31 Okt 2014

Bukan Illusi Tapi Niat

 Saya lihat, baru digoyang sedikit saja oleh ekor naga anda sudah keluar kecerdasannya. Jadi, kesimpulannya, selama ini anda cuma pura-pura bodoh saja. Namanya pintar-pintar bodoh, tergantung sikon.

oleh Leonardo R.:

Katanya tulisan saya penuh illusi mata ketiga. Komentar saya, mungkin seperti itu cara pandang awam. Kalau anda tidak mengerti cara membuka jalur energi, dan kalau jalur energi anda masih tersumbat disana-sini, maka anda tidak akan mengerti. Merasa tulisan saya seperti mengilik, tapi anda tidak tahu bagian mana yg dikilik. Antara ada dan tiada. Beda dengan anda yg sudah pernah mendalami laku pribadi spiritual, dari aliran apapun. Dan anda sudah pernah dibanting. Oleh ulamanya. Dianggap sesat. Dan otak anda sudah jalan. Kalau begitu, ada jalur energi di tubuh etherik anda yg sudah pecah. Saya bisa masuk memberikan attunement langsung dari jarak jauh. Lewat tulisan-tulisan saya yg konon dibilang penuh dengan illusi mata ketiga. Tulisan jenis ini tidak ada yg bisa. Cuma saya yg bisa memasukkan energi ke dalam tulisan. Ke dalam buku-buku saya yg dicetak, sehingga ribuan orang langsung bisa mempraktekkannya. Ada energi yg dimasukkan. Bukan illusi, tapi niat. Anda juga bisa kalau mau. Ambil apa yg muncul di dalam pikiran anda. Yg anda lihat, ambil itu. Ucapkan atau tuliskan. Sedangkan anda tetap fokus di cakra mata ketiga. Setiap saat.

Saya lihat, baru digoyang sedikit saja oleh ekor naga anda sudah keluar kecerdasannya. Jadi, kesimpulannya, selama ini anda cuma pura-pura bodoh saja. Namanya pintar-pintar bodoh, tergantung sikon. Naga masuk dari telapak tangan kiri anda, dan keluar dari telapak tangan kanan anda. Di dalam anda, itu naga berputar. Diputar oleh mata ketiga anda. Putarannya menarik kepala naga untuk masuk lewat telapak tangan kiri, dan keluar lewat telapak tangan kanan. Naga adalah simbol energi, kali ini yg keluar naga dari Sumatera. Memang datang lewat komunitas kita. Rasa kemasukan naga berbeda-beda, walaupun umumnya seperti itu. Ada yg bilang seperti listrik, seperti air. Saya bilang seperti semut berjalan. Jadi biarlah, abaikan saja. Lama-lama akan biasa. Bisa digunakan untuk penyembuhan diri sendiri dan orang lain. Caranya terserah. Bisa tanya kepada naga. Tanya saja, lewat pikiran anda sendiri. Fokus di cakra mata ketiga. Fokus, tanya, dengar dan lakukan. Banyak dari anda sudah kemasukan naga, cuma tidak sadar saja. Anda tinggal bergoyang, cobalah. Bergoyang bukan cuma di ranjang.

Saya mendukung perempuan-perempuan Indonesia untuk menikah dengan bule demi percepatan pertumbuhan volume otak manusia Indonesia. Perbaikan gen. Mutasi chromosome besar-besaran. Sudah ratusan tahun anda perempuan Indonesia dijajah lelaki sebangsa dan setanah air. Biasanya pakai alasan agama dan adat. Bisa puluhan generasi lagi sebelum kaum anda sadar diri bahwa anda sejajar. Malah bisa duduk di atas lelaki kalau mau. Bukan cuma di bibir atas saja, tapi di bibir bawah juga. Dulu saya menulis begini sampai jari saya jontor dan dibilang saya antek pengasingan karena menyarankan kawin campur. Dicampurkan saja, hitam di atas putih. Sekarang saya bisa menulis dengan mudah karena anda lihat sendiri Tante Susi. Menghasilkan anak bukan untuk jadi bintang sinetron, tetapi bintang kehidupan. Anak ajaib dengan bentuk manusia, materi, pemikiran atau mantera dan doa. Ribuan, puluhan dan mungkin sudah ratusan ribu dan jutaan orang Indonesia dengan mental bule termasuk Tante Susi dan saya. Di seluruh dunia, bergerak di bidang masing-masing. Tapi selama ini didzolimi karena anda salah kaprah. Anda pikir dilaknat Allah, tidak tahunya dicintai. Perempuan Indonesia yg sudah dibulekan tidak bisa lagi dijajah melainkan sudah menjelajah pulau-pulau tanah airku. Bukan lewat gaya goyang dombret seperti dipraktekkan di pantura, dengan harapan dapat saweran dari para lelaki berkemaluan belang, melainkan lewat gaya otak-otak. Otak dipakai karena survey membuktikan ternyata lelaki bule lebih menghargai perempuan. Kartini tidak dimaki tapi dipuji. Sekarang di dalam negeri, kalau anda mau jadi Kartini, anda akan dipurukkan. Perempuan harus di bawah lelaki, begitu dogma Indonesia. Dibungkus aurat dan auranya. Sedangkan lelaki yg sudah kebule-bulean seperti saya malah mendorong untuk buka semuanya. Gaya leluhur Nusantara adalah kesetaraan gender. Kalau anda suka merokok, merokoklah. Asal di tempat semestinya. Gaya anda halal. Tidak perlu berpura-pura.

sumber foto : bisnis.liputan6.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar