3 Agu 2013

Daripada Merepotkan Diri dengan Leluhur

Daripada merepotkan diri dengan leluhur, lebih baik membekali generasi mendatang. Begitu pendapat Joko Tingtong. Kenapa? Karena leluhur sudah mati, tidak bisa bangkit dari kubur, dan tidak bisa membantu para keturunannya. Kita cuma bisa membantu diri kita sendiri dan mereka yg melanjutkan kita. Tugas para leluhur sudah berakhir, biarkanlah mereka beristirahat dengan damai. Tidak usah diganggu dengan puja-puji maupun permohonan, baik secara terbuka maupun diam-diam, mengingat pemujaan leluhur diharamkan di dalam tradisi samawi. Menghormati boleh, tapi tidak boleh dipuja. Konon begitu aturannya. Allah benci mereka yg suka memuja leluhur. Harusnya cuma memuja Allah saja. Namanya Allah yg pencemburu, jealous atau culas. Seingat Joko istilahnya bukan culas, melainkan pencemburu. Tertulis begitu di Alkitab berbahasa Indonesia.

Akhirnya mengakulah seorang teman laki-laki, setelah entah berapa puluh kali menulis email kepada Joko Tingtong tentang apakah temannya, laki-laki juga, sudah memaafkannya atau belum. Joko tidak tanya apa itu kesalahan sampai si penanya begitu nervous. Galau dan risau. Ada apakah gerangan?

T = Mas, saya heran sama diri saya, kenapa saya suka melihat bapak-bapak, dan saya juga mencintai wanita? Apakah karena saya kurang dapat kasih sayang dari bapak saya seperti yang saya inginkan? Apakah saya ini tidak normal, Mas? Apa yang harus saya lakukan, jika ikuti keadaan, tidak mungkin rasanya, saya punya agama dan adat. Disini hal seperti itu dilarang keras. Saya juga kagum sama teman saya, kalau melihat dia, saya selalu bernafsu, pernah suatu hari saya tidak bisa mengontrol nafsu saya, saya cium dia pas tidur dan saya ketahuan. Dan akhirnya dia membenci saya. Saya takut sekali Mas, kalau dia membongkar rahasia saya ke publik. Apakah saya bisa normal, Mas? Saya pengen hidup damai dan tenang seperti orang-orang normal.

J = Anda normal saja, sama sekali tidak sakit. Apa yg anda alami merupakan pengalaman umum. Homoseksualitas dan biseksualitas sebaiknya diterima, bagian dari diri anda. Bukan berarti harus dipamerkan seperti kecenderungan sebagian orang. Kebanyakan orang homo dan biseks malahan biasa saja, tidak pecicilan seperti stereotype selama ini. Cepat atau lambat pernikahan homo dan lesbi akan dilegalkan di Indonesia.

T = Apa yang harus saya lakukan, Mas? Saya capek seperti ini, bagaimana caranya agar saya menjadi diri sendiri tanpa identitas asli saya terbongkar?

J = Identitas anda adalah apa yg tertera di KTP. Baik asli maupun tidak, itulah yg anda pakai.

T = Aku masih percaya kepada Tuhan, bukan kapada utusan Tuhan, jadi aku kepingin bertauhid saja. Jadi kalo aku ber Tauhid itu kepada Roh Kudus ato kepada Yesus Kristus, Mas?

J = Kepada Rohullah yg ada di dalam kesadaran anda.

T = Oke terima kasih, Mas. Sejak kecil yg aku tahu Tuhan itu bernama Alloh SWT. Berarti aku bertauhid kepada Alloh SWT. Tapi hal itu bukankah sama juga aku mempercayai Muhammad sebagai utusan Tuhan (Alloh SWT)? Pedahal aku justru tidak percaya kalo Muhammad itu utusan Tuhan semesta alam, Tuhan seluruh manusia di bumi ini. Tuhan seluruh alam semesta. Gimana dong mas?

J = Muhammad adalah simbol anda sendiri. Bisa anda gunakan kalau mau. Kalau mengucapkan syahadat Islam, otomatis anda mengaku bahwa nama anda Muhammad. Kalau tidak mau pakai juga tidak apa. Anda tetap saja bertauhid. Tauhid artinya menyatu dengan kesadaran anda sendiri. Bisa pakai simbol Allah. Bisa pakai simbol leluhur. Bisa pakai simbol dewa dewi. Bisa tanpa simbol apapun. Bisa memuja. Bisa memuji. Bisa memohon. Bisa juga tidak memuji dan memohon. Rasakan saja anda sadar bahwa anda sadar. Sadar di kesadaran anda sendiri, dan bukan menjadi turunan dari Allah, leluhur atau berbagai simbol lainnya. Kalau anda programkan diri anda sebagai penyembah atau turunan, maka anda menjadi obyek. Pedahal anda subyek. Anda subyek, artinya anda pencetus dari aksi. Bukan obyek tindakan dari Allah, leluhur atau apapun simbol yg anda pakai. Sebagian orang mau menempatkan dirinya sebagai obyek. Caranya mudah saja, yaitu tempatkan anda sebagai bawah, dan simbol yg anda pakai di bagian atas. Begitu cara menyembah. Tetapi, yg sering tidak dimengerti dan disadari para penyembah itu, adalah fakta bahwa segala praktek seperti itu bermula dari program. Programnya dibuat oleh manusia, dalam hal ini yg berniat menyembah. Programnya dibuat oleh manusia, simbolnya dipilih oleh manusia, dan tindakannya juga. Berbentuk tindakan sembah menyembah.

Berbeda dari sembah-menyembah secara fisik. Yg namanya ibadah adalah penyembahan secara abstrak. Yg disembah cuma berada di dalam pikiran orang yg menyembah. Makanya anda dapat sebuat siapapun sebagai sesembahan anda. Anda mau sembah Allah tentu tidak dilarang. Anda sebut anda bertauhid kepada Allah. Siapa Allah itu tergantung dari pengertian anda sendiri. Itulah tauhid yg asli. Di bagian atas saya menyarankan anda menggunakan simbol yg umum. Kalau sudah tidak kerasan pakai simbol umum, anda bisa pakai simbol lain dari yg lain. Bisa tidak pakai simbol apapun.

Anda tauhid, artinya utuh, tidak pecah. Tidak tertarik ke kiri atau ke kanan. Tidak memiliki jiwa belah. Tidak sebagian pergi ke Surga, dan sebagian ke Neraka. Segala macam simbol akan kehilangan arti bagi anda. Anda akan mengerti bahwa simbol diciptakan oleh manusia. Bisa digunakan. Bisa juga tidak digunakan.

Itu tauhid.

-

Anda mungkin tidak tahu dimana batas nabi-nabi resmi Yahudi, dan dimana mulainya nabi-nabi resmi orang Kristen, yaitu mereka yg tidak diakui di Yudaisme, tetapi diterima dengan senang hati di Kristen dan Islam. Sekarang Joko Tingtong kasih tahu, bahwa nabi resmi Kristen dimulai dari Zakaria, yg dilanjutkan oleh anak kandungnya yg bernama Yahya. Isa baru muncul setelah Yahya kepalanya dipotong oleh Raja Herodes atas permintaan Salome, nama anak perempuan Herodes.

Ibu kandung dari Isa bernama Maria. Keduanya saudara sepupu. Jadi, Yahya dan Isa sebenarnya kerabat dekat, ibu mereka sepupuan. Sebelum Maria mengandung, muncullah Malaikat Jibril yg berkata: Shalomaleichem, Maria!. Dan itu diterjemahkan ke bahasa Indonesia menjadi 'Salam Maria'. Seperti kita tahu shalomaleichem di-Arab-kan menjadi assalamualaykum. Artinya: Salam bagimu!

Menurut Al Quran, Maria hamil karena Roh Kudus. Bukan karena hubungan sex, baik dengan manusia, jin ataupun malaikat. Roh Kudus adalah Rohullah. Dan ini semua adalah kisah Kristen. Injil atau kisah hidup Yesus dimulai dari Zakaria yg tidak punya anak sampai usia tua, sampai datang Malaikat Jibril yg bilang percayalah! Istrinya yg sudah sangat uzur ternyata bisa mengandung. Dan anaknya yg lahir diberi nama Yahya. Lahir lebih dahulu, mungkin beda setahun dibandingkan dengan Isa, yg kelahirannya juga pakai kunjungan Malaikat Jibril. Jadi, Malaikat Jibril mengabarkan kepada Zakaria akan kelahiran Yahya. Dan kepada Maria akan kelahiran Isa. Ceritanya harus dimulai dari Zakaria dan kelahiran Yahya, karena khotbah tentang Kerajaan Allah yg sudah dekat dimulai oleh Yahya, dan bukan oleh Isa. Yahya ditangkap oleh Herodes karena berani berkhotbah di muka umum bahwa haram bagi Herodes untuk menikahi istri saudaranya sendiri, yaitu ibu dari Salome.

Makanya Salome disuruh menari-nari di depan Herodes sampai akhirnya Herodes menjanjikan akan memberikannya apa saja. Seperti disuruh oleh ibunya, Salome meminta kepala Yahya. Ini kisah intrik istana di Yerusalem 2000 tahun yg lalu. Bagian dari sejarah Kekristenan, tetapi bukan bagian dari sejarah Yudaisme. Di dalam agama Yahudi ini bukan peristiwa. Dalam Kekristenan merupakan bagian sejarah karena Yesus tidak memulai misinya sampai Yahya meninggal. Ketika Yahya sudah meninggal barulah Yesus mulai berkhotbah meneruskan apa yg sudah dimulai oleh Yahya. Murid-murid Yesus yg pertama adalah mantan murid-murid Yahya.

Setahu Joko, di dalam Al Quran cuma ada beberapa penggalan kisah Zakaria dan kelahiran Yesus. Letaknya di Surah Al Maryam. Termasuk Injil juga walaupun tidak lengkap.

Orang sering meributkan Isa yg mati disalib. Ada yg bilang itu bukan Isa. Ada yg ngotot bahwa itu benar Isa. Menurut saya, tidak penting siapa yg mati di kayu salib itu karena pada akhirnya semua hidup. Akhir ceritanya happy ending. Isa atau Yesus tetap hidup. Itu saja yg dipegang. Karena Isa hidup, anda juga hidup. Simbol dari diri anda sendiri.

Tiba-tiba Joko Tingtong memperoleh hidayah baru, yaitu tentang ucapan assalamualaykum wa rahmatullah wa barokatu. Ada kemungkinan ucapan yg sangat disukai di Indonesia ini asalnya dari perkataan Malaikat Jibril ketika muncul ke hadapan Siti Maryam. Bukan mengucapkan shalomaleichem saja yg bisa diterjemahkan menjadi assalamualaykum, melainkan salam yg lengkap. Bunyinya, dalam bahasa Indonesia: "Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau." Ada di dalam salah satu Injil resmi yaitu Lukas 1:28 . Usia Injil yg satu ini lebih tua 500 tahun dibandingkan Al Quran. Dan ternyata sudah memuat assalamualaykum yg lengkap.

Assalamualaykum wa rahmatullah wa barokatu. Pertama kali diucapkan oleh Malaikat Jibril kepada Siti Maryam. Artinya "Salam, hai engkau yg dikaruniai, Tuhan menyertai engkau". Ini salam yg luar biasa. Kalau anda baca di Injil itu, anda akan bisa lihat betapa terkejutnya Maryam. Bertanya-tanya apa maksud salam yg seperti itu. Belum pernah mendengarnya sama sekali. Bukan kebiasaan umum untuk mendengar ucapan seperti itu. Kita di Indonesia menganggapnya biasa saja. Pedahal asal-usulnya tidak biasa, saudaraku. Itu salam yg turun langsung dari Surga. Begitu penjelasan spiritualnya.

Dan itulah alasannya kenapa orang Yahudi sampai sekarang cuma mengucapkan shalomaleichem tanpa embel-embel lagi. Memang shalomaleichem saja, tidak pernah pakai embel-embel dari dulu sampai sekarang. Dan kenapa orang Muslim mengucapkan assalamualaykum wa rahmatullah wa barokatu?Ternyata salamnya orang Muslim bukan copas langsung dari tradisi Yahudi, melainkan mengambil alih apa yg pernah diucapkan oleh Malaikat Jibril kepada Siti Maryam. Itu salamnya orang Kristen, digunakan di gereja-gereja di seluruh dunia sampai saat ini. Ibunda dari Isa AS ini juga simbol dari anda. Anda saling mengucapkan salam seolah-olah anda semua adalah Siti Maryam sendiri. Anda akan melahirkan dari Rohullah. Bukan hamil oleh manusia, melainkan oleh Roh Allah sendiri. Simbol yg sangat agung.

(Leonardo Rimba)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar