengerti yg lebih tua. Itu adat Nusantara yg bikin gila. Setidaknya seperti itulah yg saya rasakan. Saya harus mengerti orang tua, dan orang tua tidak harus mengerti saya. Saya harus mengerti pemerintah, dan pemerintah tidak harus mengerti saya. Saya harus mengerti agama, dan agama tidak harus mengerti saya. Lalu saya ini apa? Saya dianggap orang yg paling bisa mengerti. Ternyata saya jadi orang tua, dan lainnya anak kecil. Saya harus memperlakukan orang tua seolah-olah barang pecah belah yg sensitif sekali. Pemuka agama juga begitu, harus diperlakukan dengan sangat hati-hati. Mereka semuanya anak kecil. Saya jadi orang tua mereka. Karena mereka tidak mau belajar untuk mengerti manusia. Mereka maunya dimengerti. Dihormati. Dilayani. Dihargai. Tapi tidak mau atau tidak bisa sebaliknya. Realitanya seperti itu. Dan yg seperti inilah yg saya sebut pengalaman spiritual pribadi. Karena saya dihadapkan dengan beban berupa segala macam keharusan yg begitu berat, termasuk tipu-tipu. Orang tua yg menipu, ulama yg menipu. Pakai ancaman palsu, janji palsu, alamat palsu. Semuanya serba palsu. Saya jadi tahu, ternyata yg jadi sasaran adalah saya sendiri. Diharuskan untuk mengerti dan menghamba kepada begitu banyak tokoh sensitif. Harus dilindungi oleh saya karena mereka rapuh. Saya dianggap yg kuat. Mereka yg lemah. Mungkin masih seperti itu sampai sekarang. Tapi saya sudah beda. Saya tidak mau berpura-pura. Kalau orang sudah tua mau seperti anak kecil kelakuannya, maka perlakukanlah seperti anak kecil. Dibanting saja. Biarpun nangis sampai menjerit-jerit. Saya bisa seperti itu kepada orang tua karena mereka kelakuannya seperti itu kepada saya. Saya bisa seperti itu kepada penjual agama, karena yg jualan agama juga seperti itu. Semuanya anak kecil, dan saya sendiri yg orang dewasa.

 

11 Des 2014

kitab suci

T = Selama kitab suci formal yg tertulis masih jadi panduan utama, maka kitab suci pribadi yg berisi pengalaman hidup sendiri tak akan bisa terbuka penuh, lalu bagaimana cara menuliskan kitab suci pribadi itu secara sistematik?
J = Tulis saja langsung. Apa yg keluar dari pikiran anda langsung dituliskan. Tanpa berpikir. Langsung jari-jari tangan jalan sendiri. Seperti ini. Sampai hari ini sudah lima buku saya yg terbit. Satu bulan lagi akan jadi enam. Baru, bukan cetak ulang. Semuanya pakai teknik tangan jalan sendiri. Kalau berpikir, saya tidak bisa menulis.
T = Spontan, letupan emosi negatif mungkin awalnya, perubahan sukar terjadi tanpa kegelisahan yg sangat.
J = Awalnya semua yg negatif harus keluar dulu. Anda keluarkan saja semuanya. Tulis saja. Lama-kelamaan akhirnya tinggal yg isi. Kulitnya sudah dikeluarkan lebih dahulu. Anda bisa kupas kulitnya. Buang. Dan pakai isinya saja.
T = Kadang terasa rindu dengan simbol kulit yang rumit, kondisi suwung tanpa simbol kegelisahannya agak horor, Mas.
J = Bagaimanapun juga anda dan saya telah bisa menyeimbangkan diri. Walaupun kita tahu bahwa kita tidak berasal dari bumi, kita berhasil beradaptasi. Dengan jatuh bangun. Termasuk saya sendiri. Menyeimbangkan diri dengan meditasi.

sumber : e-book 'Dampak Meditasi Mata Ketiga'

sumber foto : sahabatbuku.web.id

"buang sial"



Menurut saya larungan adalah cara akal-akalan untuk buang sial. Bahasa Betawi-nya "buang sial", jadi segala macam simbol dari berbagai hal yg diduga akan membawa kesialan dikumpulkan dalam satu wadah, dan dalam waktutertentu dibuang ke Laut Selatan yg merupakan simbol dari the Great Unknown, dalam manifestasinya sebagai the Great Feminine.
Karena feminin, maka bagian di tubuh manusia yg dikuasainya adalah bagian dada atau Cakra Jantung, tempat dimana emosi-emosi yg berasal dari hubungan antar manusia berada. Jadi, hal-hal yg mengganjal dalam hubungan antar manusia bisa disimbolkan dalam bentuk tertentu, dan dilarung di Laut Selatan. Ini ritual, dan efeknya berada di dalam kejiwaan dari mereka yg berpartisipasi, dan bukan di benda-benda yg secara fisik dilarung itu. Kalau jiwa
merasa tenteram karena merasa telah mengorbankan hal-hal yg dianggap berharga dalam hidup ini, maka tentu saja di kehidupan sehari-hari akan lebih lancar. Itu penjelasan praktisnya menurut saya, walaupun mereka yg hidup dalam kebudayaan Jawa memiliki berbagai penjelasan berbeda.
Nyai Roro Kidul yg dipercaya sebagai penguasa Laut Selatan sebenarnya juga merupakan simbol dari alam bawah sadar penguasa. Penguasa Jawa masa lalu bersifat otoriter, sangat maskulin, dan apa yg di-repressed itu di-relegasikan ke alam bawah sadar dan mengambil figur sebagai Nyai Roro Kidul. Jadi, Raja Jawa akan berdampingan dengan Nyai Roro Kidul dalam memerintah rakyatnya. Artinya apa? Artinya bahwa kesadaran dalam diri siRaja Jawa itu komplit, ada bagian sadar (si Raja sendiri), dan ada alam bawah sadar (disimbolkan oleh Nyai Roro Kidul).
Simbolisme, semuanya simbolisme, dan memang bisa memiliki power juga bagi mereka yg hidup dengan kepercayaan seperti itu. Bagi mereka yg tidak percaya, segala macam simbolisme itu tidak ada artinya, dan tidak memiliki kekuatan apapun. Yg memiliki kekuatan adalah simbol yg dipercayai. Nyai Roro Kidul di Jawa bisa digantikan oleh Bunda Maria dalam kepercayaan Katolik, misalnya. Bisa digantikan oleh Fatima dalam kepercayaan Arab Muslim. Bisa digantikan oleh Dewi Kuan Im dalam kepercayaan Buddha Mahayana. Bisa digantikan oleh Dewi Saraswati dalam kepercayaan Hindu Bali.
Dengan mengerti bahwa segalanya adalah simbolisme yg bekerja di dalam proses kejiwaan kita sendiri akhirnya membawa kita menjadi manusia yg toleran. Kita plural, dan tidak ada gunanya untuk main fanatik-fanatikan karena segala yg kita pegang ternyata cuma simbolisme belaka, termasuk yg adanya di agama-agama dan tradisi kita.
Pedahal yg essensial adalah yg tidak bisa di-simbolkan. Kita menyatu dengan yg essensial, sehingga segala simbol-simbol itu cuma datang dan pergi saja di kesadaran kita, dan kita tidak melekat kepada mereka. Itu ajaran non attachment atau tanpa kemelekatan dari Sidharta Gautama. Itu juga pengertian ikhlas dan pasrah dalam Islam. Itu juga pengertian menyatu dengan Allah dari Yesus. Dan itu juga sebabnya Syekh Siti Jenar bilang: kulo gusti. 

sumber : e-book 'dampak meditasi mata ketiga' 

sumber foto : www.antarabali.com

7 Des 2014

Dukun Cabul di Facebook




T = Tadi waktu sholat subuh, ajna saya berasa sakit seperti ditusuk-tusuk jarum.

J = Normal saja, artinya mata ketiga anda sudah terbuka, sensasi yg sangat biasa. Tapi anda masih lebay. Terlalu lebay, ingin dibelay. Dan saya lihat anda ingin diceburkan lagi ke cakra jantung. Supaya bisa digaruk lagi anunya oleh dukun cabul di facebook. Jangan minta bantuan saya lagi.

Teman-teman perempuan yg seperti anda beraura ketan, lengket. Menempel di lelaki yg mau memberinya perhatian. Bukan memberikan perhatian kepada lelaki. Yg itu jenis perempuan lain lagi. Yaitu yg berbakat menjadi dukun perempuan penggaruk anunya lelaki. Sebaliknya teman perempuan yg auranya lengket berbakat untuk digaruk anunya. Lengketnya tidak tahan. Menempel seperti lem amplop. Tinggal dijilat dan langsung kering. Harus dirobek-robek untuk membebaskannya. Dukun cabulnya saya kenal, anda sebagai korbannya saya kenal. Mungkin anda berdua menikmatinya. Cabul jarak jauh. Tapi saya sudah pernah bicara, makanya kali ini akan saya diamkan saja.

Saya pakai istilah "mata ketiga terbuka" supaya anda baca tulisan saya. Memang kelenjar pineal yg ada di dalam kepala anda tidak ada kelopaknya, tidak membuka dan menutup. Tetapi dianggap anak tiri selama ini. Jantung dianggap anak kandung, dan kepala anak tiri. Makanya energinya statis. Ada dan tidak dipakai. Ketika anda mulai menggunakan Cakra Mata Ketiga dalam meditasi atau doa, maka kelenjar pineal mulai aktif. Sensasinya antara lain seperti ada yg berjalan-jalan. Namanya prana atau chi. Yg lebay akan bilang seperti ditusuk jarum. Memangnya ada dokter yg mengejar-ngejar anda sambil bawa jarum suntik?

Kemarahan ternyata isi Cakra Dasar. Muladara. Kalau anda tidak bisa marah, anda tidak punya dasar. Tidak ada mula. Tidak bermula. Belum mulai. Kalau mau mulai, anda harus merasakan marah. Dan mengeluarkannya. Anda bermasalah bukan karena anda marah, melainkan karena anda tidak bisa marah. Energinya tertumpuk dan memakan jiwa raga anda. Anda sakit, dan anda tahan terus. Tetap sampai sekarang. Bagaimana mau sembuh? Bagaimana mau mulai? Mulailah marah, keluarkan. Itu energi penyembuhan diri anda sendiri yg anda tahan dan berubah menjadi negatif. Kalau anda keluarkan, anda sembuh. Anda tahan jadi sakit. Dikeluarkan cuma untuk mulai. Mulai saja jadi manusia normal. Sembuh dan naik tingkat. Kalau mulai saja belum bagaimana mau hidup? Tentu saja anda tetap salah kaprah disini. Anda mengira marah sesuatu hal luar biasa. Padahal biasa saja. Yg luar biasa namanya amuk. Mengamuk. Dikarenakan anda menahan amarah. Anda menahan diri untuk tidak mulai. Tidak bisa mulai. Ditahan dan ditahan sampai akhirnya keluar sendiri menjadi amuk. Tidak perlu penjelasan lagi. Masyarakat sakit memang begitu. Untuk mulai saja masih ditahan secara kolektif maupun pribadi. Jatuhnya amuk massa dan amuk sendiri. Dan anda masih mau bertahan untuk tidak mulai? Masih mau bilang ini tidak spiritual? Perhatikanlah bayi yg baru lahir, apa yg anda lihat? Perhatikan satu bulan berikutnya, apa yg terlihat? Tiga bulan? Enam bulan? Satu tahun? Masih tetap di dasar. Itulah kerja cakra dasar. Mengumpulkan marah dan mengeluarkannya. Untuk bertumbuh, untuk hidup. Apa bedanya dengan anda? Bukankah anda tetap bayi? Ada bayi di dalam setiap orang dari anda. Bahkan di dalam saya. Tetap dan selamanya ada. Selama kita jadi manusia. Kita bukan malaikat, jangan salah kaprah lagi. Cakra tidak ada di malaikat, makanya tidak pernah marah. Tapi itu juga legenda karena anda dan saya tidak pernah melihat malaikat. Kecuali anda kena delusi.

Cakra Sex atau Swadisthana adalah pusat energi kehidupan. Kalau anda salurkan energinya, anda hidup. Kalau anda tahan, anda mati. Walaupun mungkin manifestasinya terlihat kasar, cakra inilah yg mengatur berlangsungnya hidup anda. Kalau Cakra Sex anda masih berfungsi, anda masih hidup. Kalau anda matikan, maka anda mati. Secara batin anda mati. Dan mungkin akan mati secara fisik perlahan-lahan. Bukan semata tentang sex, tetapi tentang kreatifitas alamiah. Seperti berteriak kalau anda sakit. Anda berteriak karena anda ingin hidup. Tapi anda dipaksa oleh lingkungan untuk tetap diam. Lingkungan ingin mematikan Cakra Sex anda supaya anda jadi zombie. Menjadi robot yg bisa disetir kesana kemari. Maukah anda? Saya tidak mau. Biarpun tidak ngesex, Cakra Sex saya tetap aktif.

Cakra Solar Plexus tempatnya di pusar. Pusaran atau tengah tubuh. Persis di tengah. Fungsinya memutar energi fisik. Yg berasal dari metabolisme atau pencernaan tubuh anda akan menjadi energi, namanya energi fisik. Seperti untuk pertumbuhan badan, pemulihan sel-sel yg rusak, dan juga untuk menggerakkan otot-otot. Generatornya di tengah, di pusar anda. Bukan pusara karena yg itu artinya lain lagi. Setelah anda tamat menjadi manusia hidup, anda disebut bersemayam di pusara. Ketika menjadi manusia hidup, anda punya pusaran. Tempatnya di titik tengah tubuh anda. Pusar. Ada titiknya. Tempat anda menghisap sari makanan ketika dibentuk oleh alam dari pertemuan sel telur dan sperma. Anda makhluk alamiah. Anak alami. Walaupun sebagian dari anda mungkin dibentuk di dalam tabung, dan disebut bayi tabung, tetap saja anda dibentuk dari pertemuan dua sel. Sel yg berasal dari laki-laki, dan yg berasal dari perempuan. Makanya anda selalu mengandung keduanya. Maskulin dan feminin. Yang dan Yin. Langit dan Bumi. Ini semuanya hal fisik, bergeraknya berdasarkan naluri. Kalau ada yg bergerak secara fisik di kiri anda, maka anda ikut bergerak. Bergeraknya ke kanan. Kalau ada tekanan dari kanan, anda bergerak ke kiri. Itu kalau tekanannya anda rasakan biasa saja. Tidak mengancam. Kalau mengancam, anda akan melompat langsung ke arah ancaman. Tanpa berpikir. Spontan apa adanya. Dan anda akan bergerak langsung tanpa dikomando. Itulah kiprah sejati Cakra Solar Plexus. Pusaran anda. Tempat anda berdiri tegak. Tegak ke atas, tegak ke bawah, tegak ke depan, dan tegak ke samping kiri dan kanan. Anda di tengah. Tetap ada ketegakan itu walaupun anda sudah diterjang berbagai cobaan alam dan budaya. Anda manusia hidup. Selalu tegak secara astral.

Cakra Jantung yg sehat juga baik. Tidak ada salahnya anda bertahan di Cakra Jantung atau yg secara salah kaprah disebut hati oleh orang Indonesia. Masalahnya, Cakra Jantung anda tidak sehat. Kenapa? Karena anda selalu takut. Kenapa takut? Karena diancam supaya takut. Kalau tidak takut dianggap salah. Kalau merasa takut baru dianggap benar. Dibenarkan segala ketakutan anda. Tentu saja terbulak-balik semuanya. Kalau tidak terbalik belum sah jadi orang Indonesia, konon begitu pakemnya. Kenyataannya, meditasi dengan fokus di Cakra Jantung akan membuat anda memiliki emosi yg sehat. Mencintai dan bukan jatuh cinta. Bilang tidak suka kalau memang tidak suka. Tidak takut Allah ataupun Dewa Siwa, karena jantung anda tetap berdetak tanpa perlu takut. Tapi anda merasa ada yg salah ketika tidak takut. Ini namanya neraka budaya, biasanya berbentuk adat dan tradisi agama. Apalagi bila anda berjenis kelamin perempuan. Apalagi kalau anda termasuk maho, yaitu manusia homo. Kalau tidak takut namanya tidak normal. Kalau takut baru dianggap normal. Jantung anda sampai karatan di dalam budaya seperti ini. Makanya semakin parah ketika anda bertahan meditasi dengan fokus di Cakra Jantung. Parah karena ada pesan sponsor itu. Kalau tidak ada Revolusi Mental, cara termudah dan beradab adalah tarik segalanya ke atas, yaitu fokus di Cakra Mata Ketiga.

Ketika anda fokus di bagian atas ini, maka terbukalah belang jantung anda. Ternyata belangnya ditanamkan oleh orang-tua, oleh kekasih hati, oleh pemuka agama. Jantung anda suci murni tetapi akhirnya jadi comberan karena jantung anda dianggap penampung sampah budaya. Kalau belum mau tobat, teruskanlah. Hati-hati, begitu katanya. Maksudnya, takut-takut. Semakin anda takut, semakin anda dipuji. Dipuji punya hati. Hati yg penakut. Sumber segala penyakit. Dan semakin anda penyakitan, maka anda akan semakin dipuji sebagai manusia yg bertakwa. Berbakti kepada sumber penyakit hati yg berasal dari mulut orang. Orang lain ingin anda jadi budak, maka ditakut-takutilah anda. Supaya tetap pakai hati. Yaitu Cakra Jantung dalam bahasa spiritual. Padahal Cakra Jantung anda yg asli tetap tidak tercemar. Anda masih bisa mencintai tanpa melihat bulu orang. Walaupun belum punya bulu, kalau anda cinta tetap saja cinta. Cakra Jantung yg asli bukan perasaan, bukan emosi, melainkan energi. Energi cinta universal.


sumber : https://www.facebook.com/notes/leonardo-rimba/dukun-cabul-di-facebook/904094589609841?pnref=story

7 Nov 2014

mencintai pasangan orang lain

T: gmana kabarnya,,,
mbak salah nggak kita mnyukai cewek yg sudah punya pasangan ,dan scara g langsung si cewek juga respeck, it maksd status2 saya

S: ngga salah, cuma repot aja. :)

T : sia2 ya ,, hihiihihi sbnarnya dah mundur niatan untuk maju itu, cuma g taw knapa pas kmaren pratikum dyanya mngembang banget kbtulan seklompok juga sampai cari2 ksempatan untuk pluk2, saya mncoba cuek dan berfikir ulang mnyadarkan diri bahwah didalam kamus saya tidak ada namanya merebut pasangan orang lain ,,, apalagi yg udah tunangan ,,,

S: dianya juga yg gatel berarti.

T: mungkin , tp slama pngamatan kurang lbh 2tahun dya orangnya pndiam , ya memang baik ke cowok cuma g terlalu genit2 dan terbuka, dan pngamatan saya gak saya lakukan sendri tp juga mnta bantuan sahabat2,, dan dya orangnya kalem keibuan ,, cuma g tau kmaren sering curi2 pandang , tman2 yg lain pun curiga ,,, para sahabat saya cuma tersenyum dan bilang licik, pada saya karena mereka diwal mau ngebantu saya dapatin dya tp sayanya g mau, saya sadar dri

S: gatelnya kumat, umumnya dia kalem.
cuma kalau menyangkut orang, sebenarnya bukan masalah dapat/ngga dapat, bukan kepemilikan. krn ini orang, bukan barang.
menyangkut orang dgn segenap emosi dan perasaannya. orang bisa berubah, perasaannya bisa berubah.
walaupun secara sosial dia terikat/mengikat diri dgn seseorang.

T: oh gitu ya ,,hiihhihi nih td sms lagi , tp g aku bales kalo g mngenai plajaran atau hal yg pnting dan manfaat, karena saya orangnya to the point g mua basa basi, apalagi cuma modus maklumlah saya abg yg aneh hiihhihi

S: aku juga orangnya fokus/to the point.

T: kalo g ada feel aku susah untuk terbuka , sama orang mskipun sama sahabat2 bahkan ortu sendri , tp kalo sreg mskipun sama orag yg diknal di dumay atau ktemu skali ya langsung jujur curhat lebar panjang

S: memang bisa aja begitu. tergolong biasa juga sih.
nyambung or ngga nyambung, begitu istilahnya.

T: oh ya kak,,, untuk smntara saya, cuek ke dya gmna ??? takutnya dya cuma ingin ngetes saya aja kalo saya bnar2 ada rasa ke dia , perihal juga ada tman saya sendri yg mulai menggosipkan saya,,, ,,,,, ,,,, ,,, karena diawal se saya g tau lo dya tunangan dan sngaja saya menyetting da satu klompok sama saya , kbtulan saya panitianya dan semua panitian bisa memilih bebas kelompoknya,dari awal sdah ada settingan2 yg saya lakukan agar deket sama dya tanpa perantara orang lain tp, 7hari sblum hari H saya dah membatalkan rencana2 itu , mskipun satu klompok , tg g tau knapa seolah2 alam mendekatkan kami,mskipun saya sering memisahkan dari klompok dg alibi yg saya buwat tp tetep aja alam mnyatukan ,,, dari awal kan rencananya dya yg buwat makalah sdangkan data2nya ada pada saya semua , karena pikir saya dulu byar bisa bareng sama dya , tp skarang data2 yg saya dapatkan sdah tak kmas ke bntuk makalah dan langsung saya copi kan ke dya juga yg lain ,,, jd g terkesan modus dan yg lain ,,, saya sadr dri
maaf bahasanya agak njelimet

S: biarkan aja berjalan natural. ngga usah terlalu maksa juga buat pisah. tapi jangan juga terlalu usaha dekat. siapa tau dgn perjalanan waktu, perasaanmu padanya mereda.

T: dah mereda dan byasa lo skarang cuma karena presepsi2, dan dukungan2 tmn jadi malah timbul lagi bgitu jg dg ulahnya jadi merasa GR ,,,, ,,, klo kata orang2 wajahnya mirip saya cuma bedanya dya, putih

S: ngga masalah, jadi sahabat biasa aja.

T: g mau ,, lbh baik temnan aja ,,, takut kyk tmn ku ntar

S: sahabat/teman yg cocok wajahnya bisa jadi mirip, spt sodara.
sahabat/teman tanpa beban keterikatan. kalau kekasih jadi cenderung terikat.
iya temenan, kalau musuhan, kan malah jelek.

T: iya juga bnar karena slama ini ,, sering banyak cew yg mndekat nyaman se awalnya namun ktika sdah ada status pacaran justru posesif hihihihihihhi,,


sumber foto : www.merdeka.com

Bukan Harus Beragama

Kitab-kitab spiritual warisan budaya umat manusia jumlahnya ribuan. Termasuk agama, filsafat dan psikologi. Dari berbagai macam aliran. Luar negeri dan dalam negeri. Nasional maupun lokal. Lalu apakah harus saya membahasnya? Tentu saja tidak. Sekarang November 2014. Para penulisnya saja iri dengan kita, yg hidup di penghujung waktu. Kenapa kita harus mempelajari dunia dari mata mereka yg hidup ribuan, ratusan atau paling tidak puluhan tahun lalu? Tidak perlu sombong, tapi memang itu alasannya. Anda sudah jauh lebih canggih. Tidak perlu minder.

 

Bukan Harus Beragama

oleh Leonardo R.

Kitab-kitab spiritual warisan budaya umat manusia jumlahnya ribuan. Termasuk agama, filsafat dan psikologi. Dari berbagai macam aliran. Luar negeri dan dalam negeri. Nasional maupun lokal. Lalu apakah harus saya membahasnya? Tentu saja tidak. Sekarang November 2014. Para penulisnya saja iri dengan kita, yg hidup di penghujung waktu. Kenapa kita harus mempelajari dunia dari mata mereka yg hidup ribuan, ratusan atau paling tidak puluhan tahun lalu? Tidak perlu sombong, tapi memang itu alasannya. Anda sudah jauh lebih canggih. Tidak perlu minder.

Anda tidak menghargai diri sendiri karena seperti itulah yg diajarkan kepada anda. Anda dibilang berbudaya kafir dan sekarang harus mengikuti budaya labil atau saling berperang memperebutkan stempel Allah. Siapa yg pegang itu stempel akan menjadi penguasa dunia atau lebih tepatnya menjadi penunggang orang-orang Yahudi sehingga keuangan dunia akan masuk dompet organisasi keagamaan anda. Tentu saja dongeng. Yg sayangnya cukup banyak dipercaya. Kalau anda pakai hati, anda tidak perlu berpikir. Cukup percaya saja. Namanya keyakinan atau iman. Perlu iman untuk menerima barokah menjadi penguasa dunia. Walau bukan anda yg ditakdirkan pegang stempel penguasa dunia. Anda cukup pegang botol tinta. Stempelnya dipegang oleh pusat. Anda cukup beribadah dan beramal. Dan bertahan pakai hati. Begitu skenario Allah.

Sebaliknya, agama-agama di belahan dunia Timur seperti Indonesia tidak mengenal mutlak-mutlakan. Kalau anda percaya kepada leluhur atau Dewa Dewi Hindu, tidak dilarang bagi anda untuk juga percaya kepada para Buddha. Tidak juga dilarang untuk percaya kepada Yesus atau siapapun namanya yg datang dari Timur Tengah. Makanya agama-agama dari Barat seperti Islam dan Kristen bisa begitu mudah masuknya. Tadinya dikira cuma pemikiran baru. Dan terutama teknologi baru. Ternyata setelah masuk akhirnya mempraktekkan monopoli. Kolonialisme atau penjajahan. Kepercayaan lama diharamkan, dan harus mutlak pakai kepercayaan baru. Nasi sudah jadi lemper, tidak bisa jadi beras lagi. Otak sudah dicengkeram dengan adzab Allah, baik dari jenis Islam maupun Kristen. Karena ketahuilah, Allah bukan cuma ada di Islam saja. Kristen juga pakai Allah. Malah lebih dulu. Sudah pakai Allah ratusan tahun sebelum Islam. Dan karena sejak beberapa ratus tahun terakhir ini teknologinya lebih maju, maka Kristen lebih tidak toleran terhadap praktek-praktek warisan leluhur. Anda masih bisa menggabungkan Islam dengan ajaran kuno Jawa, menjadi Kejawen. Tapi tidak bisa dengan Kristen. Kalau Kristen namanya bukan Kejawen, tapi Kejawon. Mungkin. Tidak perlu dibuat, apalagi pakai hipnotis.

Saya tidak pakai hipnotis karena Sigmund Freud dan Carl Gustav Jung sudah meninggalkannya sebelum orang-tua anda lahir. Terbukti tidak efektif untuk menyembuhkan gangguan jiwa. Sebagai gantinya digunakan teknik konseling, penafsiran simbol bawah sadar, dan penelusuran alam pikiran manusianya sendiri. Konselor seperti saya cuma menjadi sparing partner. Rekan berbagi. Anda yg menyembuhkan diri anda sendiri. Bisa pakai Allah, bisa juga tidak, tergantung jenis kepercayaan apa yg mau anda pakai. Saya cuma memandu saja. Karena saya tahu yg bekerja adalah alam pikiran anda sendiri. Mau pakai agama apapun tetap saja yg bekerja alam pikiran anda. Mau pakai Allah ataupun tidak, tetap saja alam pikiran anda bisa bekerja. Tidak ada bedanya. Dewa Dewi dan Allah cuma simbol yg digunakan oleh anda untuk berkomunikasi. Bisa membantu meluruskan cara anda memandang yg selama ini digoyang tanpa henti oleh lingkungan. Dimulai dari orang tua yg menjajah anda. Keluarga dekat. Masyarakat luas. Anda dijajah tapi dipaksa untuk bilang anda bebas. Makanya jiwa anda sakit. Terlihat dari gejala yg anda tampilkan seperti menjadi fanatik. Atau jadi lebay. Atau jadi gila hormat. Atau jadi rendah diri. Semuanya hasil akhir penjajahan pikiran anda oleh manusia lain. Bisa anda buang siksa itu dan menjadi manusia bebas. Kalau anda mau jujur. Melihat ke dalam diri dan mengambil keputusan. Sebagai manusia dewasa anda tidak perlu hipnotis.

Tidak perlu juga pakai afirmasi. Afirmasi berasal dari bahasa Inggris, affirmation. Penegasan. Seolah-olah selama ini kurang tegas, sehingga harus ditegaskan berkali-kali. Misalnya kata saya bahagia, diulang 1000 X. Atau asma Allah, diulang 10,000 X. Orang pikir yg bekerja adalah kata-katanya. Menurut saya tidak. Yg bekerja adalah fokus anda. Pikiran anda fokus ketika mengucapkan afirmasi, dan itulah yg bekerja. Jadi, anda mengucapkan sejuta kali nama Tuhan atau sejuta kali nama Setan tidak akan menjadi masalah selama pikiran anda fokus. Kalau anda fokus, anda bisa bekerja. Bisa melihat sudah sampai mana pekerjaannya. Dan apa yg harus dilakukan berikutnya. Bukan harus beragama.

Indonesia diagamakan oleh rezim Orde Baru dengan konsepsinya tentang agama resmi dan agama liar. Mulailah pencantuman kolom agama di dalam KTP. Tadinya tidak seperti itu. Kenapa jadi begitu? Karena ada ancaman komunisme dari benua Asia. Dianggap agama menjadi benteng terhadap komunisme. Setelah komunisme tumbang dan Tiongkok menjadi negara terkaya di dunia karena memiliki tabungan US $ paling banyak, maka Indonesia memble. Yg beragama menjadi terpuruk hidup di neraka, dan yg komunis menjadi kaya raya hidup di surga. Tapi cuma bisa dimengerti oleh anda yg cerdas. Tahu bahwa surga neraka cuma istilah saja. Gunanya untuk menangkap jiwa anda. Anda akan didata sumbangannya berapa, setelah itu ditentukan berapa dekat tempat anda di sisi Allah. Bukan itu saja dosa Orde Baru, melainkan juga pemaksaan pernikahan seagama. Warganegara dipaksa beragama. Dan beragama resmi saja. Dan menikah seagama saja. Maksudnya supaya anda bisa dikontrol oleh pengurus agama. Dan pengurus agama dikuasai oleh negara. Begitu skenarionya. Silahkan anda pelajari sendiri sejarah ini. Tidak usah mengkhayal.

Negara bukan manusia, tidak bisa beragama. Membawa-bawa agama dalam kehidupan kemasyarakatan terbukti menguntungkan segelintir orang yg menempatkan dirinya sebagai wakil Tuhan. Rasul Tuhan. Rasulullah. Padahal setiap orang adalah rasulullah bagi dirinya sendiri. Kalau anda menjadi rasulullah, anda disebut yg terpuji. Manusia yg terpuji. Terpuji apanya? Bukan terpuji agamanya tetapi kelakuannya. Anda bisa dipuji karena terbukti suka blusukan, dan tidak bermain pencitraan. Anda tidak korupsi walaupun kesempatan tersedia. Anda tidak sesumbar mau digantung di Monas, padahal maksud anda di pohon toge. Tidak begitu. Anda terpuji karena nama anda Pujiastuti. Kalau laki-laki, nama anda Pujiastuto.


3 Nov 2014

Kenapa Anda Belum Berubah?

  Revolusi mental, bukan revolusi hati. Tempatnya di kepala, bukan di dada. Penggunaan hati sudah dari dahulu kala, dan termasuk yg harus kena revolusi. Atau perubahan cepat sekali. Ada yg baru, bukan barang basi.

oleh Leonardo R.

Kita sudah masuk jaman revolusi mental, kenapa anda belum berubah? Revolusi mental, bukan revolusi hati. Tempatnya di kepala, bukan di dada. Penggunaan hati sudah dari dahulu kala, dan termasuk yg harus kena revolusi. Atau perubahan cepat sekali. Ada yg baru, bukan barang basi.

Ada gelombang otak Gamma yg kecepatannya 2 X kecepatan Beta. Penyembuhan memang bisa terjadi di gelombang otak rendah sekali seperti Theta. Tetapi ada jebakannya, yaitu kebanyakan orang tidak bisa mempertahankan gelombang otak sadar penuh. Paling tidak di Beta harus tetap ada. Jadi, ada gelombang otak cepat dan rendah yg berjalan bersamaan. Kalau bisa di gelombang otak Gamma. Yg saya bilang frekwensi gelombang otak Kun Fayakun adalah penggabungan gelombang otak meditasi mendalam, yaitu Theta, dengan gelombang otak sadar intens, yaitu gelombang otak Gamma. Itu yg saya praktekkan selama ini. Rasanya beda kalau dibandingkan dengan frekwensi yg dipancarkan para meditator umum. Mereka klayar kliyer dalam gelombang otak rendah, sedangkan saya sadar penuh. Harus begitu untuk bisa bilang amin dalam konseling. Tapi yg ini kayaknya belum pernah ada yg menteorikan. Saya juga baru menulis sekali-sekali saja. Tentang gabungan antara gelombang otak samadhi dan gelombang otak di atas kesadaran normal. Belum ada EEG, yaitu alat yg bisa mengukur gelombang otak saya. Kalau sudah pernah diukur secara obyektif, maka baru bisa saya tuliskan dengan cukup mantap. Sekarang juga bisa. Tapi cuma berdasarkan perkiraan saja. Fokusnya tetap sama, yaitu di cakra mata ketiga. Patokannya di titik antara kedua alis mata. Dan bahkan tidak perlu meditasi formal. Bagi saya sendiri, semakin banyak bicara maka gelombang otak saya akan semakin turun. Mungkin karena saya banyak guyon dan tertawa. Karena saya tertawa, gelombang otak saya turun terus. Yg diajak bicara juga begitu. Makanya dengan bercanda-canda bersama saya di sarasehan, banyak teman langsung mencapai gelombang otak samadhi. Tinggal pasang aksi seperti Buddha Borobudur. Tapi jangan lupa, fokus di titik ajna harus tetap ada. Walaupun bicara dan tertawa. Mungkin itu rahasianya.

Jalan spiritual sebanyak jumlah manusia di atas bumi. Setiap manusia punya jalannya sendiri, yaitu yg diinjak oleh kakinya. Apa yg anda injak, itulah jalan anda. Makanya jangan suka menginjak kaki orang lain. Jangan berdesak-desakan seperti kebiasaan jelek orang Indonesia, termasuk saya. Tidak mau tapi terkadang terpaksa. Karena memang macet jalannya. Penuh kendaraan roda empat. Dan roda dua. Begitu penuhnya sehingga bahkan, ketika saya turun kendaraan, dan jalan dengan dua kaki saya, tetap saja masih berdesakan. Seperti orang-orang yg mengantri mau masuk surga. Jangankan surga, jalanan di Jakarta juga harus mengantri. Walaupun harusnya tidak begitu kalau anda tahu caranya. Bukan hanya lewat kiri jalan yaitu syariat, tarekat, hakekat dan makrifat. Melainkan juga bisa lewat kanan jalan yaitu kebalikannya: makrifat, hakekat, tarekat dan syariat. Anda tidak perlu mempertahankan salah kaprah seolah-olah semua jalan harus berurutan dari syariat sampai makrifat. Dari jalan sempit sampai jalan tol. Tidak begitu. Karena yg mulai dari jalan tol juga ada, dan makin lama makin menyempit. Sama-sama dari Timur Tengah juga. Yg dari tradisi Islam biasanya mulai dari syariat, sedangkan yg dari tradisi Kristen biasanya mulai dari makrifat. Apa bisa? Bisa saja karena kenyataannya di Kekristenan seperti itulah yg diajarkan. Anda akan diberitahu sejak awal bahwa Allah hidup di dalam anda, dan anda hidup di dalam Allah. Anda sudah makrifat. Setelah itu baru diberitahu tentang hakekat Allah yaitu cinta kasih, dan bukan hanya cinta berahi. Lalu ada tarekat ketika anda bisa memilih mau melayani sesama dalam bidang apa saja. Apakah memberikan inisiasi kundalini atau reiki, atau cuma mau menyembuhkan anak tetangga anda menggunakan tenaga prana. Setelah itu baru syariatnya, yaitu syarat-syarat apa yg ingin anda terapkan kepada diri anda sendiri. Yg tentu saja berbeda-beda. Organisasi keagamaan menetapkan syariat sendiri, dan anda juga bisa menetapkan syariat sendiri. Tidak ada yg bisa saling memaksa. Anda sudah makrifat, tidak bisa dipaksa.

Seperti komunisme, agama cuma bisa berjaya kalau dipaksakan dengan kekerasan. Oleh aparat negara. Komunisme adalah ekstrim kiri, dan agama adalah ekstrim kanan. Mereka yg tinggal di negara maju tahu hal ini, tetapi kita tidak tahu. Kita pikir pemaksaan agama benar, dan pemaksaan komunisme salah. Yg benar, pemaksaan keduanya salah. Negara tidak boleh memaksa warganya untuk menjadi komunis ataupun beragama. Merupakan HAM tiap warga bumi untuk berideologi apapun, termasuk yg dinamakan agama. Agama itu ideologi juga, artinya sistem ide. Ada latar belakang pemikiran, sekaligus buku pintarnya. Diperkirakan bisa menjawab semua pertanyaan di dunia. Bahkan di akhirat. Merupakan hak bebas tiap orang untuk menganut ideologi apapun asalkan tidak melanggar ketertiban masyarakat. Tetapi bahkan hak kebebasan yg mendasar ini pun masih dilecehkan sampai sekarang di beberapa bagian tertentu di bumi. Komunisme boleh bilang sudah habis. Agama belum habis. Masih dipaksakan sejadi-jadinya. Mungkin ini bagian dari tahap akhir sebelum satu bumi bisa disatukan. Dalam satu pemerintahan universal. Anda yg tadinya warga negara terpuruk sarat korupsi bernuansa keagamaan akan otomatis menjadi warga dunia makmur dengan perlindungan HAM menyeluruh. Kita sedang menuju kesana. Sekarang masih upgrade diri dulu.

Orang-orang yg selama ini bermain di cakra jantung akan digoyang habis-habisan oleh alam di jaman Revolusi Mental. Cakra jantung adalah apa yg disebut hati oleh orang Indonesia. Perasaan belaka, yg ditentukan oleh hubungan antar manusia. Bukan otak mengatur hati, tetapi hati mengatur otak. Sumber malapetaka berkepanjangan bagi bangsa Indonesia. Dan sekarang digoyang secara ghoib. Bukan oleh saya, tetapi oleh alam. Saya membaca pertanda alam. Dan begini lho penjelasannya. Peradaban manusia bergerak dari era primitif, cakra dasar. Bertahan untuk hidup dalam dunia hewani, kurang lebih. Setelah itu naik ke cakra sex. Ini peradaban kawin campur. Asal campur pasti kawin. Lalu perang dengan satu sama lain, atau peradaban cakra solar plexus. Tempatnya di perut. Setelah itu baru cakra jantung, yaitu yg mementingkan perasaan. Dari cakra jantung naik lagi ke cakra tenggorokan, artinya mulai bisa berkomunikasi menggunakan konsep-konsep yg rasional. Anda semua sudah bisa itu. Dari bawah sampai atas. Tapi sebagian masih belum bisa naik ke cakra mata ketiga. Terhambat di cakra jantung yg anda sebut hati itu. Hambatannya adalah perasaan. Rasa takut. Takut salah, takut benar, takut segala-galanya.

Anda yg menyangkut di cakra jantung mudah sekali dikenali, karena akan selalu bicara tentang hati. Tidak kritis menggunakan kemampuan anda untuk berpikir. Anda cuma merasakan apa yg ada di hati. Mengambil keputusan mengikuti hati. Tentu tidak salah karena itu hidup anda. Bukan milik orang lain. Menurut pengalaman saya, anda yg seperti itu tidak akan naik tingkat kecuali kena batunya. Kalau anda sudah jatuh sampai hampir mati, ada kemungkinan anda mau berubah. Dan barulah bisa naik tingkat.

Pajak atas Wajib Pajak di bawah 4.8 Milyar

peraturan pemerintah no.46 tahun 2013 tentang pajak penghasilan atas penghasilan dari usaha yg diterima atau diperoleh wajib pajak yg memiliki peredaran bruto tertentu.

sumber : http://www.academia.edu/4927978/Pajak_atas_Wajib_Pajak_di_bawah_4_8_Milyar?login&email_was_taken=true



pajak atas wajib pajak di bawah 4,8 milyar
 
peraturan pemerintah no.46 tahun 2013 tentang pajak penghasilan atas penghasilan dari usaha yg diterima atau diperoleh wajib pajak yg memiliki peredaran bruto tertentu.

dasar hukum
*pasal 4 ayat (2) huruf e UU PPh:
dengan menggunakan peraturan pemerintah (PP) dapat ditetapkan cara menghitung pajak penghasilan yg lebih sederhana dibandingkan dgn menggunakan UU PPh secara umum.

penyederhanaannya yakni WP hanya menghitung dan membayar pajak berdasarkan peredaran bruto (omzet)
*pasal 17 ayat (7) UU PPh
pada intinya penerbitan PP 46 tahun 2013 ditujukan terutama untuk kesederhanaan dan pemerataan dalam melaksanakan kewajiban perpajakan.

apa yg dikenai pajak berdasarkan PP 46 tahun 2013?
(objek pajak)
*penghasilan dari usaha yg diterima atau diperoleh wajib pajak dgn peredaran bruto (omzet) yg tidak melebihi Rp 4,8 milyar dalam 1 tahun pajak.


 sumber gambar : zona-prasko.blogspot.com

2 Nov 2014

PPh Pasal 21 pegawai yang masuk kerja bukan sejak awal tahun

Ada karyawan perusahaan saya yang baru mulai masuk kerja bulan ini. Bagaimana cara menghitung pajak yang harus kami potong ? Apakah sama dengan karyawan lainnya yang sejak awal tahun sudah bekerja di perusahaan saya ? Begitulah sebuah pertanyaan yang timbul dari hasil diskusi saya dengan seorang teman yang bekerja di sebuah perusahaan swasta. 

sumber : http://aguswinarno.blogspot.com/2010/11/pph-pasal-21-pegawai-yang-masuk-kerja.html

28 Mei 2013

Ada karyawan perusahaan saya yang baru mulai masuk kerja bulan ini. Bagaimana cara menghitung pajak yang harus kami potong ? Apakah sama dengan karyawan lainnya yang sejak awal tahun sudah bekerja di perusahaan saya ? Begitulah sebuah pertanyaan yang timbul dari hasil diskusi saya dengan seorang teman yang bekerja di sebuah perusahaan swasta.

Dalam Pasal 14 Ayat (4) Perdirjen Pajak No.PER-31/PJ/2012 diatur bahwa dalam hal kewajiban pajak subjektif pegawai tetap terhitung sejak awal tahun kalender dan mulai bekerja setelah bulan Januari, termasuk pegawai yang sebelumnya bekerja pada pemberi kerja lain, banyaknya bulan yang menjadi faktor pengali sebagaimana dimaksud pada Ayat (2) atau faktor pembagi sebagaimana dimaksud pada Ayat (3) adalah jumlah bulan tersisa dalam tahun kalender sejak yang bersangkutan mulai bekerja.

Berapa besarnya PPh Pasal 21 yang dipotong oleh perusahaan terhadap penghasilan pegawai tetap dengan kasus seperti itu ? Berikut ini langkah-langkahnya :

Langkah 1 :
Hitung jumlah Penghasilan Bruto yang diterima atau diperoleh selama sebulan, yang meliputi seluruh gaji, segala jenis tunjangan dan pembayaran teratur lainnya, termasuk uang lembur (overtime) dan pembayaran sejenisnya.
Untuk perusahaan yang masuk program Jamsostek, premi Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), premi Jaminan Kematian (JK) dan premi Jaminan Pemeliharaan Kecelakaan (JPK) yang dibayar oleh pemberi kerja merupakan penghasilan bagi pegawai. Ketentuan yang sama diberlakukan juga bagi premi asuransi kesehatan, asuransi kecelakaan kerja, asuransi jiwa, asuransi dwiguna, dan asuransi bea siswa yang dibayarkan oleh pemberi kerja untuk pegawai kepada perusahaan asuransi lainnya. Dalam menghitung PPh Pasal 21, premi tersebut digabungkan dengan Penghasilan Bruto yang dibayarkan oleh pemberi kerja kepada pegawai.

Langkah 2 :
Hitung jumlah Penghasilan Neto sebulan yang diperoleh dengan cara mengurangi Penghasilan Bruto sebulan dengan Biaya Jabatan, iuran pensiun, iuran Jaminan Hari Tua (JHT), iuran Tunjangan Hari Tua (THT) yang dibayar sendiri oleh pegawai yang bersangkutan melalui pemberi kerja kepada Dana Pensiun yang pendiriannya telah disahkan oleh Menteri Keuangan atau kepada Badan Penyelenggara Program Jamsostek.
Besarnya Biaya Jabatan adalah 5% dari Penghasilan Bruto, setinggi-tingginya Rp 500.000,- sebulan.

Langkah 3 :
Hitung Penghasilan Neto setahun.
Dalam hal seorang pegawai tetap dengan kewajiban pajak subjektifnya sebagai Wajib Pajak dalam negeri sudah ada sejak awal tahun, tetapi mulai bekerja setelah bulan Januari, maka Penghasilan Neto setahun dihitung dengan mengalikan Penghasilan Neto sebulan dengan banyaknya bulan sejak pegawai yang bersangkutan mulai bekerja sampai dengan bulan Desember.

Langkah 4 :
Hitung Penghasilan Kena Pajak, yaitu sebesar Penghasilan Neto setahun dikurangi dengan Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP).
Besarnya PTKP untuk diri Wajib Pajak Orang Pribadi adalah Rp 24.300.000,- dengan tambahan untuk Wajib Pajak yang kawin Rp 2.025.000,- dan tambahan untuk setiap anggota keluarga sedarah dan keluarga semenda dalam garis keturunan lurus serta anak angkat, yang menjadi tanggungan sepenuhnya, paling banyak 3 (tiga) orang untuk setiap keluarga adalah Rp 2.025.000,-

Langkah 5 :
Hitung PPh Terutang dengan menerapkan tarif Pasal 17 UU PPh terhadap Penghasilan Kena Pajak.
Penghasilan Kena Pajak sampai dengan Rp 50.000.000,- tarif pajaknya adalah 5%. Tarif pajak ini progresif hingga maksimal 30%.
Besarnya tarif pemotongan PPh Pasal 21 yang diterapkan terhadap Wajib Pajak yang tidak memiliki NPWP lebih tinggi 20% (dua puluh persen) daripada tarif yang diterapkan terhadap Wajib Pajak yang dapat menunjukkan NPWP.

Langkah 6 :
Hitung PPh Pasal 21 sebulan, inilah yang harus dipotong dan atau disetor ke Kas Negara, yaitu sebesar jumlah PPh Pasal 21 setahun dibagi dengan banyaknya bulan sejak pegawai yang bersangkutan mulai bekerja sampai dengan bulan Desember.


Contoh penghitungan PPh Pasal 21 atas penghasilan pegawai yang kewajiban pajak subjektifnya sebagai Subjek Pajak dalam negeri sudah ada sejak awal tahun kalender tetapi baru bekerja pada pertengahan tahun :

Budiyanta bekerja pada PT Xiang Malam sebagai pegawai tetap sejak 1 September 2013. Budiyanta menikah tetapi belum punya anak. Gaji sebulan adalah sebesar Rp 8.000.000,00 dan iuran pensiun yang dibayar tiap bulan sebesar Rp 150.000,00.

Penghitungan PPh Pasal 21 tahun 2013 adalah sebagai berikut :
Gaji sebulan = Rp 8.000.000,00

Pengurangan :
1. Biaya Jabatan = 5% x Rp 8.000.000,00 = Rp 400.000,00
2. Iuran Pensiun = Rp 150.000,00
Total pengurangan = Rp 550.000,00

Penghasilan neto sebulan = Rp 8.000.000,00 - Rp 550.000,00 = Rp 7.450.000,00
Penghasilan neto setahun = 4 x Rp 7.450.000,00 = Rp 29.800.000,00

PTKP :
1. Untuk WP sendiri = Rp 24.300.000,00
2. Tambahan WP kawin = Rp 2.025.000,00
Total PTKP = Rp 26.325.000,00

Penghasilan Kena Pajak setahun = Rp 29.800.000,00 - Rp 26.325.000,00 = Rp 3.475.000,00
PPh Pasal 21 terutang = 5% x Rp 3.475.000,00 = Rp 173.750,00
PPh Pasal 21 sebulan = Rp 173.750,00 : 4 = Rp 43.438,00

Informasi peraturan lebih detail silahkan dilihat di :
 sumber gambar : blog.ub.ac.id

1 Nov 2014

nasehat yg klise tapi benar

T: Embok ngah gimana cara buang kesialan maaf tiang inbok embok

S : Anda terpengaruh oleh alam bawah sadar anda yg sudah terprogram tentang benar dan salah. Kalau alam bawah sadar anda bilang benar, maka anda merasa beruntung. Kalau alam bawah sadar anda bilang tidak benar, anda merasa sial. Yg orang tidak tahu, bahkan alam bawah sadar diprogram dari alam sadar. Kalau anda mau hidup biasa saja dan menikmati, tanpa disiksa oleh figur dari alam bawah sadar anda, maka anda harus melakukan sesuatu yg menyatakan bahwa sekarang anda bebas, dan tidak tergantung dari figur itu lagi. Jelasnya, saya sarankan anda untuk buang kepercayaan yg membuat anda merasa sial. Kalau anda sudah tidak percaya, tunjukkan secara fisik anda tidak percaya. Maka kesialan akan hilang dari hidup anda. Kalau anda setengah-setengah, kesialan akan semakin bertambah sampai anda lepas segala-galanya. Akhirnya mau tidak mau anda lepaskan, tidak ada cara lain lagi. Anda berubah dulu, terserah berubahnya bagaimana, lalu perhatikanlah. Orang-orang pasti akan berubah menghadapi anda. Kalau anda berubah, mereka berubah. Kalau anda tidak berubah, mereka tetap akan seperti itu. Begitu prinsipnya. Anda harus berubah menjadi orang yg lain sama sekali. Bukan anda yg sekarang, bukan anda yg dulu. Bukan menjadi seperti orang yg anda kenal. Pola berpikir dan tingkah laku tidak terhitung. Tinggal pilih saja. Bisa eksperimen juga. Lihat yg mana yg paling efektif. Anda harus menjadi diri anda sendiri. Tapi diri anda yg seperti apa? Kalau anda bahagia dengan diri anda yg sekarang, teruskanlah. Kalau tidak bahagia, berubahlah. Kalau tidak mau berubah, resikonya tanggung sendiri. Beban atau konsekwensi dari pilihan apapun selalu ditanggung oleh diri kita sendiri. Kalau merasa terlalu berat, maka kita bisa berubah. Bukan menjadi manusia palsu, tetapi semakin menjadi diri sendiri. Semakin lama semakin menjadi diri sendiri yg asli. Itu juga kalau mau. Kalau tidak mau berubah tidak ada yg paksa

T : Jadi harus gimana embok

S : Kalau anda mau hidup biasa saja dan menikmati, tanpa disiksa oleh figur dari alam bawah sadar anda, maka anda harus melakukan sesuatu yg menyatakan bahwa sekarang anda bebas, dan tidak tergantung dari figur itu lagi. Jelasnya, saya sarankan anda untuk buang kepercayaan yg membuat anda merasa sial. Kalau anda sudah tidak percaya, tunjukkan secara fisik anda tidak percaya. Maka kesialan akan hilang dari hidup anda. Kalau anda setengah-setengah, kesialan akan semakin bertambah sampai anda lepas segala-galanya. Akhirnya mau tidak mau anda lepaskan, tidak ada cara lain lagi.

Kalau alam bawah sadar anda bilang benar, maka anda merasa beruntung. Kalau alam bawah sadar anda bilang tidak benar, anda merasa sial.

T : Jaddi ƳªϞƍ turutin alam bawah gitu

S : kalau anda merasa sial maka bakal sial terus. tapi kalau mau bersyukur dgn keadaan apa adanya sekarang dan berfikir positif dan kreatif mengolah apa yg ada serta mau berusaha ke arah yg lebih baik dan mau memperbaiki, maka bisa beruntung.

kalau alam bawah yg jelek dituruti maka bakal tambah sial.

itu saja dilaksanakan. kalau berkeluh kesah terus akan makin terpuruk. pilihan ada di tangan anda, mau terus menerus mengeluh atau berusaha bangkit.

T : -̶̶•-̶̶•̸Ϟ•̸Sukse♏ą•̸Ϟ•̸-̶̶•-̶. ♌ğƍîћ embok ngih tiang kal..mencoba memahami hal itu

S : hidup memang akan ada selalu fase jatuh dan bangun. tapi jatuhnya jangan lama-lama. optimis itu adalah naturalnya orang hidup.

kalau pesimis itu berarti segera menuju kematian atau mayat berjalan kalau pesimisnya menetap.

T : Ɣª embok bersedikah embok nunutun tiang dikala tiang terpuruk

S: saya ngga selalu bisa menuntun orang. sebagai orang yg sudah dewasa, belajarlah berjalan sendiri dgn segenap konsekwensi dari pilihan yg dijalani.

T : "̮̩̩̥OK,,OK̩̩̥"̮ -̶̶•-̶̶•̸Ϟ•̸Sukse♏ą•̸Ϟ•̸-̶̶•-̶. ♌ğƍîћ...-̶̶•-̶̶•̸Ϟ•̸Sukse♏ą•̸Ϟ•̸-̶̶•-̶. ♌ğƍîћ uddahj berbagi

sumber foto : yu11y.wordpress.com

Revolusi Mental Pakai Cakra Mata Ketiga

 Masih banyak yg harus dilalui setelah meninggalkan agama, walaupun tidak meninggalkan Allah. Atau lebih tepatnya menjadi diri sendiri karena Allah tidak pernah lebih jauh atau lebih dekat dari anda. Tidak tergantung agama.

oleh Leonardo R.:

Ada orang bercakra jantung menulis komentar di catatan saya. Kenapa saya bisa langsung tahu? Mudah saja, karena tanpa diminta dia langsung menilai saya dan memberikan nasehat. Sedangkan saya kenal saja tidak. Dia juga tidak memperkenalkan diri. Langsung menilai baik atau buruk. Ditambah dengan nasehat. Itu umum, orang yg cakranya terganjal di jantung memang seperti itu. Mungkin tidak akan bisa naik lagi. Yg membuat saya berterimakasih, orang ini menyebut nama Gede Prama sebagai orang yg pakai cakra jantung. Memang benar. Walaupun belum pernah bertemu, saya tahu yg dipakai cakra jantung. Orang yg pakai cakra jantung cuma bisa kena dengan anda yg punya perasaan berdosa. Anda merasa berdosa dan ingin dibelai? Pergilah ke penyembuh yg kuat di cakra jantung. Gede Prama salah satunya. Teman kita Anand Khrisna juga kuat di cakra jantung. Mungkin Anand yg terkuat. Kuat sekali cakra jantungnya sehingga bisa membuat orang lain terikat kepadanya. Cakra jantung bisa mengikat orang. Guru-guru agama yg punya pengikut setia mungkin kuat juga di cakra jantung. Bahkan guru besar kehormatan kita Kyai Achmad Chodjim juga kuat di cakra jantung. Kalau sudah stabil memang bagus untuk dirinya sendiri. Bagus juga untuk lingkungannya. Sayangnya tidak kritis. Kalaupun kritis, masih ada kemelekatan disitu. Rasanya lengket karena ini bukan cakra yg tertinggi. Masih bisa naik lagi ke cakra tenggorokan dan cakra mata ketiga. Jokowi tidak pakai cakra jantung, tapi pakai cakra mata ketiga. Revolusi mental di cakra mata ketiga.

Takut akan Allah adalah awal dari hikmat. Sepenggal kalimat itu apabila bisa anda cermati maknanya akan menuntun anda untuk menemukan hidayah. Bukan memperoleh hidayah seperti kemampuan menggunakan daya pemikat sehingga akhirnya ditunjuk menjadi menteri pendayagunaan agama, tetapi hidayah yg artinya kurang lebih sama seperti hikmat. Yaitu kebijaksanaan. Kemampuan untuk menimbang dan memutuskan. Bukan mengikuti cocologi dan tidak bisa melepaskan diri dari jeratannya. Seperti mengutuk orang Yahudi dan merasa anda berjasa kepada Allah. Tidak begitu. Takut akan Allah adalah awal dari hikmat merupakan ayat yg saya ambil dari kitab suci Yahudi. Kitab Amsal Sulaiman. Amsal artinya peribahasa, dalam hal ini dikeluarkan oleh Raja Sulaiman. Atau paling tidak lingkungan dekatnya. Orang-orang yg bijaksana sehingga bisa mendaya-gunakan sumber alam terbatas di Palestina. Sumber alam terbatas, sumber daya manusia apalagi. Tetapi bisa didaya-gunakan dengan maksimal. Dengan manajemen. Dan Allah disitu bukanlah sesuatu yg didefinisikan seperti Asmaul Husna. Allah tidak perlu dibatasi dan dipajang batas-batasnya sebanyak 99 saja. Allah adalah alam semesta dan kekuatan maupun kelemahannya. Ada alam semesta besar secara fisik yg bisa terdaftar di panca indra anda. Atau tidak terdaftar tapi tercatat saja di alam bawah sadar anda. Ada itu, dan bukan di kitab-kitab. Makanya saya bilang Allah tidak ada di dalam kitab suci. Yg itu barang cetakan, bisa dikorupsi. Allah bahkan tidak ada di dalam agama. Agama mungkin termasuk bagian dari Allah, tetapi apabila begitu maka segala macam non agama juga. Segala sesuatu yg bisa anda sebutkan merupakan bagian dari Allah. Dan triuliunan kali triliunan kali lagi. Lebih dan lebih lagi. Tidak terbatas. Dan itulah alasannya saya tidak takut agama. Allah bukan agama. Allah bukan ulama. Allah bukan Kementerian Agama. Allah bukan syariat agama. Allah tidak bisa dibatasi oleh manusia. Mulai jelas? Apabila ya, maka anda mulai memperoleh hikmat. Mulai mengerti apa artinya takut akan Allah. Takut Allah bukan berarti takut agama dan perangkatnya.

Masih banyak yg harus dilalui setelah meninggalkan agama, walaupun tidak meninggalkan Allah. Atau lebih tepatnya menjadi diri sendiri karena Allah tidak pernah lebih jauh atau lebih dekat dari anda. Tidak tergantung agama. Jalannya masih panjang, dan meninggalkan agama cuma langkah pertama. Atau salah satu langkah yg pertama. Meninggalkan agama bukan berarti menjadi kacau. Anda bisa saja tetap konservatif seperti saya. Dan masih bisa menikmati ritual dari banyak agama. Meninggalkan agama artinya tidak tergantung dari agama. Apalagi dari ulama. Anda tahu martabat anda, hak-hak anda. Anda tidak bisa dihipnotis lagi, tidak mempan angin surga, apalagi angin neraka.

Saya menulis untuk anda yg sudah tidak mau percaya lagi kepada agama karena pengalaman pribadi. Pernah ditipu sekali dua kali. Anda maafkan dan anda ditipu lagi. Begitu seterusnya dan masih berlangsung terus sampai detik ini. Sampai anda bilang cukup sudah. Anda tidak mau ditipu lagi. Tanpa perlu anda beberkan segalanya dari A sampai Z, karena semua orang yg pernah ditipu juga sudah tahu. Yg belum pernah ditipu belum tahu, makanya masih harus membuktikan apa benar ditipu. Yg sedang ditipu masih mau membuktikan sampai mana mau ditipu. Saya sendiri sudah membuktikan bahwa penipu di keagamaan tidak akan berhenti menipu karena pada dasarnya azas agama adalah tipa-tipu. Anda ditempa untuk bisa ditipu. Dan mensyukurinya. Kalau anda tidak bersyukur artinya anda masih harus ditempa. Padahal anda bukan besi. Bukan besi tempa atau besi yg dipukul dan dipukul agar terbentuk menjadi alat. Lalu alat ini digunakan untuk mencangkul cangkul yg dalam, menyebarkan agama di kebun orang. Saya tahu gayanya, anda juga mungkin tahu. Tapi mulut anda berucap bahwa yg seperti itu namanya nikmat. Nikmatilah. Artinya nikmatnya sang ilah. Nikmatnya Tuhan. Dengan harapan sebentar lagi terpaan itu akan menghilang dan anda dihitung sebagai orang beriman. Begitulah permainan keagamaan. Dan tentu saja akan begitu terus, tanpa henti, sampai tidak ada lagi yg percaya. Sama saja seperti produk buatan pabrik. Produksi dihentikan kalau tidak ada pembeli. Kalau masih ada, maka akan dilempar terus ke pasar. Anda dianggap pasar. Bisa diperiksa, dijajah, dilepaskan. Sesuka orang yg anda berikan kesempatan untuk menguasai anda. Sampai anda bilang cukup sudah.

Apa susahnya mengingatkan semua orang bahwa sumpah pemuda cuma berisikan tiga hal? Nusa, bangsa, dan bahasa. Tidak pakai agama. Lewat begitu saja beberapa hari lalu. Mungkin karena orang merasa ketiganya bisa disatukan menjadi agama. Seolah agama perekatnya. Padahal agama penghancurnya. Negara bangsa atau nation state seperti Indonesia merupakan produk baru, kelanjutan dari renaissance atau abad pencerahan di Eropa. Yg kita semua tahu merupakan titik balik setelah berabad-abad dicengkeram oleh kuku bernama abad pertengahan. Atau dikenal juga sebagai abad kegelapan. Dikuasai oleh agen-agen Lord Voldermort yg duduk menjadi pejabat dan ulama. Tapi kita tak gentar. Belajar dengan sungguh-sungguh di sekolah sihir. Melahirkan banyak Harry Potter tanpa melalui hubungan sex gelap. Kita hanya punya satu ibu pertiwi. Dan maju tak gentar membela yg terkapar terkena sihir. Ingat, abad kegelapan ingin menancapkan kembali kuku bimanya. Anda harus berjuang terus. Tidak pakai agama karena itu ramuan dari YTBDN. Kependekan dari Yang Tidak Bisa Disebutkan Namanya. Anda bisa disebutkan. Sebutkan nama anda dan ucapkan sumpah pemuda. Itu manteranya. Tidak pakai agama.