30 Nov 2013

Om Jadilah Om

Dasarnya kita semua roh, tidak mempunyai jasad fisik. Jasad fisik ini simbol saja. Kalau gelombang otak kita aktif, maka gambaran kita bisa diproyeksikan ke tempat lain, baik secara sadar maupun tidak. Dan mereka yg berfrekwensi gelombang otak sama akan bisa melihat. Melihatnya di dalam pikiran mereka saja, secara fisik tidak ada.

Yg ada secara fisik juga bisa diberikan arti baru. Saya bisa bilang:

"Ikat pinggang saya yg terbuat dari kulit dinosaurus asli baru saja putus. Saya beli tahun 1993 di AS ketika saya masuk sekolah sihir. Menurut dawuh harus dipakai terus untuk memutus kutuk Lord Voldermort. Ternyata dibutuhkan waktu 20 tahun. It's done."

Teknik yg ini namanya memberikan makna baru kepada kejadian yg sudah lalu. Sudah terjadi, tinggal diberikan arti. Anda juga bisa, coba saja.

Teknik menciptakan realita dari fakta fisik. Realita adanya di dalam pikiran. Dimensi pikiran. Kita bahkan bisa membalikkan realita ketika kita memberikan makna baru kepada fakta fisik. Fakta fisik sama, realita berubah. Sekali lagi, coba saja.

Coba-mencoba adalah kemampuan Yahudi. Kalau anda suka mencoba, artinya anda punya darah Yahudi, setidaknya lewat kakek dan nenek moyang kita yg namanya Adam dan Hawa. Diasumsikan ada Adam dan ada Hawa. Lelaki dan Perempuan asal. Apa benar ada demikian tentu saja soal lain. Yg penting diasumsikan ada. Dan berdasarkan itu, dibuatlah prinsip-prinsip Kabalah, ajaran esoterik Yahudi yg tidak lain dan tidak bukan merupakan perkawinan antara mistisisme Timur Tengah dan filsafat Yunani.

Kabalah punya titik-titik pusat yg disebut sepiroth. Bahasa Inggrisnya sphere atau lingkaran. Ada 10 sephira (plural dari sepiroth). Antara lain yg bernama Kether dan Tipereth. Kether letaknya di kepala, dan Tipereth letaknya di pusar. Itu kalau kita letakkan lingkaran-lingkaran ini di tubuh fisik kita.

Di antara Kether dan Tiphereth ada yg namanya Daath. Sephiroth atau Sphere yg tersembunyi, dan tidak pernah digambarkan. Menurut saya, Daath adalah cakra tenggorokan. Dengan kata lain, komunikasi verbal, bidang yg paling tidak bisa dikuasai oleh praktisi spiritual. Bisa dibilang shadow karena belum dijalani. Kalau sudah dijalani seperti anda, saya dan beberapa teman, namanya bukan Daath lagi tapi Dool.

Sepiroth bisa dianggap nyata, bisa juga dianggap bayangan atau shadow.

Konsep Shadow digunakan oleh Carl Gustav Jung, maksudnya our alter ego. The hidden self. Teknik konseling tiap praktisi berbeda. Teknik saya dengan guyon-guyon, untuk memunculkan the hidden self. Kalau sudah muncul, dan diinkorporasikan ke dalam kesadaran melek, maka spiritualitas akan meningkat. Dari bayang-bayang menjadi nyata. Semu menjadi asli. Tadinya diragukan, sekarang dipercaya.

Oh (itulah asal mula kepercayaan)

Kalau sudah dipercaya akan menjadi whole self. Diri yg lengkap. Kurang lebih begitu pengertiannya. Yg esoterik sebenarnya di bawah matahari terik. Jelas sekali.

Contoh lain, Borobudur adalah buku terbuka dalam bentuk batu. Anda bahkan bisa langsung tahu titik cakra pusat meditasi yg diajarkan. Tidak pernah diucapkan, memang. Diperuntukkan bagi anda yg bisa melihat dan mengerti. Bukan untuk yg melihat dan tidak mengerti. Anda perhatikan setiap stupa besar dan kecil yg ada di Borobudur. Stupa adalah simbol tubuh anda ketika duduk meditasi. Stupa juga simbol dari kepala anda. Lalu anda bayangkan anda menjadi stupa itu. Tubuh anda adalah stupa. Kepala anda adalah stupa. Apa yg anda rasakan? Titik fokus mana yg muncul di depan kesadaran anda? Gunakanlah itu. Itu titik fokus meditasi mata ketiga. Siddharta Gautama pakai itu, tapi tidak diajarkan untuk umat yg sampai detik ini masih percaya harus pegang dada. Dharma adalah dada, begitu katanya. Mereka salah kaprah. Dharma adanya di kepala.

Menemukannya bisa lewat buku, bisa lewat garuk-garuk sendiri atawa otonomus. Autonomous. Auto-isme. Autisme.

Sedikit banyak kita mengidap autisme, kalau tidak autis anda tidak bisa konsentrasi. Sebagian besar dari kita bisa menghadapi hal ini seorang diri, tanpa ada orang lain yg tahu. Orang tua tidak tahu, guru-guru tidak tahu, teman-teman tidak tahu. Saya termasuk seperti itu, dan mendorong anda yg mengalami sedikit gejala autisme untuk tidak cengeng. Kalau mau fokus pasti bisa. Autisme ringan cukup normal, tidak perlu dijadikan alasan menjadi lebay. Kalau mau sedikit bersusah payah pasti bisa. Singkirkan mereka yg mau membuyarkan konsentrasi anda, dan tetaplah fokus, di bidang apapun yg anda pilih.

Saya sendiri tidak menangani anak-anak di bawah umur yg terkena syndrome autis atau ADHD, baik ringan maupun berat. Perhatian saya lebih kepada MANTAN pengidap autis ringan seperti saya yg sudah belajar dengan jatuh bangun untuk menyingkirkan manusia-manusia yg mengganggu kehidupan. Bukan di masa lalu atau masa kecil, tetapi disini dan saat ini. Sekarang ini. Masih saja terjadi. Menurut pengalaman saya, cara satu-satunya adalah menendang mereka keluar. Tidak perlu negosiasi atau berkompromi dengan manusia yg berperilaku seperti binatang. Anak autis melihat manusia pengganggu sebagai binatang liar. Saya masih bisa melihat orang lain seperti itu, kadang-kadang. Dan saya tidak ragu untuk tendang keluar dari kehidupan saya. Itu bagian dari pengalaman spiritual yg saya rasa perlu dibagikan untuk menghapuskan satu lagi salah kaprah bahwa ada manusia lain yg bisa dianggap sebagai guru. Bukan guru tapi penindas. Bukan manusia tapi binatang liar. Ini jelas, karena tanpa kenal pun orang seperti itu bisa datang dan mengganggu anda. Usir saja.

T = Saya mengalami satu fase dalam hidup saya dulu, saya sampai punya kata "Alienasi", dimana kata tersebutlah yang pantas untuk menggambarkan kondisi saya saat itu. Saya itu selalu salah. Huakakakaka... Disalahin teman-teman, disalahin guru agama, disalahin sama guru sosiologi, tata negara, dll... (Waktu itu) sangat menyiksa sekali. Apa itu juga tergolong autis (dari sudut pandang mereka) ? Meski dalam keadaan seperti itu, saya jalan terus... Berbagai metode saya terus lakukan, tanpa saya timbang benar - salahnya... Ya jalan terus... Setelah ke klinik.. Eh.. bukan-bukan... Sampai saya kehilangan diri. Saya gak tau lagi agama saya apa... Dunia saya dimana, yang mana mimpi yang mana nyata. Hahaha... Dan ternyata disitu lebih assssoooooy...

