16 Agu 2013

Dibangunkan dari Tidur

T = Hallo Pak Leo, sudah beberapa hari belakangan ini saya merasa dibangunkan dari tidur. Yang pertama menjelang pagi oleh seorang wanita muda (gadis) berpakaian seragam tentara atau kowad atau bahkan hansip; dengan paras muka yang jelas yang berdiri di samping tempat tidur saya tetapi sebelum keheranan saya hilang, ternyata dia lenyap. Kedua kalinya saya juga dibangunkan tetapi sekarang sebelum tengah malam, oleh dua orang gadis berjilbab putih tetapi mukanya tidak kelihatan karena dari samping, yang berdiri di samping tempat tidur saya. Juga saya heran dan lalu menghilang. Apakah ini ada artinya, apa yang barangkali akan terjadi, supaya saya dapat berjaga-jaga (prepare diri) dengan mengestimasi keadaan. Seumur hidup hal semacam ini belum pernah terjadi. Untuk diketahui, saya tinggal (hidup) seorang diri karena istri sudah meninggal tanpa anak sehingga tidak ada yang bisa diajak bicara.


J = Mimpi anda itu sangat simbolik, dengan simbol-simbol yang sangat jelas. Wanita muda yang membangunkan anda itu merupakan simbol dari higher self juga, diri kita sendiri yang lebih tinggi. Siapa bilang bahwa "higher self" itu harus selalu berupa orang tua? ... Tidak seperti itu kenyataannya. Higher Self adalah diri kita sendiri yang tidak memiliki fisik, tapi hidup di dalam kesadaran / consciousness kita sendiri. Terkadang mereka bisa muncul di dalam kesadaran kita. Dan ketika mereka muncul, maka kita bisa merasa melihat sesuatu. Terkadang yang kita lihat seperti orang tua dengan pakaian adat jaman dahulu, bisa juga seperti seorang ratu yang bertaburan permata, bisa juga seperti gadis muda, bisa juga seperti anak kecil. Semuanya itu simbol dari kesadaran kita sendiri yang memang ageless, tidak memiliki usia. Kalau kita asumsikan bahwa dimansi ruang dan waktu itu illusi, maka sebenarnya tubuh fisik dan usia kita itu juga illusi belaka. Kita itu ada karena kita ada. Dan kita ada itu bisa berupa kita yang anak kecil, bisa berupa kita yang orang dewasa, dan bisa juga berupa kita yang orang tua. Semuanya itu diri kita sendiri, yang mengambil berbagai macam bentuk apabila muncul di "Penglihatan".
Penglihatan itu bisa berupa mimpi, bisa juga muncul begitu saja di depan mata, bahkan ketika kita tidak sedang tidur.


Orang yang superstitious (memiliki kecenderungan klenik atau takhayul) akan bilang bahwa anda didatangi oleh jin. Saya sendiri suka guyon-guyon bahwa saya pernah didatangi oleh jin.
Mukanya jelas, dan nampaknya saya kenal, dan saya dibangunkan dari tidur karena mereka minta saya ambilkan air minum. Lalu saya benar-benar bangun dari tidur dan keluar dari kamar, lalu saya ke lemari es dan mengeluarkan botol minuman. Tapi, waktu saya sedang mengambil botol minuman di lemari es itu tiba-tiba saya ingat bahwa saya sebenarnya sedang tidur sendiri.
Tapi saya benar-benar melihat mereka itu dengan jelas, dan saya merasa saya kenal dengan mereka. Akhirnya, saya berjalan balik ke kamar tidur saya, dan saya buka pintunya perlahan-lahan.
Ternyata kamar tidur saya itu masih gelap (saya selalu tidur dengan mematikan lampu), dan tidak ada seorangpun disana. Tapi saya sudah bangun dan berjalan mengambilkan air minum untuk manusia-manusia yang ternyata tidak ada secara fisik. So, akhirnya saya bilang kepada diri saya sendiri bahwa mereka "jin" yang ikut saya. Tapi saya tidak takut. Heran tapi tidak takut.
Lalu akhirnya saya tidur lagi saja. Masih ngantuk sekali sehingga saya langsung tidur lagi saja.


Nah, saya itu dulu melihat figur-figur pria muda yang membangunkan saya dari tidur. Anda itu melihat figur-figur wanita muda yang membangunkan anda dari tidur. Anda sadar bahwa anda itu dibangunkan dari tidur, tapi anda tidak tahu artinya itu apa. Berarti memang perlu ada interpretasi.
Interpretasi saya begini: Karena saya relatif masih muda secara fisik, maka para pria muda yang membangunkan saya dari tidur itu bisa diartikan sebagai "malaikat pelindung" yang membantu dalam kehidupan secara fisik. Masih banyak yang bisa saya lakukan, dan Alam Bawah Sadar di diri saya seperti seolah-olah mengatakan "don't be afraid, ... we are with you". Bisa diartikan sebagai penglihatan tentang jin atau malaikat juga, walaupun kalau mau pseudo-ilmiah dan mengutip Carl Gustav Jung juga, maka seharusnya mereka saya sebut sebagai "higher selves" juga. Diri saya yang lebih "tinggi", tinggi dalam tanda kutip karena mereka tidak memiliki tubuh fisik sehingga lebih bebas bergerak daripada saya yang memiliki tubuh fisik. Jung menyebut mereka sebagai archetypes. Ada macam-macam archetype, dan archetype yang muncul di saya dan membangunkan saya dari tidur bisa disebut sebagai "The Young Man". Archetype Pria Muda. Mereka itu merupakan sumber energi bagi jiwa maupun fisik kita. Kalau mereka muncul maka kita akan merasakan semacam tambahan energi pula.


Nah, menurut pengamatan saya, ada orang yang cenderung mengambil "energi" dari Archetype yang Maskulin. Dan ada pula yang mengambil "energi" dari Archetype yang Feminin. Anda inilebih banyak memperoleh energi dari Archetype yang feminin. Mereka itu diri anda sendiri yang tidak memiliki tubuh fisik. Kenapa mereka membangunkan anda dari tidur ? ... Alasan yang paling mudah adalah untuk memberikan konfirmasi bahwa ada sesuatu "pesan" yang diberikan kepada anda. Pesan adalah message karena archetypes yang muncul di kesadaran kita itu bias pula disebut sebagai angels. Angel adalah Messenger, asal katanya dari "Angelos". Angelos = Angel = Pembawa Kabar atau Message. Nah, message seperti apa yang disampaikan kepada anda tentulah anda sendiri yang tahu. You should have known what that is. Kemungkinan anda itu sudah diberikan "message" itu sejak beberapa waktu silam, lalu muncullah Archetype / Angel berupa wanita muda itu. Dia itu muncul pertama kali seorang diri. Tetapi anda tidak mengerti atau tidak mau mengerti bahwa ada "message" yang disampaikan. Karena message itu tidak dimengerti atau tidak mau diterima, maka muncullah penampakan kedua berupa dua wanita yang membangunkan anda dari tidur itu.
Kalau saat ini anda mau menelaah kesadaran anda sendiri dan menerima "message" yang disampaikan, maka kemungkinan tidak akan ada lagi penampakan berikutnya. Tetapi, kalau anda "bertahan" dan tidak mau menerima "message" itu, ada kemungkinan anda akan dibangunkan dari tidur oleh lebih dari dua wanita. Kita lihat saja nanti yah...


T = Justru yang saya ingin ketahui adalah message apa yang ingin disampaikan supaya saya dapat menyiapkan (prepare) diri saya. Inilah intinya karena saya tidak tahu apakah positif atau negatif. Ini yang penting.


J = The message was "be prepared". Kalau kita sudah siap, dan kalau memang sudah waktunya, maka memang akan ada yang datang menjemput, dan yang menjemput itu bukan "orang" lain, melainkan mereka yang sudah kita kenal karena sudah pernah "bertemu" sebelumnya.


T = Kalau mengenai siap untuk hal yang tak dapat dihindari atau tegasnya kematian, saya kira semua orang in a way, masing-masing sudah siap. Tetapi ini justru yang belum sampai kesitu, apakah kecelakaan, jatuh sakit dsb yang mungkin dapat dihindari atau diperingan.
Kemudian mengenai figur-figur yang datang menjumpai saya, sama sekali tidak saya kenal atau pernah berjumpa, apalagi yang memakai jilbab. Apakah tidak ada kemungkinan, memang saya belum sadar betul dari tidur?


J = Well, benarnya ini sudah masuk ke dalam metafisika yang benar-benar metafisika
kalau saya sudah menulis bahwa sebenarnya kita itu bagian dari semua yang ada, dan semua yang ada merupakan bagian dari kita. So, ... waktu mula-mula itu semuanya kita kenal, tetapi lama kelamaan yang tidak kenal pun kita terima sebagaimana adanya. Dan kita tidak membedakan. Di dalam "tidur" kita melihat diri kita sebagai diri kita sendiri secara fisik, tetapi terkadang, kita melihat diri kita sebagai orang lain. Mula-mula kita merasa aneh, tetapi lama-lama biasa saja. Terkadang kita bermimpi melihat orang yang kita rasa kita "kenal", tetapi yang kita lihat beda, kita cuma tahu bahwa itu si A karena ada "suara" dari dalam pikiran kita sendiri (dalam tidur) yang bilang bahwa itu si A... Penglihatan-penglihatan dalam keadaan tidur bekerjanya seperti itu, dan walaupun kita start dengan terheran-heran (waktu kita masih muda sekali), akhirnya kita bisa menerima bahwa seperti itulah yang namanya "realita mimpi". Nah, saya itu paling suka menarik korelasi antara realita mimpi dengan realita fisik. Di fisik itu kita start dengan membedakan segalanya. Semua itu memiliki kategori, bukan saja kenal dan tidak kenal, tetapi juga berbagai kategori lainnya seperti: dekat, jauh, tinggi, rendah, besar, kecil, ... dsb. Tetapi akhirnya ketika kita semakin bertambah umur secara fisik, semuanya itu menjadi "blurred". Bercampur dengan sendirinya sehingga segala kategori itu akhirnya menjadi tidak relevan. Tidak relevan bukan karena kita melakukan suatu pemikiran tertentu yang mendalam, melainkan tidak relevan karena tanpa kita sadari kita itu telah berubah.


Bicara secara metafisika, kita itu merupakan bagian dari satu sama lain, seaneh apapun orangnya, mereka itu bagian dari kita juga, dan kita bagian dari mereka. Nah, karena kita bagian dari satu sama lain, tentu saja segala bagian-bagian itu bisa muncul di kesadaran kita, seperti kita juga bias muncul di kesadaran mereka. Roh itu cuma satu, dan tidak memiliki batas, semuanya itu roh,... tetapi roh yang satu itu memiliki banyak fragments, tidak terhitung, and that includes you and me. Semua kesadaran yang ada, yang pernah ada, dan yang akan ada merupakan bagian dari Kesadaran / Roh yang satu itu. Dan karena seperti itu realitanya secara metafisika (yang paling asli/tinggi/ mendalam) , maka akhirnya bisa terjadi "breakthrough" . Bisa kesadaran yang sebenarnya merupakan "lawan" dari diri kita itu tiba-tiba muncul, dan kita bisa tiba-tiba muncul di kesadaran orang yang memiliki pandangan 180 derajat berbeda. Itu bisa saja, wong semuanya itu merupakan bagian dari yang satu itu.


Lalu secara fisik kita itu memiliki titik entry dan titik exit, semua orang mengalami itu, dan sebenarnya itu biasa-biasa saja. Tetapi ada saat-saat tertentu dimana kita bisa "dekat" sekali dengan titik exit. Malah ada orang yang boleh bilang selalu hidup bersama dengan titik exit.
Ready to depart anytime. Nah, ... kalau kita secara sadar melakukan kultivasi bahwa titik exit itu berada di anytime, maka akan banyak muncul fragmen-fragmen kesadaran yang kita bisa bilang berasal dari orang-orang lain, aliran-aliran lain. Tetapi sebenarnya mereka juga merupakan bagian dari diri kita. Orang-orang lain itu bagian dari kita. Bisa kita temui secara fisik kalau kita melek, tetapi lebih sering kita temui secara non fisik ketika kita tidur. Nah, mereka itu sebenarnya siapa ??? ... Menurut saya mereka itu tidak lain dan tidak bukan merupakan bagian dari kita sendiri juga.
Tapi segalanya bergerak terus secara fisik mengikuti "Hukum Alam". Ada sebab, ada akibat. Ada awal, perjalanan, dan ada akhir. Nah,... kesadaran yang ada di kita itu tidak mengenal "Hukum Alam" karena segalanya berjalan bersamaan. All things are happening at once. BOOM ! Seperti Big Bang yang sebenarnya juga masih berlangsung. Kalau benar ada Big Bang, dan kalau benar bahwa waktu itu illusi, maka yang namanya Big Bang itu sudah terjadi, masih terjadi, dan akan terjadi terus. All things are happening at once.


Saya rasa cukup dua prinsip itu saja yang saya tuliskan sekarang: 1) Kita sebagai bagian dari satu sama lain, 2) Segalanya berlangsung bersamaan. ... Keduanya itu bisa dibilang metafisika, bias pula dibilang sebagai ajaran "agama" (kalau ada agama yang mampu mencapai tahap itu), bias juga dibilang sebagai spiritual "insights". Tetapi itulah yang mendasari pengertian-pengertian saya. Karena saya tahu bahwa ada dua prinsip itu, maka saya selalu bilang: enjoy aja. Nikmati saja, we shall lose nothing in this world or the world after. Everything happening at once, now.
Here and Now... Tidak ada yang dilahirkan, tidak ada yang mati, yang ada cuma transformasi dari satu bentuk ke bentuk lainnya. Tetapi pemahaman seperti yang saya tuliskan kali ini biasanya terlalu sulit untuk diterima oleh kebanyakan orang selain tidak praktis. Tetapi ini adalah dasarnya. The basis of all.
Kalau kita memegang pemahaman "metafisika" yang seperti saya tuliskan itu, maka akhirnya kita tidak akan bingung lagi. Kita jalan apa adanya saja, walaupun tetap memiliki segala emosi-emosi manusia seperti rasa tidak sabar, ingin tahu, capai,... dan sebagainya. Tetapi inwardly nothing can disturb us. Itu semacam filsafat Stoicism juga, dan Kejawen juga. Nothing could not and should not disturb us, in this world or after. Akhirnya kita akan diam saja, melihat saja segalanya datang dan pergi, bahkan segala simbol itu. Simbol-simbol itu seperti pemandangan dan pengalaman juga, mereka datang dan mereka pergi, tetapi diri kita yang diri kita sendiri itu tetap... Cuma ada satu Roh, dan satu Roh itu memiliki banyak fragments, including you and me.
Tidak diciptakan, tidak bisa musnah, hanya bertransformasi dari satu bentuk ke bentuk lainnya.
Transformasi juga illusi kan ???... So, nothing is born, nothing changes, nothing dies. It exists as it exists.


Bahkan pemahaman metafisika yang paling "tinggi" (yang juga berarti paling "simple") juga tidak akan kemana-mana. Hanya berputar balik ke awal lagi. Segalanya itu cuma perputaran belaka, dari A sampai Z, lalu balik ke A lagi. Tetapi karena waktu itu illusi, maka sebenarnya tidak ada yang bergerak. A=Z. So,... dari dulu tetap di A, selalu di A, dan A itu sendiri yang menciptakan segala "fragments" untuk dinikmati oleh dirinya sendiri karena tidak ada yang lain selain dirinya sendiri. That's all what I can write at this moment.


T = Terimakasih atas semua usaha dan tulisan Anda yang untuk saya sulit saya tangkap karena nilainya tinggi dan kadar intelektualitas dan interes saya. Juga mengenai bidang metafisika karena mungkin saya telalu physis. Istri saya adalah S1 Fakultas Filsafat GAMA. Satu ilmu yang tidak dapat saya mengerti dan tidak laku dijual alias tidak dapat dipergunakan mencari uang kecuali mengajar anak-anak, sampai ketemu saya. Tentu saja benar bahwa kita adalah bagian dan Roh tetapi jiwa dan kesadaran adalah individuil. Demikian juga penderitaannya.
Mungkin hal ini sudah menyimpang dari yang Anda maksudkan dan tulis, karena ketidak mengertian saya.


J = Segalanya itu berkaitan. Saya sendiri pribadi tidak pernah memaksakan pengertian saya kepada siapapun. Terkadang saya menulis atau berucap dengan kata-kata yang penuh dengan simbolisme dengan harapan agar pendengar atau pembaca bisa membaca sendiri apa yang "tertulis" di dalam Kesadaran Individual di diri mereka masing-masing. Kalau itu sudah  tercapai, maka intensi saya boleh bilang sudah berhasil. Just that. Should you like to know my goal, just that... Filsafat? Filsafat? ... Cryptic, aren't they? Sama cryptic-nya dengan theologi.
Theologi itu filsafat juga, cuma filsafat yang bermain-main dengan konsep Tuhan. Tuhan is merely a social construct. Cuma konstruksi sosial saja yang diciptakan oleh filsafat yang, for convenience' s sake dibilang sebagai Theologi, Fiqih, plus segala macam tekanan sosial, budaya, politik sehingga akhirnya dinamakan sebagai Syahadat dan Iman. Iman is artificial, buatan saja.
Kalau sesuatu itu memang ada, maka tanpa iman-pun akan tetap ada. So much for ngalor ngidul like this, I enjoy it too. Symbolical, everything is symbolical. Kalau kita bisa mengerti, it's good.
Kalau tidak, it's also good. What more can we say ?


 (sumber: e-book 'mencari tuhan soliloquy dan dialog spiritual', halaman 64)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar