Label
spiritual
(134)
pajak
(40)
crochet pattern
(17)
Joko T.
(15)
Leonardo R.
(15)
aksesoris
(15)
gemstone
(15)
cuplikan/ringkasan
(14)
tutorial aksesoris
(13)
web SI
(13)
fashion
(10)
rajut
(10)
soliloquy
(6)
pengembangan diri
(5)
info dan aturan perpajakan
(4)
nengah hardiani
(4)
foto diri
(3)
jahit-menjahit
(3)
politik
(3)
ekonomi
(2)
English
(1)
berkebun
(1)
bermain jiwa
(1)
bisnis
(1)
foto
(1)
kesehatan
(1)
puisi
(1)
resep masakan
(1)
tarot
(1)
yoga
(1)
zodiak
(1)
Tampilkan postingan dengan label cuplikan/ringkasan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cuplikan/ringkasan. Tampilkan semua postingan
5 Jul 2013
cara fikir
Kesadaran saya mampu berpikir secara logis, berdasarkan metode induksi deduksi. Induksi artinya mengumpulkan bukti dari setiap unit pengamatan. Satu bukti dikumpulkan, ditambahkan ke bukti lainnya, lama-lama bukan menjadi bukti lagi melainkan bukit. Bukit kumpulan bukti. Dari situ dilihat apa persamaannya, dan apa perbedaannya. Kesimpulan yg diperoleh namanya hasil dari metode induksi. Deduksi adalah kebalikannya. Berdasarkan kesimpulan umum, dibuatlah asumsi bahwa pengamatan-pengamatan berikutnya akan memperlihatkan hasil sama. Induksi adalah metode dari khusus ke umum. Deduksi adalah metode dari umum ke khusus. Generalisasi atau kesimpulan umum tidak langsung jadi, melainkan dibuat lebih dahulu berdasarkan pengamatan khusus. Setelah jadi barulah dijadikan patokan untuk menduga hasil yg akan diperoleh dalam pengamatan khusus berikutnya. Kalau semuanya pas, berarti generalisasi bisa dipertahankan terus. Namanya teori. Kalau tidak pas, berarti teori tidak bisa dipertahankan. Harus dibuat teori baru, dengan tahapan yg sama. Inilah yg namanya metode ilmiah.
Atau menemukan jawaban secara intuitif. Intuisi bekerja berdasarkan data yg sudah masuk lewat panca indera kita, baik secara sadar maupun tidak disadari. Alam bawah sadar kita selalu menyambung dengan alam sadar. Namanya kesadaran. Walaupun kita tidak secara sadar berpikir, sebenarnya kesadaran kita selalu berpikir, mengolah data. Sama saja seperti komputer raksasa yg bisa bekerja sendiri tanpa henti. Mengolah dan mengolah data. Sama saja seperti tubuh kita yg juga tidak pernah berhenti mengolah. Mengolah dan mengolah energi. Walaupun kita meditasi, walaupun kita tidur, tubuh dan kesadaran kita tidak pernah berhenti bekerja, mengolah energi dan data. Hasil akhirnya adalah kehidupan fisik dan intuisi. Intuisi adalah pengetahuan yg muncul begitu saja di dalam kesadaran kita. Pokoknya tahu. Tahunya dari mana tidak bisa atau susah sekali diurutkan. Saya bisa tiba-tiba tahu bahwa semua ajaran agama merupakan hasil budi daya manusia. Budi adalah akal pikiran, dan daya adalah usaha fisik. Hasil berpikir dan berolah raga. Produk budaya. Menggunakan konsep-konsep seperti berbagai Dewa Dewi dan Allah. Bahkan teknik-teknik meditasi juga merupakan hasil budaya. Yg bukan produk budaya adalah tubuh fisik kita. Itu murni hasil alam. Bertemunya sel telur dan sperma sehingga menghasilkan manusia baru.
Bahasa Inggrisnya Nature and Nurture, Alam dan Didikan. Tubuh kita adalah alam, dan cara berpikir kita adalah didikan. Didikan orang tua kita. Orang tua kita dididik oleh orang tua mereka lagi, begitu turun temurun. Sedangkan tubuh fisik kita tidak dididik. Tanpa perlu diajari, kita tahu bagaimana makan dan minum. Yg perlu dididik adalah caranya, apakah pakai tangan, ataukah pakai sendok dan garpu seperti orang Belanda. Atau bahkan pakai supit seperti orang Cina dan Jepang. Yg alam adalah hasrat makan dan minum, yg bukan alam adalah cara makan dan minum. Ada juga yg remang-remang seperti kecenderungan seksual manusia. Apakah hetero, homo atau biseksual. Makanya orientasi seksual tidak pernah henti didebatkan, mengapa timbul? Jawabannya tidak pernah tuntas. Alam atau didikan? Dari sononya atau hasil budaya? Kita tahu laki-laki dan perempuan yg berkopulasi bisa menghasilkan anak. Tapi ternyata sekarang telah ditemukan cara transplantasi genetik sehingga tanpa berkopulasi bisa juga dihasilkan anak manusia. Tentu saja belum bisa diproduksi karena masih ada pertanyaan tentang etika. Apakah pantas umat manusia menciptakan kloning? Menciptakan manusia baru dari gen-gen manusia yg sudah ada. Bisa dilakukan, tapi belum bisa diputuskan apakah pantas diteruskan karena masih ada pertimbangan historis dan etis.
Bukan dari agama karena umumnya manusia Barat sudah tahu bahwa semua agama merupakan hasil didikan. Bentukan manusia sendiri, sebagai reaksinya terhadap alam sekitar. Walaupun ada konsep Allah, masyarakat Barat tahu bahwa Allah disitu cuma konsep antara. Diciptakan untuk menjadi medium bagi pengajaran moralitas atau sistem bermasyarakat yg etis, bertanggung-jawab terhadap sesama dan diri sendiri. Bukan bertanggung-jawab terhadap Allah yg cuma konsep saja, melainkan terhadap manusia sendiri dan masyarakatnya. Walaupun pakai istilah Allah, dan walaupun juga selalu menomor-satukan Allah, dengan alasan satu bumi dan segala isinya adalah milik Allah, manusia di dunia Barat tahu bahwa Allah cuma pelengkap penderita. Medium, konsep antara. Yg diatur adalah manusia, untuk kepentingan manusia juga. Tujuan agama adalah untuk keteraturan peradaban manusia sendiri. Sayangnya, sebagian agama, terutama di negara-negara berkembang, tetap dipertahankan dalam bentuk kedaluwarsanya. Masyarakat sudah berubah, tetapi agamanya tetap dipertahankan dalam bentuk seperti dipraktekkan ratusan tahun lalu. Di Barat tidak begitu. Masyarakat berubah, agamanya berubah. Yg merubah agama adalah manusia sendiri. Dibentuk oleh manusia, dan diubah oleh manusia juga. Untuk kepentingan manusia sendiri yg mungkin masih menyembah sesuatu yg disebutnya Allah. Atau God dalam bahasa Inggris.
(Joko T.)
4 Jul 2013
software
T = Ada yang mengatakan bahwa di past lives-ku
aku ini seorang pendeta Hindu, seorang putri di sebuah kerajaan di Jawa.
Dan sesungguhnya aku juga tidak terpaku dengan segala macam cerita
tentang past lives. Cuma aku, kok, ngerasa aku ini juga pernah jadi cowok juga. Maukah kamu ngeliatin my past lives? Kalo ada gunanya buat menyembuhkanku, tentunya.
J = Apa yg orang bilang tentang past lives terutama berasal dari impressi di masa kini saja. Termasuk fantasi juga. Fantasi itu realita. Di alam astral, fantasi kita menjadi realita. Sama saja kalau kita berfantasi dengan Sorga Neraka, maka walaupun kita sadar sesadar-sadarnya bahwa itu cuma fantasi belaka, di alam astral tetap saja ada yg namanya Sorga Neraka. Adanya di dalam alam astral atau alam pikiran kita saja.
Orang yg membaca kehidupan masa lalu atau past lives tentunya melihat ciri-ciri anda yg bisa dirasakannya pada saat ini. Kalau cirinya feminin seperti seorang putri Jawa, maka dengan amat mudahnya dia bilang bahwa di reinkarnasi masa lalu anda adalah seorang putri keraton. Pedahal itu cuma akal-akalan dia saja. Mungkin juga dia cuma ber-fantasi.
Kita harus memutuskan mau percaya yg mana. Kalau mau percaya reinkarnasi, maka kita akan memakai software reinkarnasi. Kalau mau percaya Allah, maka kita akan memakai software agama. Semuanya software belaka, bisa dibuang juga kalau sudah usang dan kita telah mampu menciptakan software baru yg bisa kita beri nama 'Menjadi Diri Sendiri'.
Menjadi diri sendiri artinya menentukan kita ini siapa, mau menjadi apa, apa yg bisa kita lakukan, dan apa yg akan kita lakukan. Kitalah yg menentukan semuanya, dan bukan segala macam kata orang ataupun kata agama. Kata orang anda pernah menjadi putri keraton di Jawa masa lalu. Kalau menggunakan software reinkarnasi, maka kita akan selalu bisa menjawab pertanyaan tentang past lives. Patokannya: semua orang sudah pernah menjadi pria dan wanita. Semua orang sudah pernah hidup menjadi raja dan ratu. Semua orang sudah pernah menjadi penjahat. Semua orang sudah pernah berbuat kesalahan fatal. Kalau tidak membuat kesalahan fatal kenapa harus balik lagi ke kehidupan di dunia ini?
T = O ya, orang itu juga bilang katanya aku ini memiliki energi yang, kalo musti digambarkan, seperti spiral, kayak obat nyamuk. Sekilas energiku tidak seberapa. Tapi kalo dicermati dalam-dalam (yang katanya tidak setiap orang mampu), energiku gede banget. Dia sampe merinding, katanya. Bahkan tatapan mataku bisa membalikkan aliran darah seseorang kembali ke jantung, dan karena itu bisa membunuh. Yang begini tidak kupercayai. Cuma... jadi ingat, dulu, ada seorang yang iseng-iseng coba-coba menerawangku (bersama beberapa temennya), melihatku dikitari oleh sosok-sosok serupa denganku, banyak, berseliweran di sekelilingku. Dan katanya juga, kekuatan pikiranku bahkan bisa membunuh seseorang (dari jarak jauh). Yang ini agak kupercayai. Kukira setiap orang punya potensi mempekerjakan pikirannya.
J = Cara kerja mereka yg membaca past lives dan energi memang seperti itu. Mereka merasakan impressi, kesan. Kesan apa yg anda timbulkan terhadap mereka yg menerawang anda, maka itulah yg mereka ucapkan. Karena mereka yg menerawang ini biasanya dari aliran klenik, makanya seringkali terawangan mereka juga tidak keruan bahasanya. Bisa dibilang ada energi muter-muter kayak angin ribut, bisa dibilang ada tatapan mata seperti Dewi Gorgon yg akan membuat para pria yg menatap langsung menjadi batu.
T = Yang meresahkanku, aku merasa aku ini telah pernah mencelakai seseorang (laki-laki) dengan pikiranku, dan si cowok ini lalu menderita kesakitan akut (secara fisik di otaknya), hingga suka pingsan-pingsan mendadak. Tolong aku diterawang, apakah pikiranku memang telah pernah mencelakai seseorang dengan kejinya, sehingga dia memiliki gangguan di otaknya? Feelingku mengatakan, iya! Oooh, alangkah mengerikannya aku, ya... apa yang musti kulakukan?
J = Gaklah, gak begitu. Itu cuma perasaan anda saja. Anda bukan seorang penyihir!
T = Soal energiku, aku sendiri kadang-kadang bisa merasakannya... Apakah kamu merasakannya juga? Apakah aku ini memang mengerikan? Aduuuh... aku merasa begitu rapuh sekarang, pengennya nangis mulu. Ini juga udah mulai nagis. Yaaah... meweks, deh!
J = Energi tiap orang bisa dirasakan. Energi anda memang besar, tapi banyak bersifat menarik ke dalam. Seharusnya bisa dialirkan keluar dari dalam diri anda untuk membantu penyembuhan orang lainnya. Kalau anda menarik energi anda yg besar ke dalam diri anda sendiri, maka akibatnya anda bisa sakit. Anda akan merasa rapuh, merasa selalu kesepian, pedahal sebenarnya anda kuat. Anda cuma akan merasakan diri anda kuat apabila telah mulai melakukan penyembuhan terhadap orang lain, caranya terserah.
T = O ya (lagi), orang itu pernah mengajakku bertemu, aku mengiyakannya, tapi lalu aku membatalkannya (entah kenapa, aku ini suka merasa nggak nyaman kalo ketemu orang-orang sakti), dengan permintaan maaf, tentunya. Dan sepertinya dia kecewa, dan... dia lalu meramalku (tanpa kuminta), kira-kira... bahwa di masa depan nanti aku akan merasa sunyi, sepi... yah, semacam itu. Aku kaget, juga takjub dengan reaksi negatifnya. Langsung imelnya kubalas dengan doa yang baik-baik untuknya, juga untuk diriku sendiri. Apakah menurutmu demikian seharusnya? Apakah tindakanku membalikkan kata-kata negatifnya dengan doa yang baik itu sudah benar, artinya bisa menetralkan segala ramalannya (andai benar)?
J = Tindakan anda sudah benar.
(Joko T.)
J = Apa yg orang bilang tentang past lives terutama berasal dari impressi di masa kini saja. Termasuk fantasi juga. Fantasi itu realita. Di alam astral, fantasi kita menjadi realita. Sama saja kalau kita berfantasi dengan Sorga Neraka, maka walaupun kita sadar sesadar-sadarnya bahwa itu cuma fantasi belaka, di alam astral tetap saja ada yg namanya Sorga Neraka. Adanya di dalam alam astral atau alam pikiran kita saja.
Orang yg membaca kehidupan masa lalu atau past lives tentunya melihat ciri-ciri anda yg bisa dirasakannya pada saat ini. Kalau cirinya feminin seperti seorang putri Jawa, maka dengan amat mudahnya dia bilang bahwa di reinkarnasi masa lalu anda adalah seorang putri keraton. Pedahal itu cuma akal-akalan dia saja. Mungkin juga dia cuma ber-fantasi.
Kita harus memutuskan mau percaya yg mana. Kalau mau percaya reinkarnasi, maka kita akan memakai software reinkarnasi. Kalau mau percaya Allah, maka kita akan memakai software agama. Semuanya software belaka, bisa dibuang juga kalau sudah usang dan kita telah mampu menciptakan software baru yg bisa kita beri nama 'Menjadi Diri Sendiri'.
Menjadi diri sendiri artinya menentukan kita ini siapa, mau menjadi apa, apa yg bisa kita lakukan, dan apa yg akan kita lakukan. Kitalah yg menentukan semuanya, dan bukan segala macam kata orang ataupun kata agama. Kata orang anda pernah menjadi putri keraton di Jawa masa lalu. Kalau menggunakan software reinkarnasi, maka kita akan selalu bisa menjawab pertanyaan tentang past lives. Patokannya: semua orang sudah pernah menjadi pria dan wanita. Semua orang sudah pernah hidup menjadi raja dan ratu. Semua orang sudah pernah menjadi penjahat. Semua orang sudah pernah berbuat kesalahan fatal. Kalau tidak membuat kesalahan fatal kenapa harus balik lagi ke kehidupan di dunia ini?
T = O ya, orang itu juga bilang katanya aku ini memiliki energi yang, kalo musti digambarkan, seperti spiral, kayak obat nyamuk. Sekilas energiku tidak seberapa. Tapi kalo dicermati dalam-dalam (yang katanya tidak setiap orang mampu), energiku gede banget. Dia sampe merinding, katanya. Bahkan tatapan mataku bisa membalikkan aliran darah seseorang kembali ke jantung, dan karena itu bisa membunuh. Yang begini tidak kupercayai. Cuma... jadi ingat, dulu, ada seorang yang iseng-iseng coba-coba menerawangku (bersama beberapa temennya), melihatku dikitari oleh sosok-sosok serupa denganku, banyak, berseliweran di sekelilingku. Dan katanya juga, kekuatan pikiranku bahkan bisa membunuh seseorang (dari jarak jauh). Yang ini agak kupercayai. Kukira setiap orang punya potensi mempekerjakan pikirannya.
J = Cara kerja mereka yg membaca past lives dan energi memang seperti itu. Mereka merasakan impressi, kesan. Kesan apa yg anda timbulkan terhadap mereka yg menerawang anda, maka itulah yg mereka ucapkan. Karena mereka yg menerawang ini biasanya dari aliran klenik, makanya seringkali terawangan mereka juga tidak keruan bahasanya. Bisa dibilang ada energi muter-muter kayak angin ribut, bisa dibilang ada tatapan mata seperti Dewi Gorgon yg akan membuat para pria yg menatap langsung menjadi batu.
T = Yang meresahkanku, aku merasa aku ini telah pernah mencelakai seseorang (laki-laki) dengan pikiranku, dan si cowok ini lalu menderita kesakitan akut (secara fisik di otaknya), hingga suka pingsan-pingsan mendadak. Tolong aku diterawang, apakah pikiranku memang telah pernah mencelakai seseorang dengan kejinya, sehingga dia memiliki gangguan di otaknya? Feelingku mengatakan, iya! Oooh, alangkah mengerikannya aku, ya... apa yang musti kulakukan?
J = Gaklah, gak begitu. Itu cuma perasaan anda saja. Anda bukan seorang penyihir!
T = Soal energiku, aku sendiri kadang-kadang bisa merasakannya... Apakah kamu merasakannya juga? Apakah aku ini memang mengerikan? Aduuuh... aku merasa begitu rapuh sekarang, pengennya nangis mulu. Ini juga udah mulai nagis. Yaaah... meweks, deh!
J = Energi tiap orang bisa dirasakan. Energi anda memang besar, tapi banyak bersifat menarik ke dalam. Seharusnya bisa dialirkan keluar dari dalam diri anda untuk membantu penyembuhan orang lainnya. Kalau anda menarik energi anda yg besar ke dalam diri anda sendiri, maka akibatnya anda bisa sakit. Anda akan merasa rapuh, merasa selalu kesepian, pedahal sebenarnya anda kuat. Anda cuma akan merasakan diri anda kuat apabila telah mulai melakukan penyembuhan terhadap orang lain, caranya terserah.
T = O ya (lagi), orang itu pernah mengajakku bertemu, aku mengiyakannya, tapi lalu aku membatalkannya (entah kenapa, aku ini suka merasa nggak nyaman kalo ketemu orang-orang sakti), dengan permintaan maaf, tentunya. Dan sepertinya dia kecewa, dan... dia lalu meramalku (tanpa kuminta), kira-kira... bahwa di masa depan nanti aku akan merasa sunyi, sepi... yah, semacam itu. Aku kaget, juga takjub dengan reaksi negatifnya. Langsung imelnya kubalas dengan doa yang baik-baik untuknya, juga untuk diriku sendiri. Apakah menurutmu demikian seharusnya? Apakah tindakanku membalikkan kata-kata negatifnya dengan doa yang baik itu sudah benar, artinya bisa menetralkan segala ramalannya (andai benar)?
J = Tindakan anda sudah benar.
(Joko T.)
29 Jun 2013
penipuan diri yg positif
Sugesti itu penipuan diri, sehingga bisa memunculkan dari tiada
menjadi ada. Orang yg tidak cantik dan merasa jelek luar biasa bisa
melakukan sugesti terhadap dirinya sendiri, dalam gelombang otak rendah
diterapkannya sugesti berulang-ulang, dikatakannya kepada dirinya
sendiri bahwa dia cantik jelita. Tergantung dari kekuatan gelombang
otaknya, teknik ini bisa berhasil dengan cepat sekali atau cukup lambat.
Kalau khusyuk mensugesti diri bahwa dia benar cantik jelita, maka akan
berubahlah persepsinya. Persepsinya sendiri. Cara pandangnya sendiri.
Dia akan merasa dirinya benar cantik jelita, pedahal tidak cantik dan
biasa saja. Karena dirinya sendiri sudah percaya itu, maka orang-orang
di sekitarnya akan bisa ikut percaya. Percaya bahwa dia benar cantik
jelita. Dibenarkan karena tindak-tanduknya mencerminkan seorang
perempuan cantik jelita. Banyak yg bisa melakukan, dan cukup umum.
Merupakan teknik biasa saja. Namanya hypnotherapy. Bisa dilakukan
seorang diri. Anda juga bisa kalau mau. Mulanya anda menipu diri
sendiri, bilang anda yg jelek adalah seorang cantik jelita. Lama-lama,
anda tidak menipu diri lagi. Anda benar-benar menjadi cantik jelita.
Cara pandang anda berubah, cara pandang orang lain juga berubah. Dan
dibuktikan dengan sikap dan tingkah-laku anda yg berubah. Ketika
perilaku anda berubah, mereka di sekitar anda juga akan berubah. Mulanya
penipuan diri, akhirnya menjadi realita. Kenyataan. Dan ini contoh dari
penipuan diri yg positif.
Dan ada penipuan diri yg jelas jelek. Jelek karena merugikan orang lain. Anda menipu diri sendiri dengan bilang ada ayat yg berasal dari Allah merupakan urusan anda sendiri. Anda bisa percaya itu ayat datang sendiri kepada anda melalui perantaraan malaikat Jibril. Datang ketika anda sedang tafakur. Anda lihat Jibril dengan sayapnya, dan ada suara yg anda jelas dengar. Namanya halusinasi, suatu istilah psikologi. Anda yg lihat, anda yg dengar. Orang lain tidak lihat dan tidak dengar. Tetapi anda percaya. Percaya bulat. Anda mungkin termasuk salah satu yg seperti itu. Dan tentu saja anda tidak merasa menipu diri sendiri. Anda merasa benar. Benar melihat dan benar mendengar. Tetapi orang lain akan bilang anda menipu diri. Mengidap delusi atau waham. Jelek apabila anda berusaha untuk memaksakan apa yg yg anda peroleh kepada orang lain. Yg anda peroleh bersifat gaib. Gaib artinya tidak terlihat atau terdengar oleh orang lain. Terlihat atau terdengarnya cuma oleh anda sendiri. Halusinasi itu cuma anda alami sendiri. Bisa bagus apabila segala halusinasi itu anda cerna sendiri, dan anda tafsirkan. Mungkin bisa ada hidayah yg muncul. Orang bijak seperti itu. Orang bijak bukan bayar pajak saja, tetapi juga seharusnya mampu menafsirkan halusinasi yg dialaminya. Dan bukan memaksakan itu halusinasi untuk diterima juga sebagai fakta oleh orang-orang lainnya. Kalau itu halusinasi dituliskan, dan dipaksakan kepada orang lain dengan alasan berasal dari Allah, maka kita bisa bilang itu penipuan diri yg jelek. Sudah cukup satu orang saja yg menipu dirinya memperoleh ayat dari Allah. Kenapa harus memaksakan orang lain untuk terima juga? Kalau benar asalnya dari Allah, biarkan saja Allah menurunkan ayat yg sama kepada semua orang lainnya. Tetapi tentu saja tidak bisa. Halusinasi jarang bersifat komunal. Biasanya individualistik atau orang per orang, tergantung dari stress atau depresi yg dialaminya. Tergantung juga dari metabolisme. Sistem hormon. Kestabilan tiap orang berbeda. Kestabilan fisik yg rapuh bisa memunculkan banyak halusinasi.
Joko tahu mekanisme proses turunnya ayat. Sampai detik ini masih terjadi di seluruh bumi. Ada ayat yg turun atas nama Allah. Kalau dalam bahasa Inggris bisa pakai istilah God. Di bahasa Indonesia bisa mengaku sebagai Tuhan. Semuanya proses biasa. Tidak perlu dituliskan dan dipaksakan kepada manusia lainnya. Dan, tentu saja, kita harus toleran terhadap manusia-manusia semacam itu. Harus toleran juga terhadap manusia-manusia yg percaya bahwa tetangganya menerima wahyu dari Allah. Asalkan semua dilakukan secara pribadi, di dalam ruang lingkup hidup mereka sendiri, maka kita bisa tolerir. Yg tidak bisa ditolerir adalah apabila mereka memaksakan isi dari ayat yg mereka percaya berasal dari Allah. Kalau Allah yg muncul di mereka bilang facebook haram, dan mulai menyerang pengguna facebook dimana-mana, maka itu harus di-stop. Bilang saja terus terang, bahwa percaya Allah tidak berarti mereka berhak memaksakan jenis Allah yg mereka percaya kepada orang lain. Allah jenisnya banyak, dan kita toleran terhadap semuanya. Terhadap semua jenis Allah. Asal tidak mengganggu saya saja, kata Joko.
Joko Tingtong berpendapat, toleransi beragama harusnya ditunjukkan oleh orang-orang yg sudah tidak percaya lagi bahwa agama benar diturunkan Allah. Semua manusia terdididik boleh bilang sudah tahu bahwa agama dibuat oleh manusia, termasuk ayat-ayat sucinya. Ada yg tahu secara mutlak berdasarkan apa yg dipelajarinya sendiri. Ini kelompok yg benar terdidik. Ada pula yg tahu secara samar-samar, secara intuitif bisa mengerti bahwa semua cuma rekayasa manusia masa lalu. Ada yg tahu tapi pura-pura tidak tahu demi menjaga ketertiban masyarakat. Terbukanya rahasia yg bukan rahasia ini perlu masa transisi, yg bisa berlangsung ratusan tahun seperti di masyarakat Barat. Apa yg didebatkan di Indonesia detik ini sudah dilakukan di Barat tiga abad yg lalu. Tiga ratus tahun yg lalu. Sudah basi. Orang sudah tahu bahwa semua agama dibuat. Kitab suci juga dibuat. Ada gaya bahasa seolah Allah yg berbicara. Tapi secara fisik yg berbicara itu manusianya. Asal kata-katanya juga dari si manusia sendiri, walaupun mengaku sebagai Allah. Rata-rata orang Barat sudah tahu itu, dan tidak mempersoalkan lagi. Mereka bisa toleransi terhadap orang yg masih percaya bahwa benar ada Allah yg menurunkan ayat. Bisa toleransi asal tidak mengganggu. Kalau sudah mengganggu dan merusak, tidak ada lagi toleransi. Walaupun berbekal ayat yg anda percaya berasal dari Allah, tidak akan ada toleransi bagi kelakuan destruktif yg anda lakukan. Allah fungsinya untuk kesejahteraan jiwa anda, bukan untuk merusak harta benda dan kehidupan orang lain.
Untuk anda yg belum tahu, Joko Tingtong berbagi tentang fakta, bukan keyakinan. Kalau faktanya agama dibuat oleh manusia, itulah yg dibagikannya. Dan itu bukan keyakinan. Tanpa anda perlu yakin, agama memang buatan manusia. Yg perlu keyakinan adalah ketika anda percaya agama dibuat oleh Allah. Joko tidak mengeluarkan ayat, bukan nabi. Joko cuma berbagi, seperti bisa terlihat di percakapan ini.
T = Mas Joko, saya mao cerita ya... Saya ini gadis biasa yg gak ngerasa punya bakat apa-apa dalam hal spiritual. Saya senang meditasi karena saya suka, bukan karena saya bisa ngerasain sensasi yg gimana-gimana. Sebelumnya saya selalu menganggap Tuhan itu ada di luar kita, terpisah sama sekali dari manusia, yg senang kalo kita rajin sembahyang minta ini itu (itu yg dulu saya lakukan), rajin puasa, vegetarian, gak nonton bokep, gak kencan sama om-om, dan saya percaya surga dan neraka itu tempat kita nanti tergantung pahala... Tapi suatu pagi di bulan Mei, saat saya meditasi tiba-tiba saya dapat pemahaman baru yg sangat mempengaruhi spiritualitas saya sekarang...
J = Really?
T = Pagi itu saya mendapatkan apa yg saya cari selama ini ternyata ada dalam diri saya. Tuhan ada disini. Tuhan ada dalam raga saya. Inilah yg saya cari selama ini. Tuhan itu penuh dengan cinta, kasih sayang tanpa memilih tanpa membedakan. Tuhan itu ada disini dan surga juga ada di sini...
J = Iyalah, then?
T = My tears running down, tears of joy... Pokoknya rasanya hebat banget, susah kalo dijelasin dengan kata-kata... (I belong to you and you belong to me), dan pas banget pemahaman baru itu dengan kalimat Mas Joko yg bilang: "We are God experiencing many kinds of adventures, makanya kita tidak menghakimi."
J = Hmmm...
T = Yang mao saya tanyakan sama Mas Joko adalah apakah yg saya rasakan itu? Pemahaman yg tiba-tiba itu datangnya dari mana? Apakah saya berfantasi?
J = Yang anda rasakan adalah hikmah berupa intuisi yg muncul begitu saja dari dalam kesadaran anda. Buddha mengalami itu. Yesus juga. Semua orang top, keren dan beken mengalaminya. Pengalaman spiritual pribadi seperti itu bukanlah fantasi. Cuma intuisi saja. Pengertian biasa saja. Memang biasa. Sangat umum. Yg tidak umum adalah keberanian anda untuk mengakuinya.
(Joko T.)
Dan ada penipuan diri yg jelas jelek. Jelek karena merugikan orang lain. Anda menipu diri sendiri dengan bilang ada ayat yg berasal dari Allah merupakan urusan anda sendiri. Anda bisa percaya itu ayat datang sendiri kepada anda melalui perantaraan malaikat Jibril. Datang ketika anda sedang tafakur. Anda lihat Jibril dengan sayapnya, dan ada suara yg anda jelas dengar. Namanya halusinasi, suatu istilah psikologi. Anda yg lihat, anda yg dengar. Orang lain tidak lihat dan tidak dengar. Tetapi anda percaya. Percaya bulat. Anda mungkin termasuk salah satu yg seperti itu. Dan tentu saja anda tidak merasa menipu diri sendiri. Anda merasa benar. Benar melihat dan benar mendengar. Tetapi orang lain akan bilang anda menipu diri. Mengidap delusi atau waham. Jelek apabila anda berusaha untuk memaksakan apa yg yg anda peroleh kepada orang lain. Yg anda peroleh bersifat gaib. Gaib artinya tidak terlihat atau terdengar oleh orang lain. Terlihat atau terdengarnya cuma oleh anda sendiri. Halusinasi itu cuma anda alami sendiri. Bisa bagus apabila segala halusinasi itu anda cerna sendiri, dan anda tafsirkan. Mungkin bisa ada hidayah yg muncul. Orang bijak seperti itu. Orang bijak bukan bayar pajak saja, tetapi juga seharusnya mampu menafsirkan halusinasi yg dialaminya. Dan bukan memaksakan itu halusinasi untuk diterima juga sebagai fakta oleh orang-orang lainnya. Kalau itu halusinasi dituliskan, dan dipaksakan kepada orang lain dengan alasan berasal dari Allah, maka kita bisa bilang itu penipuan diri yg jelek. Sudah cukup satu orang saja yg menipu dirinya memperoleh ayat dari Allah. Kenapa harus memaksakan orang lain untuk terima juga? Kalau benar asalnya dari Allah, biarkan saja Allah menurunkan ayat yg sama kepada semua orang lainnya. Tetapi tentu saja tidak bisa. Halusinasi jarang bersifat komunal. Biasanya individualistik atau orang per orang, tergantung dari stress atau depresi yg dialaminya. Tergantung juga dari metabolisme. Sistem hormon. Kestabilan tiap orang berbeda. Kestabilan fisik yg rapuh bisa memunculkan banyak halusinasi.
Joko tahu mekanisme proses turunnya ayat. Sampai detik ini masih terjadi di seluruh bumi. Ada ayat yg turun atas nama Allah. Kalau dalam bahasa Inggris bisa pakai istilah God. Di bahasa Indonesia bisa mengaku sebagai Tuhan. Semuanya proses biasa. Tidak perlu dituliskan dan dipaksakan kepada manusia lainnya. Dan, tentu saja, kita harus toleran terhadap manusia-manusia semacam itu. Harus toleran juga terhadap manusia-manusia yg percaya bahwa tetangganya menerima wahyu dari Allah. Asalkan semua dilakukan secara pribadi, di dalam ruang lingkup hidup mereka sendiri, maka kita bisa tolerir. Yg tidak bisa ditolerir adalah apabila mereka memaksakan isi dari ayat yg mereka percaya berasal dari Allah. Kalau Allah yg muncul di mereka bilang facebook haram, dan mulai menyerang pengguna facebook dimana-mana, maka itu harus di-stop. Bilang saja terus terang, bahwa percaya Allah tidak berarti mereka berhak memaksakan jenis Allah yg mereka percaya kepada orang lain. Allah jenisnya banyak, dan kita toleran terhadap semuanya. Terhadap semua jenis Allah. Asal tidak mengganggu saya saja, kata Joko.
Joko Tingtong berpendapat, toleransi beragama harusnya ditunjukkan oleh orang-orang yg sudah tidak percaya lagi bahwa agama benar diturunkan Allah. Semua manusia terdididik boleh bilang sudah tahu bahwa agama dibuat oleh manusia, termasuk ayat-ayat sucinya. Ada yg tahu secara mutlak berdasarkan apa yg dipelajarinya sendiri. Ini kelompok yg benar terdidik. Ada pula yg tahu secara samar-samar, secara intuitif bisa mengerti bahwa semua cuma rekayasa manusia masa lalu. Ada yg tahu tapi pura-pura tidak tahu demi menjaga ketertiban masyarakat. Terbukanya rahasia yg bukan rahasia ini perlu masa transisi, yg bisa berlangsung ratusan tahun seperti di masyarakat Barat. Apa yg didebatkan di Indonesia detik ini sudah dilakukan di Barat tiga abad yg lalu. Tiga ratus tahun yg lalu. Sudah basi. Orang sudah tahu bahwa semua agama dibuat. Kitab suci juga dibuat. Ada gaya bahasa seolah Allah yg berbicara. Tapi secara fisik yg berbicara itu manusianya. Asal kata-katanya juga dari si manusia sendiri, walaupun mengaku sebagai Allah. Rata-rata orang Barat sudah tahu itu, dan tidak mempersoalkan lagi. Mereka bisa toleransi terhadap orang yg masih percaya bahwa benar ada Allah yg menurunkan ayat. Bisa toleransi asal tidak mengganggu. Kalau sudah mengganggu dan merusak, tidak ada lagi toleransi. Walaupun berbekal ayat yg anda percaya berasal dari Allah, tidak akan ada toleransi bagi kelakuan destruktif yg anda lakukan. Allah fungsinya untuk kesejahteraan jiwa anda, bukan untuk merusak harta benda dan kehidupan orang lain.
Untuk anda yg belum tahu, Joko Tingtong berbagi tentang fakta, bukan keyakinan. Kalau faktanya agama dibuat oleh manusia, itulah yg dibagikannya. Dan itu bukan keyakinan. Tanpa anda perlu yakin, agama memang buatan manusia. Yg perlu keyakinan adalah ketika anda percaya agama dibuat oleh Allah. Joko tidak mengeluarkan ayat, bukan nabi. Joko cuma berbagi, seperti bisa terlihat di percakapan ini.
T = Mas Joko, saya mao cerita ya... Saya ini gadis biasa yg gak ngerasa punya bakat apa-apa dalam hal spiritual. Saya senang meditasi karena saya suka, bukan karena saya bisa ngerasain sensasi yg gimana-gimana. Sebelumnya saya selalu menganggap Tuhan itu ada di luar kita, terpisah sama sekali dari manusia, yg senang kalo kita rajin sembahyang minta ini itu (itu yg dulu saya lakukan), rajin puasa, vegetarian, gak nonton bokep, gak kencan sama om-om, dan saya percaya surga dan neraka itu tempat kita nanti tergantung pahala... Tapi suatu pagi di bulan Mei, saat saya meditasi tiba-tiba saya dapat pemahaman baru yg sangat mempengaruhi spiritualitas saya sekarang...
J = Really?
T = Pagi itu saya mendapatkan apa yg saya cari selama ini ternyata ada dalam diri saya. Tuhan ada disini. Tuhan ada dalam raga saya. Inilah yg saya cari selama ini. Tuhan itu penuh dengan cinta, kasih sayang tanpa memilih tanpa membedakan. Tuhan itu ada disini dan surga juga ada di sini...
J = Iyalah, then?
T = My tears running down, tears of joy... Pokoknya rasanya hebat banget, susah kalo dijelasin dengan kata-kata... (I belong to you and you belong to me), dan pas banget pemahaman baru itu dengan kalimat Mas Joko yg bilang: "We are God experiencing many kinds of adventures, makanya kita tidak menghakimi."
J = Hmmm...
T = Yang mao saya tanyakan sama Mas Joko adalah apakah yg saya rasakan itu? Pemahaman yg tiba-tiba itu datangnya dari mana? Apakah saya berfantasi?
J = Yang anda rasakan adalah hikmah berupa intuisi yg muncul begitu saja dari dalam kesadaran anda. Buddha mengalami itu. Yesus juga. Semua orang top, keren dan beken mengalaminya. Pengalaman spiritual pribadi seperti itu bukanlah fantasi. Cuma intuisi saja. Pengertian biasa saja. Memang biasa. Sangat umum. Yg tidak umum adalah keberanian anda untuk mengakuinya.
(Joko T.)
28 Jun 2013
bahkan syahadat atau pengakuan iman juga dibuat oleh manusia
bahkan syahadat atau pengakuan iman juga dibuat oleh manusia. Bukan ada Allah yg memaksakan manusia untuk bersyahadat atau mengakui keimanan kepadanya, melainkan ada manusia tertentu yg memaksa manusia-manusia lain untuk mengucapkan syahadat itu, dengan kepentingan tertentu, biasanya kerelaan untuk menyumbang uang dan tenaga. Resminya bersyahadat atau mengaku iman kepada Allah, tidak resminya untuk manusia. Dan inilah salah satu contoh nyata dari pepatah exploitation de l'homme par l'homme. Artinya, eksploitasi manusia oleh manusia lainnya.
ini rahasia umum, seharusnya semua orang sudah tahu. Tetapi ternyata tidak. Di Indonesia orang masih berpikir ada Allah yg mendiktekan kata-kata syahadat kepada manusia. Tidak begitu, kata Joko Tingtong. Syahadat adalah hasil kompromi antara manusia sendiri. Kompromi politik. Anda bisa pelajari kasusnya yg paling jelas dalam kisah pembentukan agama Kristen. Kisah nyata, tentu saja. Syahadat atau pengakuan iman Kristen yg pertama-kali disahkan pada tahun 325 M, di dalam konsili yg dihadiri oleh Kaisar Romawi, Constantinus. Kaisar Romawi memaksakan diterimanya kompromi-kompromi, demi penggunaan Kekristenan sebagai ideologi negara. Sedikit demi sedikit Kristen menjadi ideologi, makin lama makin kaku. Pedahal asalnya cuma sempalan dari agama Yahudi. Bukan agama, melainkan tarekat, sekte. Kumpulan para praktisi spiritual. Lama-kelamaan menjadi agama dan ideologi karena ada orang-orang ambisius yg menghasilkan banyak tulisan. Yg paling berpengaruh sampai abad pertengahan namanya Santo Agustinus. Bukunya berjudul "Civitate Dei". Atau "Kota Allah".
Inti pemikirannya, Kekristenan wajib membawa berkat ke seluruh alam. Mewujudkan surga di atas bumi, dengan gereja sebagai kepala pemerintahannya. Itu pemikiran Kristen di abad-abad awal tarikh Masehi, sebelum Islam muncul. Menurut Joko, slogan rahmatan lil alamin di Islam sedikit banyak mengambil alih konsep dari Santo Agustinus. Itu Kristen abad pertengahan atau, lebih tepat, abad kegelapan. Otoriter sekali. Kristen sekarang sudah jauh berbeda. Tidak lagi megalomaniak seperti itu.
Untuk anda yg belum tahu, syahadat Kristen tidak berbunyi "aku bersaksi", melainkan "aku percaya". Dan anda tidak perlu bilang aku percaya kalau bicara dengan Thamrin Amal Tomagola, guru besar Sosiologi di Universitas Indonesia. Kalau anda bilang aku percaya, bisa-bisa tidak lulus. Thamrin Amal Tomagola adalah guru saya, kata Joko Tingtong. Asli guru saya dalam mata kuliah Pengantar Sosiologi di FISIP UI. Sudah jadi ketua jurusan Sosiologi ketika Joko baru masuk di tahun 1983.
(Joko T.)
20 Jun 2013
Indonesia jualan minyak
Indonesia bukan harus beli minyak di pasaran
internasional, dan belinya harus disubsidi oleh pemerintah. Beli lebih
mahal di luar negeri, dan jual lebih murah di dalam negeri. Tidak begitu
jalan pikirannya. Yg benar, Indonesia jualan minyak. Seluruh minyak
Indonesia dijual di luar negeri karena kualitasnya lebih tinggi dan
harganya lebih mahal. Dijual ke Jepang dan Pantai Barat Amerika Serikat.
Untuk konsumsi dalam negeri, Indonesia beli minyak dari Arab. Minyak
dari Arab yg kualitasnya lebih rendah dan harganya lebih murah digunakan
untuk rakyat Indonesia. Mungkin beli minyak dari Arab Saudi. Tanpa
diskon, tentu saja.
Joko Tingtong tahu pasti Arab Saudi adalah satelit Amerika Serikat. Sekutu intim AS di Timur Tengah, sama intimnya seperti Israel. Baik Israel maupun Arab Saudi adalah sekutu intim Amerika Serikat (AS). Apabila wacana wahabisasi Indonesia berhasil, maka Arab Saudi akan punya anak bawang, namanya Indonesia. Oh, ribet amat, kata Joko. Kalau ujungnya cuma buat jadi anak buah AS, kita tidak perlu dimakelarin Arab Saudi. Langsung saja. Detik ini juga bisa.
Sebagai seorang ilmuwan politik, Joko Tingtong tahu bahwa Indonesia juga termasuk sekutu AS. Bukan sekutu intim seperti Israel dan Arab Saudi, melainkan sekutu biasa-biasa saja. Sedikit banyak Indonesia masih punya ingatan tentang doktrin politik luar negeri bebas aktif yg diformulasikan puluhan tahun lalu oleh Bung Hatta, proklamator. Tertulis dengan judul "Mendayung di antara Dua Karang". Artikel biasa, mungkin, tapi karena saat itu masih jarang intelektual di Indonesia, maka artikel itu akhirnya bisa menjadi doktrin politik luar negeri Indonesia. Resminya Indonesia netral, tidak berpihak kepada AS yg kapitalis, dan tidak juga berpihak kepada Uni Soviet (US) yg komunis. Itu dulu, di waktu Perang Dingin. Setelah US bubar, tidak ada lagi doktrin politik luar negeri Indonesia.
Menurut pengamatan Joko tidak ada. Yg terlihat seperti Indonesia berlumba ingin menjadi pengikut AS juga. Tapi AS tidak perduli dengan Indonesia. Terlalu banyak penindasan Hak Asasi Manusia (HAM) di Indonesia, termasuk hak kebebasan beragama. Mereka yg menganut aliran keagamaan berbeda dikejar-dikejar, dipaksa untuk bertobat. Malahan disaksikan oleh menteri agama. Kenapa tidak disaksikan oleh SBY sendiri? Bukankah akan elok sekali apabila SBY menyaksikan sendiri tobatnya ratusan umat Ahmadiyah di Cirebon kemarin? Tobat atau taubat?
Yg jelas, penobatan suatu aliran keagamaan yg sah dan bermartabat lewat cara kekerasan maupun halus merupakan pelecehan hak asasi manusia yg sempurna. AS tahu itu. Makanya tidak mau menerima Indonesia menjadi sekutu intim. Lalu? Lalu mungkin Indonesia mencari celah ingin menjadi anak bawang dari Arab Saudi. Di bawah AS ada sekutu intim seperti Israel dan Arab Saudi. Di bawah Arab Saudi ada sekutu yg mungkin lama-kelamaan bisa jadi intim juga karena meniru modus operandi Arab Saudi. Mungkin Indonesia mengira Arab Saudi tidak kena teguran AS. Mengira AS menutup mata terhadap tiadanya demokrasi di Arab Saudi, tiadanya penghormatan terhadap HAM disana?
Bukan begitu, kata Joko. AS bukan anak kecil dalam hal politik internasional. Semua ada waktunya. Saat ini kita sedang menunggu detik-detik keruntuhan rejim Suriah. Para pemimpinnya tidak bisa lari kemana-mana, akan terus diseret ke Mahkamah Internasional. Makanya mereka bertahan terus. Buah simalakama. Seperti Muammar Khadafi yg sudah makan itu buah. Tidak dimakan, rejimnya akan jatuh. Dimakan juga akan jatuh. Setelah Irak, Tunisia, Libya, Mesir, kini giliran Suriah. Arab Saudi termasuk yg paling akhir. Tinggal tunggu minyaknya habis dan rakyatnya berontak sendiri. Memang sekutu intim, tapi harus pakai permainan yg elok. Kata SBY, permainan harus elok.
Setelah bertahun-tahun tidak ikut pemilu alis golput, tiba-tiba Joko Tingtong merasa ada kemungkinan ikut pemilu lagi tahun depan. Pemilu 2014. Syariatnya yg dibisikkan malaikat cuma tiga, yaitu mereka yg pantas dipilih harus mampu menjanjikan dan melaksanakan dengan konsekwen: 1) penghapusan kolom agama di KTP, 2) pencabutan UU perkawinan seagama, dan 3) pengakuan resmi semua aliran keagamaan, baik asli maupun import. Sayangnya, menurut terawangan lagi, kemungkinan besar tidak ada partai politik maupun calon presiden yg berani menjanjikannya. Perlindungan terhadap hak asasi manusia untuk bebas beragama di Indonesia masih berupa wacana. Walhasil, Joko Tingtong mungkin akan golput lagi.
(Joko T.)
Joko Tingtong tahu pasti Arab Saudi adalah satelit Amerika Serikat. Sekutu intim AS di Timur Tengah, sama intimnya seperti Israel. Baik Israel maupun Arab Saudi adalah sekutu intim Amerika Serikat (AS). Apabila wacana wahabisasi Indonesia berhasil, maka Arab Saudi akan punya anak bawang, namanya Indonesia. Oh, ribet amat, kata Joko. Kalau ujungnya cuma buat jadi anak buah AS, kita tidak perlu dimakelarin Arab Saudi. Langsung saja. Detik ini juga bisa.
Sebagai seorang ilmuwan politik, Joko Tingtong tahu bahwa Indonesia juga termasuk sekutu AS. Bukan sekutu intim seperti Israel dan Arab Saudi, melainkan sekutu biasa-biasa saja. Sedikit banyak Indonesia masih punya ingatan tentang doktrin politik luar negeri bebas aktif yg diformulasikan puluhan tahun lalu oleh Bung Hatta, proklamator. Tertulis dengan judul "Mendayung di antara Dua Karang". Artikel biasa, mungkin, tapi karena saat itu masih jarang intelektual di Indonesia, maka artikel itu akhirnya bisa menjadi doktrin politik luar negeri Indonesia. Resminya Indonesia netral, tidak berpihak kepada AS yg kapitalis, dan tidak juga berpihak kepada Uni Soviet (US) yg komunis. Itu dulu, di waktu Perang Dingin. Setelah US bubar, tidak ada lagi doktrin politik luar negeri Indonesia.
Menurut pengamatan Joko tidak ada. Yg terlihat seperti Indonesia berlumba ingin menjadi pengikut AS juga. Tapi AS tidak perduli dengan Indonesia. Terlalu banyak penindasan Hak Asasi Manusia (HAM) di Indonesia, termasuk hak kebebasan beragama. Mereka yg menganut aliran keagamaan berbeda dikejar-dikejar, dipaksa untuk bertobat. Malahan disaksikan oleh menteri agama. Kenapa tidak disaksikan oleh SBY sendiri? Bukankah akan elok sekali apabila SBY menyaksikan sendiri tobatnya ratusan umat Ahmadiyah di Cirebon kemarin? Tobat atau taubat?
Yg jelas, penobatan suatu aliran keagamaan yg sah dan bermartabat lewat cara kekerasan maupun halus merupakan pelecehan hak asasi manusia yg sempurna. AS tahu itu. Makanya tidak mau menerima Indonesia menjadi sekutu intim. Lalu? Lalu mungkin Indonesia mencari celah ingin menjadi anak bawang dari Arab Saudi. Di bawah AS ada sekutu intim seperti Israel dan Arab Saudi. Di bawah Arab Saudi ada sekutu yg mungkin lama-kelamaan bisa jadi intim juga karena meniru modus operandi Arab Saudi. Mungkin Indonesia mengira Arab Saudi tidak kena teguran AS. Mengira AS menutup mata terhadap tiadanya demokrasi di Arab Saudi, tiadanya penghormatan terhadap HAM disana?
Bukan begitu, kata Joko. AS bukan anak kecil dalam hal politik internasional. Semua ada waktunya. Saat ini kita sedang menunggu detik-detik keruntuhan rejim Suriah. Para pemimpinnya tidak bisa lari kemana-mana, akan terus diseret ke Mahkamah Internasional. Makanya mereka bertahan terus. Buah simalakama. Seperti Muammar Khadafi yg sudah makan itu buah. Tidak dimakan, rejimnya akan jatuh. Dimakan juga akan jatuh. Setelah Irak, Tunisia, Libya, Mesir, kini giliran Suriah. Arab Saudi termasuk yg paling akhir. Tinggal tunggu minyaknya habis dan rakyatnya berontak sendiri. Memang sekutu intim, tapi harus pakai permainan yg elok. Kata SBY, permainan harus elok.
Setelah bertahun-tahun tidak ikut pemilu alis golput, tiba-tiba Joko Tingtong merasa ada kemungkinan ikut pemilu lagi tahun depan. Pemilu 2014. Syariatnya yg dibisikkan malaikat cuma tiga, yaitu mereka yg pantas dipilih harus mampu menjanjikan dan melaksanakan dengan konsekwen: 1) penghapusan kolom agama di KTP, 2) pencabutan UU perkawinan seagama, dan 3) pengakuan resmi semua aliran keagamaan, baik asli maupun import. Sayangnya, menurut terawangan lagi, kemungkinan besar tidak ada partai politik maupun calon presiden yg berani menjanjikannya. Perlindungan terhadap hak asasi manusia untuk bebas beragama di Indonesia masih berupa wacana. Walhasil, Joko Tingtong mungkin akan golput lagi.
(Joko T.)
10 Jun 2013
Apakah Mesti Meninggalkan Agama?
Mas Joko Tingtong, apakah bila ingin menjadi orang spiritual saya mesti meninggalkan agama yg sekarang saya anut ?
Joko jawab: It's up to you, tergantung dari anda sendiri. Apakah yg anda maksudkan sebagai orang spiritual? Apakah orang spiritual menurut anda adalah orang yg memiliki ilmu sakti untuk berhubungan langsung dengan Allah? Kalau itu definisinya, maka kita semua adalah orang spiritual. Allah adalah kesadaran yg ada di diri semua manusia, baik menggunakan istilah Allah ataupun tidak. Allah bahkan ada di orang yg tidak beragama dan mengaku sebagai komunis sejati. Allah bahkan ada di orang yg menjadi atheist fanatik. Allah bahkan ada di orang yg dilecehkan dengan sebutan kafir, musyrik dan syirik. Allah ada di dalam kesadaran semua manusia. Yg bisa sadar bahwa dirinya sadar adalah Allah yg berdiam di diri manusia. Diluar itu, semuanya adalah Allah buatan.
Allah buatan adalah pemikiran manusia. Pemikiran dan bukan kesadaran. Kesadaran yg saya sebut Allah di diri manusia adalah yg sadar thok itu. Sadar bahwa dirinya sadar, tanpa pernah tahu dirinya siapa, asalnya dari mana, dan akan ke mana. Dia cuma tahu bahwa dia sadar. Full stop.Titik.
Bisa saja anda tetap menganut agama, dan sekaligus mengaku sebagai seorang spiritual, yaitu orang yg melakukan kultivasi kesadaran di dalam dirinya sendiri, belajar memahami apa itu kesadaran, consciousness, dan bagaimana hubungannya dengan segala macam hal yg dipaksakan oleh lingkungannya. Kalau anda kultivasi spiritualitas dengan jujur, maka cepat atau lambat anda akan menyadari bahwa agama lebih banyak memiliki aspek keduniawian daripada kerohanian. Ada simbol-simbol yg digunakan dalam agama, tetapi kebanyakan penganut agama tidak tahu apa makna dari simbol-simbol itu.
Simbol dianggap sebagai hal yg hakiki, pedahal cuma simbol saja. Makna dari simbol ditemukan di dalam kesadaran kita sendiri. Meanings, makna, arti. Dan ketika kita bisa menangkap artinya, maka simbol-simbol bisa saja dilepaskan dan tidak dipegang lagi. Tetapi orang beragama justru dipaksa dengan kasar maupun halus untuk selalu berpegang kepada simbol-simbol itu. Akhirnya yg terjadi adalah pemutar-balikkan.
Kepala jadi kaki, dan kaki jadi kepala.
(Joko T.)
Joko jawab: It's up to you, tergantung dari anda sendiri. Apakah yg anda maksudkan sebagai orang spiritual? Apakah orang spiritual menurut anda adalah orang yg memiliki ilmu sakti untuk berhubungan langsung dengan Allah? Kalau itu definisinya, maka kita semua adalah orang spiritual. Allah adalah kesadaran yg ada di diri semua manusia, baik menggunakan istilah Allah ataupun tidak. Allah bahkan ada di orang yg tidak beragama dan mengaku sebagai komunis sejati. Allah bahkan ada di orang yg menjadi atheist fanatik. Allah bahkan ada di orang yg dilecehkan dengan sebutan kafir, musyrik dan syirik. Allah ada di dalam kesadaran semua manusia. Yg bisa sadar bahwa dirinya sadar adalah Allah yg berdiam di diri manusia. Diluar itu, semuanya adalah Allah buatan.
Allah buatan adalah pemikiran manusia. Pemikiran dan bukan kesadaran. Kesadaran yg saya sebut Allah di diri manusia adalah yg sadar thok itu. Sadar bahwa dirinya sadar, tanpa pernah tahu dirinya siapa, asalnya dari mana, dan akan ke mana. Dia cuma tahu bahwa dia sadar. Full stop.Titik.
Bisa saja anda tetap menganut agama, dan sekaligus mengaku sebagai seorang spiritual, yaitu orang yg melakukan kultivasi kesadaran di dalam dirinya sendiri, belajar memahami apa itu kesadaran, consciousness, dan bagaimana hubungannya dengan segala macam hal yg dipaksakan oleh lingkungannya. Kalau anda kultivasi spiritualitas dengan jujur, maka cepat atau lambat anda akan menyadari bahwa agama lebih banyak memiliki aspek keduniawian daripada kerohanian. Ada simbol-simbol yg digunakan dalam agama, tetapi kebanyakan penganut agama tidak tahu apa makna dari simbol-simbol itu.
Simbol dianggap sebagai hal yg hakiki, pedahal cuma simbol saja. Makna dari simbol ditemukan di dalam kesadaran kita sendiri. Meanings, makna, arti. Dan ketika kita bisa menangkap artinya, maka simbol-simbol bisa saja dilepaskan dan tidak dipegang lagi. Tetapi orang beragama justru dipaksa dengan kasar maupun halus untuk selalu berpegang kepada simbol-simbol itu. Akhirnya yg terjadi adalah pemutar-balikkan.
Kepala jadi kaki, dan kaki jadi kepala.
(Joko T.)
9 Jun 2013
Spiritualitas atheist
Ada hasil pemikiran Musa, Daud, Sulaiman, Yesus. Walaupun dihormati sebagai nabi yg berkonotasi keagamaan, orang-orang Yahudi ini juga filsuf. Mereka filsuf metafisika, artinya suka berpikir tentang Allah. Ucapan atau tulisan mereka dianggap berasal dari Allah sendiri. Apa benar itu berasal dari Allah tentu saja soal lain. Yg jelas, semuanya keluar dari mulut atau tangan manusia. Hasil pemikiran. Walaupun menggunakan kata Allah, ternyata semuanya pemikiran manusia belaka. Filsafat belaka. Kalau dibilang filsfafat, orang yg masih gila Allah akan menganggap enteng. Filsafat itu pemikiran manusia belaka, begitu pikir mereka. Pedahal segala macam ajaran agama itu apa kalau bukan filsafat juga?
Spiritualitas juga begitu, isinya pemikiran belaka. Ada spiritualitas berdasarkan aliran Sufi. Ada spiritualitas Kristen. Ada spiritualitas Buddhist. Spiritualitas humanis. Spiritualitas agnostic. Spiritualitas atheist. Isinya pemikiran belaka. Mereka berpikir bahwa kalau mencari Allah harus berputar seperti baling-baling, contohnya. Dan itu sah saja, mempraktekkan meditasi gaya baling-baling seperti dilakukan oleh sebagian orang Sufi. Ada yg bilang spiritualitas berarti vegetarian atau anti makan babi dan binatang lainnya seperti yg dipraktekkan oleh sebagian orang Buddhist. Dan itu sah juga. Sebagian orang Hindu mempraktekkan brahmachary atau tidak berhubungan sex. Dan itu oke pula. Yg humanis menekankan kerja bakti sosial. Yg agnostik menekankan universalitas. Dan yg atheist menekankan ilmu pengetahuan. Semuanya spiritualitas.
Sebagian orang yg mengaku spiritualis itu juga cuma menipu diri mereka sendiri saja. Mereka merasa telah dekat kepada sang sumber, pedahal kalau benar ada sumber itu, maka kita tidak akan lebih dekat atau lebih jauh. Kita cuma akan segitu-gitu saja. Sumber itu apa? Napas kita? Kita selalu bernapas bukan? Dari lahir sampai sekarang, dan bahkan sampai mati kita tidak akan lebih dekat dan lebih jauh dari napas kita. Ada pula yg namanya intuisi, dan itu sesuatu yg spontan datang dari alam bawah sada kita. Kita bisa langsung tahu sesuatu tanpa lewat panca indra. Psikologi juga tahu yg namanya intuisi, dan itu ada di semua orang kalau manusianya mau berjalan di jalan yg biasa-biasa saja, tanpa memasukkan diri ke dalam kotak-kotak. Kotak-kotak itu adalah yg memakai segala macam definisi, biasanya dari agama-agama.
Spiritualis aliran ketinggalan jaman memang punya banyak salah kaprah. Mereka memuja-muji Krishnamurti dan Osho, tanpa tahu pesan yg diberikan oleh Krishnamurti dan Osho yg umumnya tidak perduli dengan segala macam keharaman ini dan itu yg mungkin masih dipercaya oleh orang-orang spiritual. Tingkat spiritualitas juga konsep yg amburadul. Memang ada orang yg pengertiannya lebih komprehensif, dan ada yg cetek. Yg cetek itu yg pakai banyak syariat. Orang spiritual dewasa akan seperti Krishnamurti dan Osho yg tidak perduli dengan segala macam label benar dan salah, mereka sudah keluar dari kotak-kotak. Mereka sadar bahwa mereka sadar, dan mereka menjadi dirinya sendiri saja. Makanya Joko mengajarkan orang untuk menjadi diri sendiri saja. Para filsuf itu juga menggunakan intuisi, sebenarnya, walaupun mereka tidak menyebutnya sebagai intuisi.
Di masa lalu filsafat disebut juga wisdom atau kebijaksanaan. Kenapa? Karena pemikiran yg dikeluarkan tidak menggunakan kata-kata seolah-olah itu berasal dari Allah. Kalau sudah pakai kata Allah akan menjadi agama! Memang bisa dijelaskan secara rasional. Dan ternyata segalanya biasa saja. Allah, pencerahan, sang pencipta, semuanya ada disini dan saat ini saja. Anda sadar. Saya sadar. Mau disebut sebagai kesadaran Allah, kesadaran Buddha, kesadaran Kristus, atau tidak disebut dengan apapun tidak akan menjadi masalah. Dan memang tidak perlu meditasi dengan kaki bersila seperti patung Buddha. Meditasi cuma istilah, bermacam-macam jenisnya, dan bahkan bisa disebut bukan dengan istilah meditasi. Kita semuanya meditator kalau kita mau sadar bahwa kita sadar. Para filsuf itu meditasi juga, walaupun mereka tidak sebut dengan istilah meditasi.
(Joko T.)
7 Jun 2013
hipnotis,hipnotherapi,gendam,mata ketiga
Hipnotis yg dilakukan dengan seijin orangnya namanya
hipnotherapi, gunanya untuk penyembuhan berbagai macam penyakit, baik yg
asli berasal dari virus maupun dari pikiran orang itu sendiri yg
destruktif. Pikiran yg merusak, termasuk delusi atau waham. Penipuan
diri sendiri.
Setahu Joko Tingtong, meditasi bukanlah prasyarat mutlak bagi seorang praktisi hipnotherapi. Seorang hipnotherapist cukup melatih kemampuan dirinya untuk rileks dan menurunkan gelombang otaknya sendiri ke level alpha dan theta, yg gunanya untuk menginduksi gelombang otak pasiennya ke gelombang otak yg sama, dan lalu memberikan berbagai macam sugesti yg diharapkan akan bisa membantu penyembuhan.
Seharusnya begitu, tapi kenyataannya tidak. Joko Tingtong merasa para hypnotherapist tidak bisa menurunkan gelombang otak pasien. Kebanyakan tidak bisa. Semuanya masih berada di gelombang otak beta atau frekwensi melek penuh. Kalaupun tekniknya bekerja, hypnotherapi menggunakan berbagai macam akal untuk mengunci jalan pikiran pasien sehingga tidak kembali ke kebiasaan jelek yg ingin dibuang.
Begitu lho, menurut pengalaman Joko!
Penyembuhan total dan langsung merupakan suatu pengecualian, dan sangat wajar bagi teknik hipnotherapi untuk digunakan berulang-ulang sampai hasil yg diinginkan tercapai. Ada juga kemungkinan bahwa hasil yg telah tercapai akhirnya hilang begitu saja karena ternyata sugesti yg diberikan oleh hipnotherapist kalah kuat dengan sugesti yg diberikan oleh si pasien terhadap dirinya sendiri.
Ada yg pernah mencoba untuk melakukan perubahan orientasi seksual dari seorang homo agar menjadi hetero. Hasilnya cukup menggembirakan pada awalnya karena si homosex atau gay itu sudah bisa melirik wanita. Tapi, ketika therapi diteruskan, ternyata efeknya cuma begitu-begitu saja, cuma melirik doang, dan tidak berlanjut ke arah hubungan sex.
Pada pihak lain, orientasi seksual seseorang merupakan hal yg normal saja. Baik hetero, gay, bisex, ataupun asexual merupakan orientasi yg normal. Dan usaha untuk mentherapi seseorang agar orientasi seksualnya berubah tentu saja patut dipertanyakan. Apakah ethis untuk merubah seorang pria hetero menjadi gay? Kalau itu ternyata tidak ethis, maka merubah pria gay menjadi hetero juga tidak ethis, karena kedua orientasi ini sama validnya. Bukan merupakan kelainan jiwa melainkan hal yg normal saja. Bukan sakit jiwa!
Lain halnya kalau orangnya sendiri yg meminta, misalnya ada seorang pria hetero sudah bosan berhubungan sex dengan perempuan, dan sekarang ingin nyobain dengan sesama pria. Dia lalu pergi ke seorang hipnotherapist agar dihipnotis menjadi gay. Itu bisa, tetapi harus atas permintaan orangnya sendiri. Dan belum tentu berhasil. Mungkin paling jauh jadi bisex doang.
Ada lagi hipnotherapist yg bisa melakukan regressi ke kehidupan masa lalu atau past life. Masalah di kehidupan sekarang bisa ditelusuri sebagai berasal dari kehidupan masa lalu. Sayangnya, tidak semua orang bisa diregressi. Kalaupun bisa, apakah benar sesuatu yg dilihat oleh pasien sebagai kehidupan masa lalu itu benar-benar ada? Yg jelas, kita cuma akan di-regressi ke dalam pikiran kita sendiri, dan yg muncul juga cuma simbol-simbol belaka. Dan belum tentu si hipnotherapist bisa mengartikannya, sehingga bisa saja akhirnya terjadi penumpukan takhayul yg tidak mencerdaskan.
Pada pihak lain, yg secara salah kaprah dikenal sebagai kejahatan hipnotis sebenarnya bukanlah hipnotis melainkan gendam. Gendam dilatih dengan cara konsentrasi pada cakra solar plexus ke bawah. Orang yg mengumpulkan energi gendam bisa menghipnotis korbannya untuk memberikan uang, dll. Itu gendam dan bukan hipnotis karena yg digunakan adalah tenaga yg kuat sekali dan berasal dari cakra solar plexus ke bawah. Ini energi naluri dan bukan energi intuisi. Naluri seseorang yg kuat tentu saja bisa mempengaruhi orang lain yg pikirannya melayang dan tidak fokus.
Kalau kita rutin meditasi di cakra mata ketiga, kita tidak akan terpengaruh dengan segala macam gendam. Segala macam hipnotherapi juga tidak akan berpengaruh. Segala teknik rekayasan yg menggunakan kombinasi gendam dan hipnotherapi seperti dipraktekkan di berbagai pelatihan juga tidak akan mempan.
Sebaliknya, dengan meditasi rutin di cakra mata ketiga kita akhirnya akan sadar bahwa kita bisa memilih apa yg kita inginkan dalam hidup. Tanpa perlu membuang uang mahal-mahal buat pelatihan begituan yg menggunakan segala macam teknik rekayasa, kita akan tahu dengan sendirinya apa yg sebenarnya kita mau, dan kita akan pilih apa yg kita mau dengan sadar.
(Joko T.)
Setahu Joko Tingtong, meditasi bukanlah prasyarat mutlak bagi seorang praktisi hipnotherapi. Seorang hipnotherapist cukup melatih kemampuan dirinya untuk rileks dan menurunkan gelombang otaknya sendiri ke level alpha dan theta, yg gunanya untuk menginduksi gelombang otak pasiennya ke gelombang otak yg sama, dan lalu memberikan berbagai macam sugesti yg diharapkan akan bisa membantu penyembuhan.
Seharusnya begitu, tapi kenyataannya tidak. Joko Tingtong merasa para hypnotherapist tidak bisa menurunkan gelombang otak pasien. Kebanyakan tidak bisa. Semuanya masih berada di gelombang otak beta atau frekwensi melek penuh. Kalaupun tekniknya bekerja, hypnotherapi menggunakan berbagai macam akal untuk mengunci jalan pikiran pasien sehingga tidak kembali ke kebiasaan jelek yg ingin dibuang.
Begitu lho, menurut pengalaman Joko!
Penyembuhan total dan langsung merupakan suatu pengecualian, dan sangat wajar bagi teknik hipnotherapi untuk digunakan berulang-ulang sampai hasil yg diinginkan tercapai. Ada juga kemungkinan bahwa hasil yg telah tercapai akhirnya hilang begitu saja karena ternyata sugesti yg diberikan oleh hipnotherapist kalah kuat dengan sugesti yg diberikan oleh si pasien terhadap dirinya sendiri.
Ada yg pernah mencoba untuk melakukan perubahan orientasi seksual dari seorang homo agar menjadi hetero. Hasilnya cukup menggembirakan pada awalnya karena si homosex atau gay itu sudah bisa melirik wanita. Tapi, ketika therapi diteruskan, ternyata efeknya cuma begitu-begitu saja, cuma melirik doang, dan tidak berlanjut ke arah hubungan sex.
Pada pihak lain, orientasi seksual seseorang merupakan hal yg normal saja. Baik hetero, gay, bisex, ataupun asexual merupakan orientasi yg normal. Dan usaha untuk mentherapi seseorang agar orientasi seksualnya berubah tentu saja patut dipertanyakan. Apakah ethis untuk merubah seorang pria hetero menjadi gay? Kalau itu ternyata tidak ethis, maka merubah pria gay menjadi hetero juga tidak ethis, karena kedua orientasi ini sama validnya. Bukan merupakan kelainan jiwa melainkan hal yg normal saja. Bukan sakit jiwa!
Lain halnya kalau orangnya sendiri yg meminta, misalnya ada seorang pria hetero sudah bosan berhubungan sex dengan perempuan, dan sekarang ingin nyobain dengan sesama pria. Dia lalu pergi ke seorang hipnotherapist agar dihipnotis menjadi gay. Itu bisa, tetapi harus atas permintaan orangnya sendiri. Dan belum tentu berhasil. Mungkin paling jauh jadi bisex doang.
Ada lagi hipnotherapist yg bisa melakukan regressi ke kehidupan masa lalu atau past life. Masalah di kehidupan sekarang bisa ditelusuri sebagai berasal dari kehidupan masa lalu. Sayangnya, tidak semua orang bisa diregressi. Kalaupun bisa, apakah benar sesuatu yg dilihat oleh pasien sebagai kehidupan masa lalu itu benar-benar ada? Yg jelas, kita cuma akan di-regressi ke dalam pikiran kita sendiri, dan yg muncul juga cuma simbol-simbol belaka. Dan belum tentu si hipnotherapist bisa mengartikannya, sehingga bisa saja akhirnya terjadi penumpukan takhayul yg tidak mencerdaskan.
Pada pihak lain, yg secara salah kaprah dikenal sebagai kejahatan hipnotis sebenarnya bukanlah hipnotis melainkan gendam. Gendam dilatih dengan cara konsentrasi pada cakra solar plexus ke bawah. Orang yg mengumpulkan energi gendam bisa menghipnotis korbannya untuk memberikan uang, dll. Itu gendam dan bukan hipnotis karena yg digunakan adalah tenaga yg kuat sekali dan berasal dari cakra solar plexus ke bawah. Ini energi naluri dan bukan energi intuisi. Naluri seseorang yg kuat tentu saja bisa mempengaruhi orang lain yg pikirannya melayang dan tidak fokus.
Kalau kita rutin meditasi di cakra mata ketiga, kita tidak akan terpengaruh dengan segala macam gendam. Segala macam hipnotherapi juga tidak akan berpengaruh. Segala teknik rekayasan yg menggunakan kombinasi gendam dan hipnotherapi seperti dipraktekkan di berbagai pelatihan juga tidak akan mempan.
Sebaliknya, dengan meditasi rutin di cakra mata ketiga kita akhirnya akan sadar bahwa kita bisa memilih apa yg kita inginkan dalam hidup. Tanpa perlu membuang uang mahal-mahal buat pelatihan begituan yg menggunakan segala macam teknik rekayasa, kita akan tahu dengan sendirinya apa yg sebenarnya kita mau, dan kita akan pilih apa yg kita mau dengan sadar.
(Joko T.)
6 Jun 2013
sahibul hikayat
Pada mulanya ada banyak tulisan Yahudi yg digunakan. Lalu dikumpulkan dan diseleksi. Apa yg dikenal sebagai Taurat Musa, misalnya, kemungkinan berasal dari hasil editan dua tulisan berbeda. Berbeda tradisinya, dan kemungkinan besar wilayahnya juga. Satu berasal dari Israel Utara, dan satunya lagi dari Israel Selatan. Ada yg menyebut sesembahannya dengan nama Elohim, yg dituliskan sebagai Allah di bahasa Indonesia. Ada pula yg menyebut sesembahannya sebagai JHVH, yg dituliskan sebagai Tuhan di bahasa Indonesia. Itu kitab tertua yg disucikan oleh Bani Israel atawa yg sekarang umumnya kita kenal sebagai orang Yahudi. Jadi tidak benar Allah menurunkan Taurat kepada Musa. Sebagian dari isi Taurat mungkin ditulis oleh Musa sendiri, mungkin juga semuanya ditulis oleh orang lain. Mungkin Musa benar ada, mungkin juga cuma seorang tokoh mitologis. Di kitabnya tertulis sejarah bumi dan langit. Penciptaan alam semesta oleh Allah yg, konon, dilakukan dalam waktu enam hari saja. Dan pada hari ketujuh Allah istirahat.
Hari pertama bukanlah Senin, melainkan Minggu. Dan hari ketujuh adalah Sabtu. Orang Yahudi menyebutnya hari Sabbath. Bahkan kata Sabtu di bahasa Indonesia berhubungan langsung dengan istilah Sabbath. Sabado di bahasa Portugis diambil langsung dari kata Sabbath di bahasa Ibrani. Dan jadilah Sabtu di bahasa Indonesia. Karena Allah istirahat di hari Sabtu, maka orang Yahudi beribadah di hari ini. Aslinya haram melakukan kerja apapun kecuali istirahat dan ibadah. Kenapa haram? Karena Allah mencontohkan dengan cara beristirahat dari pekerjaannya pada hari Sabtu. Apa benar Allah istirahat pada hari Sabtu tentu saja soal lain. Di Taurat tertulis, kuduskanlah hari Sabbath. Artinya, pisahkanlah hari itu, jangan samakan dengan hari lainnya. Kudus artinya suci, terpisah. Beda. Dalam hal ini beda karena digunakan khusus untuk istirahat dan ibadah. Apakah benar itu perintah menguduskan hari Sabtu berasal dari Allah? Wallahualam. Kita cuma bisa tahu pasti bahwa hal itu dituliskan oleh manusia ribuan tahun lalu. Manusia yg menulis bahwa Allah memerintahkan orang Yahudi untuk menguduskan hari Sabtu.
Berdasarkan Taurat Musa ini, dibuatlah syariat Yahudi. Landasan pemikirannya jelas sekali, yaitu bahwa itu Taurat diturunkan oleh Allah langsung. Kalau benar begitu kejadiannya, tentu saja Joko Tingtong akan percaya dan menjadi penganut agama Yahudi. Ternyata tidak benar. Ternyata setelah dibacanya itu Taurat berulang-kali selama bertahun-tahun, Joko bisa menyimpulkan bahwa isinya adalah buatan manusia. Manusia yg hidup di jaman dan waktu tertentu. Tentu saja ada Allah disitu. Allah yg berjalan-jalan di Taman Firdaus dan mencari Adam dan Hawa yg bersembunyi setelah memakan buah quldi. Mereka sembunyi dan ketika akhirnya berani muncul, ternyata sudah berbalut dedaunan. Tadinya telanjang bulat. Pornografi asli. Allah kaget, dan mulai melakukan investigasi.
Dari situ Adam melempar tanggung-jawab kepada Hawa, dan Hawa melempar kembali itu tanggung-jawab kepada ular. Ular yg konon merupakan titisan Setan. Allah bilang, quldi sudah dimakan, tidak bisa lagi menjadi buah. Paling banter menjadi jigong. Sebagai hukuman, Adam dan Hawa harus keluar dari Taman Firdaus. Dengan kata lain, turun ke bumi, kalau mau dibayangkan bahwa Taman Firdaus berada di atas langit. Mungkin juga di bumi ini saja, tapi dimana? Tidak pernah ditemukan. Dan ular juga harus keluar, dikutuk akan bermusuhan dengan anak keturunan Hawa. Allah sendiri yg mengutuk.
Dan itu sahilbul hikayat. Artinya hikayat yg diceritakan antara sesama sahib. Sesama sahabat. Masuk ke bahasa Betawi sebagai istilah ngibul. Ngibul bukan berarti berbohong, melainkan merumpi antara sesama teman dekat. Asal katanya dari bahasa Arab, yaitu sahibul hikayat. Kisah-kisah di kitab suci Yahudi dan bangsa-bangsa lainnya merupakan jenis seperti itu. Hasil olah pikir sastrawan masa lalu, digunakan untuk menghibur hati, tetapi lama-kelamaan dikuduskan, disucikan, dipisahkan. Dianggap benar-benar berasal dari Allah. Pedahal orang sejaman dengan itu kitab-kitab tahu bahwa yg mengucapkan cuma manusia biasa. Sama seperti dalang yg bisa berucap seolah-olah dirinya Semar, pengarang kitab-kitab masa lalu juga bisa berucap bahwa dirinya Allah. Ucapan mana diingat dan diwariskan turun-temurun. Sampai suatu saat dituliskan. Kalau ada tulisan-tulisan yg tidak cocok, maka digabungkan saja. Dibutuhkan editor. Kitab Taurat yg asli setidaknya terdiri dari dua versi, yaitu yg menggunakan nama Allah, dan yg menggunakan nama Tuhan. Makanya orang Yahudi dan Kristen suka menggabungkan kedua nama itu menjadi Tuhan Allah.
Dalam bahasa Inggris Lord God. Dalam bahasa Ibrani Adonai Elohim.
Penciptaan alam semesta seperti tertulis di Taurat, dan di kitab-kitab kuno lainnya, semuanya hasil budaya manusia. Dikeluarkan oleh alam pikiran manusia. Menggunakan kiasan-kiasan yg berlaku di jamannya. Semua budaya punya itu adat-istiadat menggunakan nama Allahnya, atau nama Dewa-Dewinya, untuk mengucapkan perintah. Sangat umum. Bukan berarti benar ada Allah di atas sana, atau Dewa-Dewi. Mereka bisa saja dianggap ada, sebagai simbol, perantara, untuk mengkomunikasikan sesuatu. Biasanya hal-hal yg dianggap penting agar etnik penyembahnya bisa bertahan hidup. Cuma itu saja. Dan orang-orang Yahudi yg paling berpendidikan di satu dunia saat ini sudah tahu itu. Orang-orang Kristen juga. Kalau sudah tahu, tapi pura-pura tidak tahu, tentu saja itu soal lain. Bisa saja tetap ikut ritual keagamaan, walaupun tahu ini cuma permainan kepercayaan. Seolah-olah ada yg dipercaya. Seolah-olah yg dipercaya itu benar. Pedahal tidak benar.
Makanya orang Barat heboh sekali ketika muncul pemberitaan tentang God Particle, Partikel Allah. Ditemukan Partikel Allah di tahun 2013. Partikel Allah adalah pembuktikan bahwa materi terkecil bisa mulai terisikan massa. Ada tumbukan cepat sekali, dan partikel materi terkecil yg tadinya kosong tiba-tiba berisikan massa. Dari tidak ada menjadi ada. Hebohlah media massa satu dunia, karena cuma inilah ujung penemuan manusia detik ini. Baru bisa dibuktikan bagaimana suatu hal yg tidak ada menjadi ada. Makanya dinamakan God Particle. Terjemahan akuratnya Partikel Allah, bukan Partikel Tuhan. God itu Allah, bukan Tuhan. Tapi apakah benar ada Allah disana? Ada Allah di God Particle?
Tentu saja tidak ada. Ini fenomena fisik biasa. Membuktikan apa yg tidak pernah bisa dibuktikan. Terbukti bahwa partikel terkecil di alam semesta bisa tiba-tiba mempunya kepadatan. Kumpulan kepadatan adalah apa yg bisa kita jamah dengan tangan. Ujung-ujungnya, apa yg kita bisa jamah dengan tangan akan bisa diuraikan menjadi partikel yg tidak bisa terjamah. Namanya partikel terkecil. Kalau dibalikkan lagi, partikel terkecil yg tidak bermassa itu, atau kosong, bisa terisi kembali, dan kumpulannya bisa kita jamah. Tapi itu bukan Allah.
Bukan Allah seperti disyiarkan oleh agama-agama Timur Tengah. Allah menurut agama adalah sahibul hikayat. Hasil imajinasi manusia masa lalu. Yg seperti itu tidak ada. Dan semua orang sudah tahu, makanya tidak diributkan lagi. Yg diributkan sekarang adalah asal-usul munculnya alam semesta. Teori yg bilang alam semesta diciptakan Allah dalam waktu enam hari saja tidak berlaku. Apalagi kisah Adam dan Hawa.
(Joko T.)
Hari pertama bukanlah Senin, melainkan Minggu. Dan hari ketujuh adalah Sabtu. Orang Yahudi menyebutnya hari Sabbath. Bahkan kata Sabtu di bahasa Indonesia berhubungan langsung dengan istilah Sabbath. Sabado di bahasa Portugis diambil langsung dari kata Sabbath di bahasa Ibrani. Dan jadilah Sabtu di bahasa Indonesia. Karena Allah istirahat di hari Sabtu, maka orang Yahudi beribadah di hari ini. Aslinya haram melakukan kerja apapun kecuali istirahat dan ibadah. Kenapa haram? Karena Allah mencontohkan dengan cara beristirahat dari pekerjaannya pada hari Sabtu. Apa benar Allah istirahat pada hari Sabtu tentu saja soal lain. Di Taurat tertulis, kuduskanlah hari Sabbath. Artinya, pisahkanlah hari itu, jangan samakan dengan hari lainnya. Kudus artinya suci, terpisah. Beda. Dalam hal ini beda karena digunakan khusus untuk istirahat dan ibadah. Apakah benar itu perintah menguduskan hari Sabtu berasal dari Allah? Wallahualam. Kita cuma bisa tahu pasti bahwa hal itu dituliskan oleh manusia ribuan tahun lalu. Manusia yg menulis bahwa Allah memerintahkan orang Yahudi untuk menguduskan hari Sabtu.
Berdasarkan Taurat Musa ini, dibuatlah syariat Yahudi. Landasan pemikirannya jelas sekali, yaitu bahwa itu Taurat diturunkan oleh Allah langsung. Kalau benar begitu kejadiannya, tentu saja Joko Tingtong akan percaya dan menjadi penganut agama Yahudi. Ternyata tidak benar. Ternyata setelah dibacanya itu Taurat berulang-kali selama bertahun-tahun, Joko bisa menyimpulkan bahwa isinya adalah buatan manusia. Manusia yg hidup di jaman dan waktu tertentu. Tentu saja ada Allah disitu. Allah yg berjalan-jalan di Taman Firdaus dan mencari Adam dan Hawa yg bersembunyi setelah memakan buah quldi. Mereka sembunyi dan ketika akhirnya berani muncul, ternyata sudah berbalut dedaunan. Tadinya telanjang bulat. Pornografi asli. Allah kaget, dan mulai melakukan investigasi.
Dari situ Adam melempar tanggung-jawab kepada Hawa, dan Hawa melempar kembali itu tanggung-jawab kepada ular. Ular yg konon merupakan titisan Setan. Allah bilang, quldi sudah dimakan, tidak bisa lagi menjadi buah. Paling banter menjadi jigong. Sebagai hukuman, Adam dan Hawa harus keluar dari Taman Firdaus. Dengan kata lain, turun ke bumi, kalau mau dibayangkan bahwa Taman Firdaus berada di atas langit. Mungkin juga di bumi ini saja, tapi dimana? Tidak pernah ditemukan. Dan ular juga harus keluar, dikutuk akan bermusuhan dengan anak keturunan Hawa. Allah sendiri yg mengutuk.
Dan itu sahilbul hikayat. Artinya hikayat yg diceritakan antara sesama sahib. Sesama sahabat. Masuk ke bahasa Betawi sebagai istilah ngibul. Ngibul bukan berarti berbohong, melainkan merumpi antara sesama teman dekat. Asal katanya dari bahasa Arab, yaitu sahibul hikayat. Kisah-kisah di kitab suci Yahudi dan bangsa-bangsa lainnya merupakan jenis seperti itu. Hasil olah pikir sastrawan masa lalu, digunakan untuk menghibur hati, tetapi lama-kelamaan dikuduskan, disucikan, dipisahkan. Dianggap benar-benar berasal dari Allah. Pedahal orang sejaman dengan itu kitab-kitab tahu bahwa yg mengucapkan cuma manusia biasa. Sama seperti dalang yg bisa berucap seolah-olah dirinya Semar, pengarang kitab-kitab masa lalu juga bisa berucap bahwa dirinya Allah. Ucapan mana diingat dan diwariskan turun-temurun. Sampai suatu saat dituliskan. Kalau ada tulisan-tulisan yg tidak cocok, maka digabungkan saja. Dibutuhkan editor. Kitab Taurat yg asli setidaknya terdiri dari dua versi, yaitu yg menggunakan nama Allah, dan yg menggunakan nama Tuhan. Makanya orang Yahudi dan Kristen suka menggabungkan kedua nama itu menjadi Tuhan Allah.
Dalam bahasa Inggris Lord God. Dalam bahasa Ibrani Adonai Elohim.
Penciptaan alam semesta seperti tertulis di Taurat, dan di kitab-kitab kuno lainnya, semuanya hasil budaya manusia. Dikeluarkan oleh alam pikiran manusia. Menggunakan kiasan-kiasan yg berlaku di jamannya. Semua budaya punya itu adat-istiadat menggunakan nama Allahnya, atau nama Dewa-Dewinya, untuk mengucapkan perintah. Sangat umum. Bukan berarti benar ada Allah di atas sana, atau Dewa-Dewi. Mereka bisa saja dianggap ada, sebagai simbol, perantara, untuk mengkomunikasikan sesuatu. Biasanya hal-hal yg dianggap penting agar etnik penyembahnya bisa bertahan hidup. Cuma itu saja. Dan orang-orang Yahudi yg paling berpendidikan di satu dunia saat ini sudah tahu itu. Orang-orang Kristen juga. Kalau sudah tahu, tapi pura-pura tidak tahu, tentu saja itu soal lain. Bisa saja tetap ikut ritual keagamaan, walaupun tahu ini cuma permainan kepercayaan. Seolah-olah ada yg dipercaya. Seolah-olah yg dipercaya itu benar. Pedahal tidak benar.
Makanya orang Barat heboh sekali ketika muncul pemberitaan tentang God Particle, Partikel Allah. Ditemukan Partikel Allah di tahun 2013. Partikel Allah adalah pembuktikan bahwa materi terkecil bisa mulai terisikan massa. Ada tumbukan cepat sekali, dan partikel materi terkecil yg tadinya kosong tiba-tiba berisikan massa. Dari tidak ada menjadi ada. Hebohlah media massa satu dunia, karena cuma inilah ujung penemuan manusia detik ini. Baru bisa dibuktikan bagaimana suatu hal yg tidak ada menjadi ada. Makanya dinamakan God Particle. Terjemahan akuratnya Partikel Allah, bukan Partikel Tuhan. God itu Allah, bukan Tuhan. Tapi apakah benar ada Allah disana? Ada Allah di God Particle?
Tentu saja tidak ada. Ini fenomena fisik biasa. Membuktikan apa yg tidak pernah bisa dibuktikan. Terbukti bahwa partikel terkecil di alam semesta bisa tiba-tiba mempunya kepadatan. Kumpulan kepadatan adalah apa yg bisa kita jamah dengan tangan. Ujung-ujungnya, apa yg kita bisa jamah dengan tangan akan bisa diuraikan menjadi partikel yg tidak bisa terjamah. Namanya partikel terkecil. Kalau dibalikkan lagi, partikel terkecil yg tidak bermassa itu, atau kosong, bisa terisi kembali, dan kumpulannya bisa kita jamah. Tapi itu bukan Allah.
Bukan Allah seperti disyiarkan oleh agama-agama Timur Tengah. Allah menurut agama adalah sahibul hikayat. Hasil imajinasi manusia masa lalu. Yg seperti itu tidak ada. Dan semua orang sudah tahu, makanya tidak diributkan lagi. Yg diributkan sekarang adalah asal-usul munculnya alam semesta. Teori yg bilang alam semesta diciptakan Allah dalam waktu enam hari saja tidak berlaku. Apalagi kisah Adam dan Hawa.
(Joko T.)
1 Jun 2013
Kapitalisme
Kapitalisme mungkin didorong oleh sikap hidup hemat dan rasional di masyarakat beragama Protestan. Revolusi Industri mungkin benar dimulai di Inggris. Tetapi industrialisasi dan kapitalisme telah mewabah di satu dunia yg termehek-mehek tidak mengerti. Bingung dan tersendat karena tidak pernah mengalami pergumulan intelektual dan emosional. Perjuangan spiritual lewat perang agama dan diskriminasi. Semuanya pernah dialami oleh masyarakat Barat, baik yg Protestan maupun Katolik. Makanya mereka kebanyakan sekuler sekarang.
Sudah kapok beybeh!
Indonesia belum. Banyak eksponen masyarakat Indonesia yg ingin masuk menjadi pemegang ranking ekonomi dunia lewat jalan agama. Kalau Kristen bisa membawa masyarakat adil makmur dimana-mana, maka agama lainnya so pasti bisa juga. Itu jalan pikirannya. Mungkin benar. Mungkin pula tidak benar. Yg jelas, biaya yg dibayar mahal sekali. Membawa agama untuk ikut industrialisasi sangat melelahkan. Orang harus mempertahankan kepercayaan yg tidak bisa dipertahankan. Sedangkan membangun pabrik dan menerapkan manajemen rasional tidak memerlukan kepercayaan. Cukup metode ilmiah. Dan kejiwaan yg sehat. Tanpa tekan-menekan sebagai ciri khas masyarakat Indonesia.
Yg unik di Indonesia adalah fenomena gereja-gereja etnik. Memang disiapkan oleh para penginjil dari Barat untuk independen dan tidak mengabdi kepada negara asal. Kristen, baik dari jenis Protestan maupun Katolik selalu menekankan local content. Muatan lokal. Menjadi seperti itu lewat pengalaman juga, ratusan tahun melewati konflik tak berkesudahan di Eropa dan dimana-mana. Perang agama membuat manusia jadi bijaksana. Kehilangan kesempatan masuk ke Cina karena keras kepala mengakibatkan gereja Katolik Roma sekarang menjadi toleran terhadap dupa dan upacara manggut-manggut di depan meja altar leluhur orang Cina. Dulu tidak. Dulu kalau mau jadi Katolik harus buang itu tradisi. Akibatnya kesempatan emas hilang lenyap.
Opportunity only knocks once.
Kesempatan cuma mengetuk satu kali saja.
Fenomena gereja-gereja protestan yg sangat individual itu mungkin mencerminkan etika Protestan, yaitu
sikap independen terhadap otoritas. Kenapa? Karena protestan gampang sekali bikin denominasi baru.
Kalau anda seorang pendeta yg tidak puas dengan organisasi gereja anda sekarang, maka anda bisa
memisahkan diri. Bersama pengikut anda, anda bisa mendirikan denominasi baru. Nama gereja yg baru.
Bisa bikin jemaat baru, organisasi baru, dsb. Protestan tidak pernah meributkan yg begituan. Kalau mau
berpisah, ya berpisahlah, jalan masing-masing.
And yes, Kristen bermacam-macam, dari yg paling konservatif sampai yg paling liberal. Kristen tidak
kenal praktek kafir-mengkafirkan, dan paling jauh cuma pakai istilah sesat. Di luar verbal abuse seperti
perkataan sesat itu, Kristen boleh bilang sudah menyerahkan segalanya kepada individu masing-masing.
Keputusan dibuat oleh para individu. Bahkan mungkin kata sesat tidak sekerap itu lagi digunakan. Lebih umum dikenal istilah sekte. Sekte artinya pecahan. Bukan berarti tidak berhak hidup. Apapun pilihan yg diambil, orang tetap bisa hidup. Sekte apapun merupakan urusan orang.
Pendeta dan para imam bisa khotbah sampai serak, tapi keputusan tetap di tangan tiap orang. Tidak ada syariat yg harus dipatuhi, selain seruan agar memperlakukan orang lain seperti kita ingin diperlakukan. Kalau ingin disayang, maka kita harus sayang sama orang lain.
Tangan Joko jalan sendiri sekarang. I am now doing automatic writing. Ya benar, teologi pembebasan yg
dulu haram jadah sekarang mungkin telah menjadi mainstream. Kalau dengar atau baca khotbah para romo Katolik, kita akan langsung tahu bahwa latar belakang pemikirannya adalah teologi pembebasan. Tidak totok tapi sudah sinthesis. Campuran. Yg ditekankan adalah karya nyata membantu orang miskin agar bisa keluar dari kemiskinan mereka. Protestan juga seperti itu. Yg masih mementingkan iman cuma aliran-aliran Kristen injili seperti Pentakosta. Pedahal mungkin ajarannya tidak benar-benar berdasarkan injil. Mana ada injil yg mengajarkan menarik 10% dari penghasilan orang dengan alasan buat Allah?
Pentakosta dan berbagai Kristen emosional lainnya umumnya berasal dari AS. Relatif baru. Masih berapi-api untuk memenangkan jiwa-jiwa bagi Yesus. Kalau tidak dimenangkan bagi Yesus maka akan jatuh ke tangan Setan. Kurang lebih seperti itu jalan pemikirannya.
Katolik dan Protestan yg dewasa tidak seperti itu. Mereka tahu bahwa agama cuma jalan spiritual. Ada dogma. Tetapi dogma atau ajaran yg tidak boleh dipertanyakan juga tidak muncul begitu saja. Dogma dibuat. Dibuatnya berdasarkan ayat-ayat. Pada gilirannya, ayat-ayat juga dibuat. Dibuat oleh manusia yg memiliki pengalaman spiritual. Bergumul dengan dirinya sendiri, dan bayangannya yg disebut Allah.
Cuma tentang sang diri dan teman dialognya yg dinamakan Allah.
Antara Ego dan Allah.
(Joko T.)
Sudah kapok beybeh!
Indonesia belum. Banyak eksponen masyarakat Indonesia yg ingin masuk menjadi pemegang ranking ekonomi dunia lewat jalan agama. Kalau Kristen bisa membawa masyarakat adil makmur dimana-mana, maka agama lainnya so pasti bisa juga. Itu jalan pikirannya. Mungkin benar. Mungkin pula tidak benar. Yg jelas, biaya yg dibayar mahal sekali. Membawa agama untuk ikut industrialisasi sangat melelahkan. Orang harus mempertahankan kepercayaan yg tidak bisa dipertahankan. Sedangkan membangun pabrik dan menerapkan manajemen rasional tidak memerlukan kepercayaan. Cukup metode ilmiah. Dan kejiwaan yg sehat. Tanpa tekan-menekan sebagai ciri khas masyarakat Indonesia.
Yg unik di Indonesia adalah fenomena gereja-gereja etnik. Memang disiapkan oleh para penginjil dari Barat untuk independen dan tidak mengabdi kepada negara asal. Kristen, baik dari jenis Protestan maupun Katolik selalu menekankan local content. Muatan lokal. Menjadi seperti itu lewat pengalaman juga, ratusan tahun melewati konflik tak berkesudahan di Eropa dan dimana-mana. Perang agama membuat manusia jadi bijaksana. Kehilangan kesempatan masuk ke Cina karena keras kepala mengakibatkan gereja Katolik Roma sekarang menjadi toleran terhadap dupa dan upacara manggut-manggut di depan meja altar leluhur orang Cina. Dulu tidak. Dulu kalau mau jadi Katolik harus buang itu tradisi. Akibatnya kesempatan emas hilang lenyap.
Opportunity only knocks once.
Kesempatan cuma mengetuk satu kali saja.
Fenomena gereja-gereja protestan yg sangat individual itu mungkin mencerminkan etika Protestan, yaitu
sikap independen terhadap otoritas. Kenapa? Karena protestan gampang sekali bikin denominasi baru.
Kalau anda seorang pendeta yg tidak puas dengan organisasi gereja anda sekarang, maka anda bisa
memisahkan diri. Bersama pengikut anda, anda bisa mendirikan denominasi baru. Nama gereja yg baru.
Bisa bikin jemaat baru, organisasi baru, dsb. Protestan tidak pernah meributkan yg begituan. Kalau mau
berpisah, ya berpisahlah, jalan masing-masing.
And yes, Kristen bermacam-macam, dari yg paling konservatif sampai yg paling liberal. Kristen tidak
kenal praktek kafir-mengkafirkan, dan paling jauh cuma pakai istilah sesat. Di luar verbal abuse seperti
perkataan sesat itu, Kristen boleh bilang sudah menyerahkan segalanya kepada individu masing-masing.
Keputusan dibuat oleh para individu. Bahkan mungkin kata sesat tidak sekerap itu lagi digunakan. Lebih umum dikenal istilah sekte. Sekte artinya pecahan. Bukan berarti tidak berhak hidup. Apapun pilihan yg diambil, orang tetap bisa hidup. Sekte apapun merupakan urusan orang.
Pendeta dan para imam bisa khotbah sampai serak, tapi keputusan tetap di tangan tiap orang. Tidak ada syariat yg harus dipatuhi, selain seruan agar memperlakukan orang lain seperti kita ingin diperlakukan. Kalau ingin disayang, maka kita harus sayang sama orang lain.
Tangan Joko jalan sendiri sekarang. I am now doing automatic writing. Ya benar, teologi pembebasan yg
dulu haram jadah sekarang mungkin telah menjadi mainstream. Kalau dengar atau baca khotbah para romo Katolik, kita akan langsung tahu bahwa latar belakang pemikirannya adalah teologi pembebasan. Tidak totok tapi sudah sinthesis. Campuran. Yg ditekankan adalah karya nyata membantu orang miskin agar bisa keluar dari kemiskinan mereka. Protestan juga seperti itu. Yg masih mementingkan iman cuma aliran-aliran Kristen injili seperti Pentakosta. Pedahal mungkin ajarannya tidak benar-benar berdasarkan injil. Mana ada injil yg mengajarkan menarik 10% dari penghasilan orang dengan alasan buat Allah?
Pentakosta dan berbagai Kristen emosional lainnya umumnya berasal dari AS. Relatif baru. Masih berapi-api untuk memenangkan jiwa-jiwa bagi Yesus. Kalau tidak dimenangkan bagi Yesus maka akan jatuh ke tangan Setan. Kurang lebih seperti itu jalan pemikirannya.
Katolik dan Protestan yg dewasa tidak seperti itu. Mereka tahu bahwa agama cuma jalan spiritual. Ada dogma. Tetapi dogma atau ajaran yg tidak boleh dipertanyakan juga tidak muncul begitu saja. Dogma dibuat. Dibuatnya berdasarkan ayat-ayat. Pada gilirannya, ayat-ayat juga dibuat. Dibuat oleh manusia yg memiliki pengalaman spiritual. Bergumul dengan dirinya sendiri, dan bayangannya yg disebut Allah.
Cuma tentang sang diri dan teman dialognya yg dinamakan Allah.
Antara Ego dan Allah.
(Joko T.)
30 Mei 2013
domain pribadi dan domain publik
Orang-orang beragama di Indonesia masih petantang-petenteng meminta dihormati keyakinan merekabahwa Allah menurunkan kitab suci mereka dari atas langit, dan nabi mereka adalah nabi terakhir,dan agama mereka adalah agama yg terakhir dan sempurna. Pedahal semuanya itu berada di dalamdomain
pribadi. Kalau kepercayaan pribadi seperti itu sudah dipertontonkan di
domain publik atau kemasyarakatan, maka banyak orang akan bisa
berkomentar bahwa itu omong kosong belaka. Yg satu berpendapat agamanya
terakhir dan sempurna, dan orang lain berpendapat bahwa itu omong
kosong. Sama-sama pendapat belaka.
Karenanya, di negara-negara Barat yg telah maju, segala macam kepercayaan seperti itu tidak dipertontonkan. Kalau di ruang publik, kita berbicara tentang hal yg menjadi perhatian publik, dan bukan petantang-petenteng minta pengakuan bahwa agama kita terakhir dan sempurna. Tetapi di Indonesia, pengertian hak asasi manusia (HAM) masih rancu, orang pikir agama dilindungi hukum sehingga tidak tersentuh oleh siapapun. Siapa bilang tidak tersentuh? Semua warganegara memiliki hak dan kewajiban yg sama di depan hukum, baik beragama maupun tidak.
Agama-agama yg berasal dari Timur Tengah biasanya ribet tentang asal-usul alam semesta. Joko Tingtong bilang, kita bisa melihat penciptaan alam semesta dari dua sudut pandang. Paling tidak ada dua cara berpikir tentang terjadinya alam semesta. Sudut pandang pertama melihat dari luar kesadaran manusia, menggunakan segala macam faktor yg bisa diukur secara obyektif, berbekalkan perangkat yg berada di dimensi ruang dan waktu. Ini adalah pendekatan yg paling umum, karena bersifat ilmiah. Terkadang disebut juga sebagai Teori Evolusi dan berbagai varian-nya. Pendekatan kedua adalah aliran Creationist atau Penciptaan. Yg termasuk disini adalah kisah tentang penciptaan langit, bumi, manusia, hewan, yg dimuat di dalam Alkitab yg dipakai oleh kaum Yahudi dan Nasrani. Teori Penciptaan dulu diajarkan di sekolah-sekolah di Barat, tetapi yg umumnya diajarkan sekarang adalah Teori Evolusi. Teori Penciptaan berkaitan erat dengan agama, dalam hal ini agama Nasrani. Dan karena negara-negara Barat sudah tegas memisahkan antara negara dan agama, maka dienyahkanlah Teori Penciptaan ini dari ruang kelas.
Kisah Adam dan Hawa di Taman Firdaus termasuk dalam Teori Penciptaan ini.
(Joko T.)
kosong. Sama-sama pendapat belaka.
Karenanya, di negara-negara Barat yg telah maju, segala macam kepercayaan seperti itu tidak dipertontonkan. Kalau di ruang publik, kita berbicara tentang hal yg menjadi perhatian publik, dan bukan petantang-petenteng minta pengakuan bahwa agama kita terakhir dan sempurna. Tetapi di Indonesia, pengertian hak asasi manusia (HAM) masih rancu, orang pikir agama dilindungi hukum sehingga tidak tersentuh oleh siapapun. Siapa bilang tidak tersentuh? Semua warganegara memiliki hak dan kewajiban yg sama di depan hukum, baik beragama maupun tidak.
Agama-agama yg berasal dari Timur Tengah biasanya ribet tentang asal-usul alam semesta. Joko Tingtong bilang, kita bisa melihat penciptaan alam semesta dari dua sudut pandang. Paling tidak ada dua cara berpikir tentang terjadinya alam semesta. Sudut pandang pertama melihat dari luar kesadaran manusia, menggunakan segala macam faktor yg bisa diukur secara obyektif, berbekalkan perangkat yg berada di dimensi ruang dan waktu. Ini adalah pendekatan yg paling umum, karena bersifat ilmiah. Terkadang disebut juga sebagai Teori Evolusi dan berbagai varian-nya. Pendekatan kedua adalah aliran Creationist atau Penciptaan. Yg termasuk disini adalah kisah tentang penciptaan langit, bumi, manusia, hewan, yg dimuat di dalam Alkitab yg dipakai oleh kaum Yahudi dan Nasrani. Teori Penciptaan dulu diajarkan di sekolah-sekolah di Barat, tetapi yg umumnya diajarkan sekarang adalah Teori Evolusi. Teori Penciptaan berkaitan erat dengan agama, dalam hal ini agama Nasrani. Dan karena negara-negara Barat sudah tegas memisahkan antara negara dan agama, maka dienyahkanlah Teori Penciptaan ini dari ruang kelas.
Kisah Adam dan Hawa di Taman Firdaus termasuk dalam Teori Penciptaan ini.
(Joko T.)
29 Mei 2013
mendaur ulang sistem kepercayaan
Saya pernah tulis bertahun-tahun
lalu bahwa atheisme adalah puncak spiritualitas manusia, kata Joko Tingtong.
Itu benar, yaitu atheist yg tahu
bahwa segalanya konsep, dan bisa didaur ulang menjadi bentuk yg lebih relevan.
Yesus mendaur ulang sistem kepercayaan Yahudi dan menjadi Kristus. Siddharta
Gautama mendaur ulang sistem kepercayaan India dan menjadi Buddha. Jadi, bukan
atheist yg tidak mengerti bahwa segalanya simbol. Agama berisikan simbol, bisa
didaur ulang. Kalau anda sudah mengerti itu, anda menjadi Kristus juga. Menjadi
Buddha. Kristus dan Buddha juga cuma simbol belaka. Konsep yg adanya di kepala
manusia.
Muhammad juga mendaur ulang sistem kepercayaan Quraish, my friends. Kalau anda bisa mendaur ulang sistem kepercayaan di masyarakat anda yg sudah tidak relevan lagi, anda menjadi Muhammad.
Ada lagi tentang debat agama di
facebook.
Setahu saya, peserta debat itu boleh
bilang semuanya berasal dari kalangan Islam sendiri. Bukan dari Kristen.
Kristen tidak tertarik dengan Islam. Dari dulu sampai sekarang, orang Kristen
tidak pernah tertarik membahas Islam. Itu pengalaman pribadi, saya bagikan,
bukan untuk didebatkan. Segala macam complaint tentang agama import juga
berasal dari kalangan Islam sendiri. Orang Kristen tidak pernah complain agama
import. Hindu dan Buddha juga tidak pernah complain soal import-mengimport...
sapi.
Anda mau beragama apapun tidak masalah buat saya, lanjut Joko Tingtong. Tidak beragama juga tidak masalah. Anda mau berbagi sudah tidak percaya agama anda juga tidak masalah. Kita berbagi. Dasarnya adalah pengalaman spiritual pribadi, bukan katanya. Bukan mendebatkan dongeng 1001 malam, melainkan membagikan pengalaman nyata. Berlaku bagi orangnya sendiri, walaupun belum tentu berlaku bagi orang lain.
Yg sangat tertarik membicarakan Kristen adalah orang Islam. Orang Kristen sendiri boleh bilang sama sekali tidak tertarik membicarakan Islam. Aneh tapi nyata. Keanehan lain, debat Islam itu boleh bilang antara sesama orang Islam sendiri. Bisa saja mengaku seolah-olah orang Kristen, tetapi jelas terlihat bahwa yg debat-mendebat itu ternyata sesama penganut Islam sendiri. Anda bisa buktikan lewat riset ilmiah, bahwa orang Kristen di Indonesia sama sekali tidak tertarik membicarakan Islam. Bukannya tidak perduli, tetapi tidak tertarik. Lembaga-lembaga keagamaan Kristen di bidang sosial membantu semua orang tanpa perduli agama. Buddha juga begitu. Tapi kalau sudah membahas tentang Islam sebagai agama, tidak ada yg tertarik. Membantu secara sosial ya, tetapi membahas tidak mau. Yg rajin membahas Kristen justru kalangan Islam, mungkin ingin tahu caranya kenapa Kristen bisa berhasil. Mungkin kiatnya cuma satu, yaitu tidak usil.
Urus diri masing-masing dan tidak
usil. Baru bisa jadi kaya.
Tentu saja tidak mutlak. Ini pengamatan umum. Secara umum orang Kristen tidak tertarik dengan Islam. Sama sekali tidak tertarik, dari dulu sampai sekarang. Group debat-debat agama itu isinya antara Islam dan Islam. Umumnya begitu. Orang-orang Kristen tidak tertarik begituan. Aneh tapi nyata.
Tentu saja tidak mutlak. Ini pengamatan umum. Secara umum orang Kristen tidak tertarik dengan Islam. Sama sekali tidak tertarik, dari dulu sampai sekarang. Group debat-debat agama itu isinya antara Islam dan Islam. Umumnya begitu. Orang-orang Kristen tidak tertarik begituan. Aneh tapi nyata.
(Joko T.)
tkw
Orang bahkan tidak tahu bahwa penghargaan untuk SBY adalah untuk keberhasilan menumpas terorisme, tapi dibungkus seolah-olah untuk kebebasan beragama. Hak asasi manusia (HAM) kebebasan beragama diinjak-injak dengan sempurna di masa pemerintahan SBY. Semua orang tahu, dan itu tidak dihargai. Yg dihargai adalah kemampuan SBY menumpas terorisme. Jadi, kiat SBY ternyata jitu, yaitu membiarkan pelecehan HAM kebebasan beragama di Indonesia dan, pada saat yg sama, mengejar tanpa ampun para teroris. Itu cukup dihargai oleh dunia Barat. Daripada runyam kebebasan beragama dan diacak-acak teroris, lebih baik runyam kebebasan beragama dan runyamnya terorisme juga. SBY menjadi bapak perunyam terorisme di Indonesia, dan sekarang diberikan penghargaan untuk itu begitu lho!
Mungkin jauh lebih banyak yg tidak tahu bahwa Saudi Arabia berlindung di belakang pantat Amerika Serikat (AS) dan sekutu-sekutu Baratnya yg nominal Kristen. Sekarang resminya sekuler, tapi nominal Kristen. Punya tradisi Kristen yg kuat. Dan bersimbiosis-mutualisma dengan gerakan Zionis atawa para bankir Yahudi yg menjalar-jalar selalu kian kemari di seantero pusat-pusat keuangan di seluruh dunia.
Dunia Arab eksistensinya bergantung kepada belas kasihan dunia Barat. Dan Indonesia mau menempatkan diri menjadi tempat pelemparan derma kekasih Allah di Timur Tengah? Mungkin seperti itu teorinya, lewat eksport para babu Indon yg pulang dengan bunting atawa setengah bunting.
Joko pernah lihat di TV juga, anak-anak hasil perkosaan di Timur Tengah. Babu Indon diperkosa majikan mereka di Timur Tengah. Hamil, melahirkan di bandara Sukarno-Hatta, dan anak mereka dibuang ke tempat sampah. Ada yg pungut untuk dijual. Harganya seribu dollar. Seribu dollar satu anak blasteran Indo-Arabia. Ada pula yg dipungut oleh panti asuhan.
Kalau sudah besar mungkin bisa jadi bintang pilem.
(Joko T.)
Mungkin jauh lebih banyak yg tidak tahu bahwa Saudi Arabia berlindung di belakang pantat Amerika Serikat (AS) dan sekutu-sekutu Baratnya yg nominal Kristen. Sekarang resminya sekuler, tapi nominal Kristen. Punya tradisi Kristen yg kuat. Dan bersimbiosis-mutualisma dengan gerakan Zionis atawa para bankir Yahudi yg menjalar-jalar selalu kian kemari di seantero pusat-pusat keuangan di seluruh dunia.
Dunia Arab eksistensinya bergantung kepada belas kasihan dunia Barat. Dan Indonesia mau menempatkan diri menjadi tempat pelemparan derma kekasih Allah di Timur Tengah? Mungkin seperti itu teorinya, lewat eksport para babu Indon yg pulang dengan bunting atawa setengah bunting.
Joko pernah lihat di TV juga, anak-anak hasil perkosaan di Timur Tengah. Babu Indon diperkosa majikan mereka di Timur Tengah. Hamil, melahirkan di bandara Sukarno-Hatta, dan anak mereka dibuang ke tempat sampah. Ada yg pungut untuk dijual. Harganya seribu dollar. Seribu dollar satu anak blasteran Indo-Arabia. Ada pula yg dipungut oleh panti asuhan.
Kalau sudah besar mungkin bisa jadi bintang pilem.
(Joko T.)
28 Mei 2013
Allah cuma simbol dari kesadaran anda
Allah cuma simbol dari kesadaran anda. Lebih tepat lagi, Allah
dibagi tiga kalau menurut filsafat Kristen. Bisa dimengerti tapi tidak
boleh diucapkan. Kalau anda ucapkan pengertiannya, maka mereka yg
mempertahankan dogma akan bilang tidak.
Oh, tidaaakkkk!!!!
Mereka selalu bilang tidak ini, tidak itu. Bukan ini, bukan itu. Bukan apapun. Demi mempertahankan kesenyapan. Silence. Tidak boleh ada pengertian yg menular secara verbal. Hanya boleh secara batin. Diam-diaman. Kalau sudah mengerti ya sudah. Diam saja.
Kenapa? Karena masih ada upaya penjual-belian agama. Transaksi demi transaksi. Uang mengalir dan mengalir, walaupun mungkin saat ini sudah lebih tercerahkan dengan alasan untuk membantu kaum miskin. Oh, Kristen yg telah berubah total sehingga sekarang banyak tenaganya dicurahkan untuk melawan kemiskinan. Mereka yg miskin secara materi. Mau bantu orang agar bermartabat, bisa cukup makan dan cukup pakai. Agar berpendidikan, sehingga bisa berbicara dan menulis dengan sopan.
Dan bukan berteriak-teriak demi Tuhan.
Demi Tuhaaaaannn!!!
Penyebar agama Kristen di Nusantara, baik dari versi Protestan maupun Katolik, sejak semula sudah mencanangkan orientasi lokal. Mendidik ulama-ulama pribumi yg bisa mengembangkan spiritualitas sesuai kedaerahan masing-masing. Bisa anda baca dalam literatur sejak jaman Belanda. Dalam hal ini mereka seperti Hindu dan Buddha. Makanya Kristen, Hindu dan Buddha tidak dianggap agama asing.
Joko sendiri baru baca beberapa minggu terakhir ini. Itu benar, para penginjil dari Belanda dan negara-negara Barat dengan sepenuh hati mendidik pribumi untuk mengembangkan spiritualitas lokal. Pribumi didukung penuh untuk membentuk Gereja Jawa, Gereja Minahasa, Gereja Batak, Gereja Maluku, Gereja Timor, Gereja Papua, Gereja Kalimantan, Gereja Toraja, dll. Very amazing!
Dan kemerdekaan politik tidak ada hubungannya dengan agama. Buat orang Barat dan orang-orang di masyarakat berkembang yg beragama Kristen, kemerdekaan politik cepat atau lambat akan dicapai. Lembaga agama netral. Tidak berpolitik. Karenanya saya merasa harus netral juga dalam politik, kata Joko Tingtong. Spiritualitas manusia sifatnya universal. Orang mau punya aspirasi politik di GAM, RMS ataupun OPM merupakan urusan orangnya sendiri. Saya tidak pegang politik, lanjutnya, saya membantu kultivasi spiritualitas manusia dan penyembuhan tanpa membedakan orang!
Saya bukan orang Indonesia pada umumnya yg selalu membedakan orang. Lebih khusus lagi, membedakan orang dengan membawa-bawa Allah. Seolah-olah Allah sendiri yg bilang. Ada manusia yg dimuliakan Allah. Dan ada manusia yg dilaknat Allah. Tentu saja itu bohong! Yg bicara dimuliakan atau dilaknat adalah manusia. Allahnya sendiri tidak pernah muncul.
Sampai disini Joko diam. Mungkin dia sudah membocorkan suatu rahasia besar. Mungkin hampir semua orang itu mengira benar-benar ada Allah yg memuliakan dan melaknat manusia. Mungkin lewat bisikan. Para ulama itu mungkin dapat bisikan khusus dari Allah yg, tentu saja, cuma isapan jempol. Ulama tetap saja manusia biasa, sama seperti anda dan saya, kata Joko Tingtong. Kalaupun mereka punya kelebihan, yaitu berani pakai nama Allah seolah-olah mereka juru bicara Allah, itupun bukan sesuatu yg aneh.
(Joko T.)
Oh, tidaaakkkk!!!!
Mereka selalu bilang tidak ini, tidak itu. Bukan ini, bukan itu. Bukan apapun. Demi mempertahankan kesenyapan. Silence. Tidak boleh ada pengertian yg menular secara verbal. Hanya boleh secara batin. Diam-diaman. Kalau sudah mengerti ya sudah. Diam saja.
Kenapa? Karena masih ada upaya penjual-belian agama. Transaksi demi transaksi. Uang mengalir dan mengalir, walaupun mungkin saat ini sudah lebih tercerahkan dengan alasan untuk membantu kaum miskin. Oh, Kristen yg telah berubah total sehingga sekarang banyak tenaganya dicurahkan untuk melawan kemiskinan. Mereka yg miskin secara materi. Mau bantu orang agar bermartabat, bisa cukup makan dan cukup pakai. Agar berpendidikan, sehingga bisa berbicara dan menulis dengan sopan.
Dan bukan berteriak-teriak demi Tuhan.
Demi Tuhaaaaannn!!!
Penyebar agama Kristen di Nusantara, baik dari versi Protestan maupun Katolik, sejak semula sudah mencanangkan orientasi lokal. Mendidik ulama-ulama pribumi yg bisa mengembangkan spiritualitas sesuai kedaerahan masing-masing. Bisa anda baca dalam literatur sejak jaman Belanda. Dalam hal ini mereka seperti Hindu dan Buddha. Makanya Kristen, Hindu dan Buddha tidak dianggap agama asing.
Joko sendiri baru baca beberapa minggu terakhir ini. Itu benar, para penginjil dari Belanda dan negara-negara Barat dengan sepenuh hati mendidik pribumi untuk mengembangkan spiritualitas lokal. Pribumi didukung penuh untuk membentuk Gereja Jawa, Gereja Minahasa, Gereja Batak, Gereja Maluku, Gereja Timor, Gereja Papua, Gereja Kalimantan, Gereja Toraja, dll. Very amazing!
Dan kemerdekaan politik tidak ada hubungannya dengan agama. Buat orang Barat dan orang-orang di masyarakat berkembang yg beragama Kristen, kemerdekaan politik cepat atau lambat akan dicapai. Lembaga agama netral. Tidak berpolitik. Karenanya saya merasa harus netral juga dalam politik, kata Joko Tingtong. Spiritualitas manusia sifatnya universal. Orang mau punya aspirasi politik di GAM, RMS ataupun OPM merupakan urusan orangnya sendiri. Saya tidak pegang politik, lanjutnya, saya membantu kultivasi spiritualitas manusia dan penyembuhan tanpa membedakan orang!
Saya bukan orang Indonesia pada umumnya yg selalu membedakan orang. Lebih khusus lagi, membedakan orang dengan membawa-bawa Allah. Seolah-olah Allah sendiri yg bilang. Ada manusia yg dimuliakan Allah. Dan ada manusia yg dilaknat Allah. Tentu saja itu bohong! Yg bicara dimuliakan atau dilaknat adalah manusia. Allahnya sendiri tidak pernah muncul.
Sampai disini Joko diam. Mungkin dia sudah membocorkan suatu rahasia besar. Mungkin hampir semua orang itu mengira benar-benar ada Allah yg memuliakan dan melaknat manusia. Mungkin lewat bisikan. Para ulama itu mungkin dapat bisikan khusus dari Allah yg, tentu saja, cuma isapan jempol. Ulama tetap saja manusia biasa, sama seperti anda dan saya, kata Joko Tingtong. Kalaupun mereka punya kelebihan, yaitu berani pakai nama Allah seolah-olah mereka juru bicara Allah, itupun bukan sesuatu yg aneh.
(Joko T.)
Langganan:
Postingan (Atom)