Saat ini bung, tepat saya sedang menulis ini sekarang, saya juga sedang berurusan dengan tendang menendang itu... Semua terjadi karena kompromi ini kompromi itu. Hahaha... Jurus tendangan dari langit mungkin memang yang paling ampuh bung... Hahaha

J = Hahaha

Saya tidak bilang autisme penyakit, ADHD juga bukan penyakit. Keduanya alamiah, variasi dari sistem energi di tubuh dan pikiran manusia. Yg perlu dicari adalah solusi agar mereka yg terkena gejala ini bisa beradaptasi semaksimal mungkin. Ada kiat-kiat tertentu yg bisa dibagikan oleh mereka yg telah melewati tahap gonjang-ganjing masa kanak-kanak yg kurang bahagia itu. Saya sudah bagikan salah satu kiat, yaitu mengeluarkan orang-orang yg tidak bermanfaat dari kehidupan kita. Harus tegas. Kalau tidak tegas bisa mati berdiri.

Hati anda tidak bisa berperang, tidak diterima walaupun mau jadi sukarelawan. Yg bisa berperang adalah diri anda sendiri, secara fisik angkat senjata. Senjatanya apa? Dan melawan siapa? Kalau diteruskan ujung-ujungnya jadi orang aneh. Perang dengan diri sendiri tidak ada yg menang maupun kalah. Anda yg menang, dan anda sendiri yg kalah. Karena anda sekarang sudah tahu cuma ada anda sendiri, maka anda bisa memutuskan mau yg mana. Apapun yg anda mau, anda selalu menang. Anda yg mau, anda yg jalani, dan anda yg nikmati. Kalau tidak suka bisa ganti haluan, pilih yg lain. Anda juga yg mejalani dan menikmati. Selalu satu pilihan untuk satu saat. Tidak bisa dua sekaligus. Pilih A untuk hari ini, dan pilih B untuk besok. Bosan keduanya bisa pilih C untuk minggu depan. Tidak ada yg salah karena itu hidup anda sendiri. Anda yg pilih, anda yg jalani, anda yg nikmati dan tanggung resikonya. Hidup seperti itu, tentang memilih berganti-ganti. Macam-macam pilihan dicoba dan dijalani. Ada yg diteruskan, ada yg ditinggalkan. Sederhana kalau mau anda jalani dan berhenti pikirkan.

Anda punya banyak bakat, bisa hobby apa saja, semua bisa ditekuni setelah anda stabil. Saya sendiri sedang mengamati anda, bukan mengamati sebagai obyek pesakitan, melainkan obyek pelaku. Obyek sekaligus subyek. Apapun yg anda lakukan tentu saja saya tidak akan bilang salah karena merupakan keputusan anda sendiri. Kalau bisa menikmati dan tidak merepotkan orang lain, tentu saja akan beguna bagi nusa dan bangsa. Saya tidak menyarankan untuk menjadi dukun atawa penyembuh. Healer atau balian. Walaupun tentu saja saya tidak bisa menghalangi kalau anda mau. Ada kemungkinan ke arah sana jalannya setelah lewat batu sandungan ini. Yg anda sedang injak. Namanya batu penyembuhan. Sandungan sekaligus penyembuhan. Terlihat sakit tapi tidak. Terlihat tersandung tapi tidak. Ada apa gerangan? Oh, dijalani saja, pastilah kita akan tahu itu apa.

Memang sudah waktunya, yg muda-muda bisa menerima bahwa segalanya simbol dan tidak berusaha memaksakan bahwa apa yg muncul di penglihatan dalam meditasi harus diartikan sebagai wujud sesungguhnya. Itu kesan dari apa yg saya alami sendiri dalam meditasi bersama Kang Dicky di acara kita di Jakarta Sabtu lalu. Memang Kang Dicky berusaha memandu agar peserta memperoleh pengalaman visual atau inderawi, apapun bentuknya. Lalu terkadang Kang Dicky akan berusaha memberikan arti, walaupun terlihat tidak terlalu memaksakan seakan itu arti satu-satunya. Dalam satu kesempatan bahkan Kang Dicky bilang bahwa ada peserta yg mengalami penyatuan dengan energi dirinya sendiri dalam bentuk simbol-simbol, bertemu dengan kesadarannya sendiri. Tapi cuma satu kali saja. Jadi, seolah Kang Dicky masih memberikan kesempatan bagi orang untuk menafsirkan seolah yg muncul memang ada wujudnya. Atau mungkin juga mengarahkan kesana. Tetapi karena tidak ada yg dipaksakan, terlihat seperti diambangkan. Dan peserta juga terlihat mengambang, antara percaya dan tidak percaya. Mungkin sebagian mau percaya ada wujud dari apa yg dilihat. Seolah memang ada makhluk. Memang ada roh atau apapun jenisnya. Atau mungkin leluhur kita, baik yg berasal dari bumi maupun planet lain. Di pihak lain, saya juga merasa bahwa semuanya sudah siap untuk menerima interpretasi bahwa apapun yg muncul cuma simbol saja. Simbol dari berbagai macam energi. Di pikiran dan tubuh kita sendiri. Atau di alam semesta, yaitu di luar tubuh kita. Tapi dirasakannya lewat pikiran kita melalui apa yg kita sebut sensasi dalam meditasi.

Terakhir, jangan anda pikir saya kemana-mana membagikan pencerahan kepada banyak orang tanpa diminta. Tidak begitu. Pencerahan tidak bisa datang dari saya tetapi dari alam semesta yg memberikan hidayahnya langsung kepada manusia yg, kalau sinkron, akan bertemu dengan saya. Pertahankan keutuhan energi anda, kita mencari dan mempertahankannya dengan susah payah. Bukan untuk dihambur-hamburkan dan mubazir dengan alasan memberikan pencerahan. Kita bukan lampu senter, ingat itu.

Ini saya tuliskan untuk membantu cukup banyak teman yg tidak punya energi karena memaksakan diri untuk memberikan pencerahan. Anda tahu apa yg saya maksud. Energi anda habis dihambur-hamburkan karena anda merasa berkewajiban. Nyatanya, tidak ada yg mewajibkan anda. Aturan alam semesta adalah pertahankan titik keseimbangan anda. Kalau anda seimbang, energi anda akan stabil. Anda akan merasa utuh. Dan keutuhan anda akan dirasakan sebagai kekuatan energi oleh orang lain. Itulah yg bisa membantu orang. Bahkan walaupun anda diam saja. Kalau energi anda sudah kosong, walaupun diakui sebagai orang spiritual, anda tidak bisa membantu siapapun. Membantu diri sendiripun anda tidak sanggup. Cukup banyak yg seperti itu. Untung bukan diantara teman-teman kita. Yg seperti itu tidak berani dekat saya. Saya tidak suka parasit energi. Mungkin mereka mau dekat saya dan hisap-hisap, tapi saya yg tidak mau. Saya bukan permen hisap. Tidak tertarik gaya sedot menyedot melainkan kocok mengocok saja. Mungkin sambil membayangkan si jantung hati atawa ingin materialisasi.

Materialisasi bisa lewat visualisasi dalam gelombang otak rendah, yg saya sebut gelombang otak kun fayakun. Ini keadaan meditasi mendalam, khusyuk. Kalau anda berbakat visual, bisa divisualisasikan apa yg diinginkan. - Jebakannya, tidak semua orang berbakat visual. Makanya banyak yg frustrasi ketika dipaksakan. - Ada yg kasih solusi afirmasi. Mengulang-ulang ucapan dari apa yg diinginkan. Jebakannya, mereka tidak pakai pengertian gelombang otak. Afirmasi dalam gelombang otak biasa hanya membuang waktu dan tenaga. Mubazir. Kebanyakan doa di kalangan keagamaan masuk dalam kategori ini. Kasihan Allah, namanya dibawa-bawa tanpa membawa hasil. - Solusi dari saya adalah niat. Tinggal diniatkan saja apa yg diinginkan. Niat itu dibawa terus dari keadaan otak jaga sampai keadaan otak khusyuk. Dari masih bisa berpikir logis sampai ketika masuk gelombang otak meditasi mendalam atau kun fayakun. Ketika sudah masuk benar-benar mendalam, niat itu tetap ada. Tinggal bilang amin saja. Atau Om kalau anda berasal dari latar belakang Hindu-Buddha. Amin. Om. Artinya kita tutup niat itu dengan niat pula. Niat apapun ditutup dengan amin, artinya jadilah. Amin, jadilah. Om jadilah om.


(Leonardo R.)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar