4 Jun 2013

Saat dan Batas Waktu Pelaporan Usaha Untuk Menjadi PKP


Sebutan Pengusaha Kecil PPN sebagaimana dimaksud dalam PMK Nomor 68/PMK.03/2010 tersebut, berlaku baik bagi pengusaha orang pribadi (individu) maupun badan (company). Sebab dalam PMK ini tidak ada pembedaan antara pengusaha orang pribadi dan badan. Pembedaan memang pernah terjadi tetapi pada tahun 1989. Di tahun 1989 ini yang digolongkan sebagai Pengusaha Kecil PPN memang hanya pengusaha perorangan atau individu (KMK Nomor 303/KMK.04/1989 dan KMK Nomor 1288/KMK.04/1991 yang berlaku hanya sampai 31 Desember 1994)


Syarat Pengusaha Kecil PPN

Sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 68/PMK.03/2010, tanggal 23 Maret 2010, yang disebut dengan Pengusaha Kecil PPN adalah pengusaha yang selama satu tahun buku melakukan penyerahan BKP maupun JKP dengan jumlah peredaran bruto atau penerimaan bruto tidak lebih dari Rp 600.000.000,00. Dalam hal ini yang dimaksud dengan jumlah peredaran bruto atau penerimaan bruto adalah jumlah keseluruhan penyerahan BKP/JKP yang dilakukan oleh pengusaha dalam rangka kegiatan usahanya.
Supaya jelas apa maksud dari PMK tersebut, kita misalkan saja Cafe Minang sebuah usaha per-cafe-an yang memiliki gedung cafe sendiri. Gedung itu berlantai dua dan karena lantai dua belum terpakai, pemilik Cafe Minang kemudian menyewakannya sebagian dari lantai dua kepada pengusaha permainan atau hiburan bilyar (billyard) sebesar Rp 400.000.000,00 setahun. Omset dari bisnis cafe-nya sendiri dalam setahun berjumlah Rp 700.000.000,00 sehingga total penerimaan atau peredaran bruto Cafe Minang dalam setahun Rp 1,1 milyar.
Sesuai dengan PMK tersebut, jumlah yang dijadikan tolok ukur bagi Cafe Minang untuk dikategorikan sebagai Pengusaha Kecil PPN bukanlah dari total penerimaan bruto sebesar Rp 1,1 milyar. Jumlah yang harus dijadikan tolok ukur adalah Rp 400.000.000,00 karena inilah yang berasal dari penyerahan JKP berupa jasa persewaan gedung (bangunan). Untuk omset sebesar Rp 700.000.000,00 tidak ikut dijadikan tolok ukur sebagai Pengusaha Kecil PPN karena bukan berasal dari penyerahan JKP [note: jasa cafe merupakan salah satu bentuk jasa hiburan yang menurut ketentuan Pasal 4A UU PPN ditetapkan sebagai jasa yang tidak dikenakan PPN (Non-JKP)].
Sebagai Pengusaha Kecil PPN, Minang Cafe atau pengusaha lainnya, tidak perlu memberitahukan kepada KPP bahwa yang bersangkutan masih merupakan Pengusaha Kecil PPN dan memilih untuk tidak menjadi PKP. Tapi jika Pengusaha Kecil PPN tersebut ingin menjadi PKP, maka yang bersangkutan cukup melaporkan usahanya untuk dikukuhkan menjadi PKP dengan cara mengisi dan menyampaikan formulir permohonan untuk dikukuhkan menjadi PKP.
Sebutan Pengusaha Kecil PPN sebagaimana dimaksud dalam PMK Nomor 68/PMK.03/2010 tersebut, berlaku baik bagi pengusaha orang pribadi (individu) maupun badan (company). Sebab dalam PMK ini tidak ada pembedaan antara pengusaha orang pribadi dan badan. Pembedaan memang pernah terjadi tetapi pada tahun 1989. Di tahun 1989 ini yang digolongkan sebagai Pengusaha Kecil PPN memang hanya pengusaha perorangan atau individu (KMK Nomor 303/KMK.04/1989 dan KMK Nomor 1288/KMK.04/1991 yang berlaku hanya sampai 31 Desember 1994).

Saat dan Batas Waktu Pelaporan Usaha Untuk Menjadi PKP

Subjek seperti Cafe Minang dan pengusaha di dalam Daerah Pabean lainnya, wajib melaporkan usahanya apabila dalam suatu bulan (masa pajak) pada satu tahun buku, akumulasi jumlah peredaran maupun penerimaan bruto penyerahan BKP/JKP sudah melebihi Rp 600 juta. Pelaporan usaha untuk dikukuhkan menjadi PKP ini wajib dilakukan paling lambat pada akhir bulan berikutnya setelah bulan saat jumlah peredaran maupun penerimaan bruto melebihi Rp 600 juta (Pasal 4 PMK Nomor 68/PMK.03/2010).
Sebagai kelanjutan dari ilustrasi Cafe Minang di atas, misalkan saja pada bulan Juli 2012 sebagian dari lantai 2 gedungnya yang masih kosong disewakan kembali oleh Cafe Minang kepada pengusaha salon kecantikan. Ongkos sewanya Rp 500 juta setahun terhitung mulai 1 Juli 2012 hingga 30 Juni 2013. Ini berarti total penerimaan bruto dari penyerahan JKP jasa persewaan gedung dalam tahun 2012 sudah mencapai Rp 650 juta yaitu Rp 400 juta dari pengusaha billyard dan Rp 250 juta dari pengusaha salon(sisa Rp 250 juta masuk ke tahun buku berikutnya).
Sewa sebesar Rp 250 juta dari pengusaha salon yang masuk ke pembukuan tahun 2012 menyebabkan Cafe Minang tidak lagi disebut sebagai Pengusaha Kecil PPN. Dalam hal ini Cafe Minang wajib melaporkan usahanya untuk dikukuhkan menjadi PKP paling lambat pada tanggal 31 Agustus 2012. Untuk selanjutnya, setelah dikukuhkan menjadi PKP, Cafe Minang wajib memungut PPN atas setiap penyerahan BKP maupun JKP yang dilakukannya (note: tidak termasuk jasa cafe karena jasa ini tidak dikenakan PPN alias Non-JKP), menerbitkan Faktur Pajak, menyetorkan PPN dan melaporkan SPT Masa PPN. Kewajiban memungut PPN ini berlaku sejak tanggal pengukuhan sebagai PKP.

Sanksi yang Disediakan

Seandainya sampai dengan November 2012 ini Cafe Minang lalai dan tidak melaporkan usahanya untuk menjadi PKP, maka Dirjen Pajak—dalam hal ini KPP tempat Cafe Minang terdaftar—dapat memberikan pengukuhan PKP secara jabatan kepad Cafe Minang. Sesuai dengan ketentuan Pasal 5 PMK Nomor 68/PMK.03/2010, pengukuhan PKP secara jabatan dilakukan terhitung sejak saat jumlah peredaran maupun penerimaan bruto melebihi Rp 600 juta (dalam kasus Cafe Minang berarti sejak 1 Juli 2012).
Selain memberikan pengukuhan PKP secara jabatan, KPP juga dapat menerbitkan Surat Ketetapan Pajak (SKP) maupun Surat Tagihan Pajak (STP) untuk masa pajak (bulan) sejak Juli 2012. Ini berarti Cafe Minang bisa terkena sanksi berupa: harus menyetor PPN atas sewa tahun 2012, dikenakan sanksi bunga sebesar 2% sebulan karena terlambat menyetor PPN tersebut, dan sanksi denda sebesar 2% dari DPP karena tidak membuat Faktur Pajak atas sewa tahun 2012. Jadi berapa jumlahnya...? Silakan Anda hitung sendiri... :)

Yg Sudah Lama Namanya Mitos Keagamaan


Manusia yg menciptakan konsep Allah, dan bilang bahwa Allah itu yg menciptakannya. Dalam berbagai nama pencipta, legenda penciptaan ada di semua budaya. Allah sendiri masih bisa diartikan. Itu konsep, pengertian, artinya yg disembah. Kata dasarnya ilah, artinya apa yg disembah. Al Ilah atau Allah adalah sang sesembahan. Semua yg disembah adalah Al Ilah atau Allah. Makanya orang yg pegang tradisi asli Samawi akan bertanya, siapakah Allahmu? Artinya, siapakah yg kamu sembah? Jawabnya: Tuan. Tuan adalah apa yg saya sembah. Dituliskan pakai h dalam bahasa Indonesia menjadi Tuhan.



Allah tidak sama dengan Tuhan. Allah generik, Tuhan spesifik.



Tapi itupun masih simbolik. Tuan atau Tuhan hanya satu kata saja. Ditunjukkan, itu lho Tuan! Siapakah Tuan cuma kesadaran anda yg tahu.



Orang Barat juga tidak langsung bisa seperti saya, kata Joko Tingtong. Mereka harus bergulat selama 300 tahun terakhir untuk bisa menerima bahwa God atau Allah yg mereka sembah ternyata cuma konsep Yahudi yg dikawinkan dengan filsafat Yunani. Diterimanya juga sedikit demi sedikit, sejalan dengan kemajuan teknologi. Saat ini, tahun 2013 Masehi, boleh bilang sudah mutlak diterima. Diterima bahwa God atau Allah adalah konsep, dibuat sesuai pengertian di ruang dan waktu tertentu. Bukan berarti agama tidak boleh hidup. Agama tetap ada, karena merupakan domain pribadi, bisa dipercaya bulat-bulat oleh warganegara, tetapi tidak menjadi patokan pembuatan kebijakan publik.



Kalau agama menjadi dasar kebijakan negara, siapa yg akan membuat kebijakan? Apakah Allah? Tentu saja bukan. Kebijakan atau keputusan apapun selalu dibuat oleh manusia. Atas nama Allah, tentu saja. Dikonsepkan berasal dari Allah, pedahal itu keputusan manusia. Di negara-negara terbelakang masih seperti itu situasinya. Mereka pakai hukum yg konon diturunkan oleh Allah. Pedahal itu hukum-hukum manusia. Manusia membuat hukum, dan bilang asalnya dari Allah.



Dewa-dewi dalam agama-agama kuno merupakan representasi dari aspek-aspek tertentu di alam semesta. Bisa berupa aspek fisik, misalnya Dewa Matahari. Simbol dari pemberi kehidupan. Bisa juga aspek kejiwaan manusia, seperti Dewa Siwa, simbol dari kesadaran manusia. Dengan kata lain, dewa-dewi ini cuma simbol saja, dan bukan realitas akhir atau hakekat dari apa yg mau dikomunikasikan. Kuno artinya berasal dari jaman dulu. Ada yg sudah punah, ada pula yg masih hidup seperti Hinduisme. Peta saja, dan bukan wilayahnya. God atau Allah merupakan konsep, cara bekerjanya sama seperti konsep dewa-dewi.



Peta pulau Jawa bukanlah pulau Jawa secara fisik. Dewa Siwa sebagai simbol manusia adalah peta. Manusia seutuhnya adalah diri kita sendiri. Kalau mau disimbolkan, harus digunakan banyak dewa-dewi. Ketika kita menyembah Siwa, maka kita menyembah kesadaran kita sendiri saja. Salah satu aspek dari kejiwaan kita, dan yg tertinggi memang. Dari kesadaran itu muncullah segala sesuatu. Muncul dewa-dewi lainnya. Muncul asma-asma Allah.



Elohim atau Allah yg muncul di bangsa Yahudi lain lagi. Mulanya dikonsepkan bahwa ada Dewa yg berada diluar ciptaannya. Terpisah sama-sekali, dan melakukan penciptaan. Ini konsep asli dari Elohim yg tentu saja berubah terus. Lama kelamaan diperhalus oleh nabi-nabi Yahudi yg muncul setelah Musa. Tetapi konsep dasarnya tetap sama saja, yaitu bahwa ada Dewa yg berada diluar kesadaran manusia. Bahkan diluar alam semesta.



Agama-agama di India, Cina dan Jepang tidak begitu. Disini, ada pengertian bahwa manusia secara fisik dan kesadarannya sekaligus merupakan bagian tak terpisahkan dari alam semesta. Berkaitan. Dan Dewa yg memberikan hukum-hukum seperti Elohim tidak dikenal. Yg dikenal adalah hukum-hukum alam biasa yg diberikan simbol sebagai Dewa-Dewi. Dewa Bayu untuk simbol angin. Dewa Agni untuk simbol api, dll. Allah di kebudayaan non semitik ini adalah gabungan dari semua dewa dewi itu, dan lebih lagi... karena ada Allah yg tidak terdefinisikan.



Di India disebut Brahman, di Cina disebut Tao.



Di Bali juga ada, dengan simbolnya yg disebut Ongkara.



Di agama Yahudi, Allah didefinisikan sejak awal mula. Dan diajarkan bahwa Allah ada di luar alam semesta ciptaannya. Allah pegang remote control. Begitu pakemnya. Allah bisa mengirimkan bencana gempa bumi ke Padang sebagai hukuman atas kelakuan Walikota Padang yg memaksa siswi sekolah mengenakan jilbab. Dan kalau walikota Padang masih belum kapok juga, maka bencana demi bencana akan datang terus menerus tidak ada putus-putusnya. Allah menurut konsepsi Yahudi, Nasrani dan Islam selalu seperti itu cara bekerjanya. Allah ada di depan monitor dan siap meledakkan bagian bumi mana saja yg terlalu jahilliyah mau memaksakan syariat. Aceh sudah kena tsunami. Padang kena gempa bumi, dan entah wilayah mana lagi setelah ini.



Alasan bisa dicari-cari, tentu saja. Bisa bilang bencana datang karena memaksakan jilbab. Bisa juga bilang sebaliknya, bencana datang karena tidak pakai jilbab.



What's the difference? Apa bedanya?



Kalau anda baca buku karya Zecharia Sitchin yg judulnya the Twelth Planet, disitu malahan anda akan menemukan Sitchin menyimpulkan bahwa ras manusia di bumi ini merupakan hasil peternakan yg dimulai oleh makhluk luar angkasa. Dewa-dewa Mesopotamia merupakan para tokoh luar angkasa itu, yg kemudian saling berperang. Kisah peperangan mereka akhirnya menjadi awal dari mitos Allah yg jamak itu.



Allah yg jamak, Allah yg banyak.



Ada juga teori yg bilang bahwa ada berbagai makhluk di berbagai dimensi. Dan di dimensi ruang dan waktu yg kita kenal, cuma kitalah penghuninya. Paralel dengan dimensi kita, ada dimensi-dimensi lain dengan makhluk-makhluknya sendiri. Tetapi untuk berkomunikasi dengan mereka kita tidak bisa menggunakan alat apapun. Tidak menggunakan pesawat canggih, tetapi masuk ke dalam kesadaran kita sendiri saja. Tetapi akhirnya kita cuma akan bertemu dengan simbol-simbol saja.



Para nabi Yahudi bertemu dengan malaikat who is none other than their inner self. Tidak lain dan tidak bukan kesadaran mereka sendiri saja. Bisa dibilang kesadaran dalam atau kesadaran tinggi. Nabi Yakub bergulat dengan satu malaikat semalaman. Bergulat secara fisik. Itu kalau kita mau percaya apa yg ditulis di kitab Genesis yg, konon, ditulis oleh Musa. Tetapi apakah benar ada malaikat yg bergulat secara fisik dengan Yakub? Menurut saya tidak ada. Kemungkinan besar Yakub cuma mengalami pergulatan batin yg begitu intens sehingga dia merasa bergulat dengan suatu sosok yg kemudian diinterpretasikan sebagai satu malaikat.



Saya sendiri pernah antara tidur dan tidak tidur merasa kaki saya dipegangin oleh satu makhluk. Saya tendang-tendang tidak mau lepas. Saya tidak bisa melihat makhluk itu apa, saya cuma merasakan dekapannya di kaki saya yg begitu kuat. Dan saya cuma tahu bahwa namanya Darmo Gandhul. So, mungkin kisah perjumpaan Yakub dengan malaikat itu merupakan pengalaman serupa dengan apa yg saya alami.



Lagi pula kisah para nabi Yahudi itu tidak lagi asli, sebenarnya. Ketika dituliskan menjadi buku best seller yg sekarang kita sebut sebagai kitab suci, kisah-kisah itu sudah mengalami editting. Sudah diedit. Sudah mengandung interpretasi. Interpretasi atau penafsiran para editornya.



Dulu saya begitu percaya Musa bertemu dengan makhluk angkasa luar, dan itu tabut perjanjian Yahudi isinya alat-alat teknologi dan komunikasi. Tapi setelah saya pelajari berbagai kisah kuno di berbagai kebudayaan, akhirnya saya berkesimpulan bahwa memang seperti itulah cara manusia masa lalu menceritakan asal-usul mereka. Bangsa Jepang, misalnya, mereka percaya bahwa ada Dewi Matahari yg menurunkan keluarga pendeta Shinto paling berpengaruh di masa lalu yg lalu diangkat sebagai kaisar. Dan itu sudah bertahan selama 2,000 tahun lebih. Keluarga yg sama tetap menjadi kaisar secara turun temurun, dan legitimasi mereka adalah kepercayaan orang Jepang bahwa mereka adalah keturunan Dewi Matahari yg di Jepang disebut sebagai Amaterasu Omikami.



Masyarakat tradisional Indonesia juga memiliki kisah-kisah semacam itu. Yg saya ingat ada kisah tentang dewi yg turun dari luar angkasa dan mengajarkan adat budaya kepada masyarakat Sulawesi Utara. Etnik lainnya juga memiliki kepercayaan serupa yg sekarang kita sebut sebagai mitos, tetapi di masa lalu dipegang sebagai kepercayaan turun temurun, bagian dari agama tradisional mereka sebelum masuk agama-agama asing dari luar seperti Hindu, Buddha, Kristen dan Islam.



Saya akui, satu dunia beradab saat ini merupakan pemekaran dari ide-ide dasar Yahudi. Dimulai dari 2,000 tahun lalu oleh Yesus, seorang Yahudi. Lewat interpretasi Paulus, seorang Yahudi juga yg berpendidikan Yunani. Dari situ muncul Skolatisisme, yaitu teologi berdasarkan pemikiran Aristoteles. Setelah Demitologisasi, muncul aliran Liberal.



Demitologisasi artinya penelanjangan mitos.



Dan itu sejalan dengan munculnya negara-bangsa di Eropa. Negara-bangsa membawa industrialisasi. Sebagai wilayah pinggiran, Indonesia tinggal ikut saja. Anda perhatikan, bahkan hukum-hukum Indonesia, seperti syariat 30% partisipasi perempuan merupakan copy paste dari Barat. Kita tinggal ambil saja. Mereka yg ribut disana, dan kita tinggal ambil karena tidak ada hak cipta.



Apa yg baru muncul namanya hak asasi manusia (HAM).


[Leonardo Rimba Kedua (Notes)]



Yg sudah lama namanya mitos keagamaan.

2 Jun 2013

pendant (browsing)



Apakah spiritualitas berbanding lurus dengan kesaktian?

T = Apa atheist kenal moralitas dan cinta kasih? Atau hanya hidup sesuai undang-undang yg berlaku di negara bersangkutan?



J = Saya bukan orang atheist, sehingga tidak bisa menjawab itu secara total. Harus orang atheist sendiri yg menjawabnya. Paling jauh saya bisa bilang bahwa moralitas sebagian orang atheist jauh lebih manusiawi dibandingkan dengan moralitas kaum beragama. Hak Azasi Manusia (HAM) banyak diperjuangkan oleh orang-orang atheist di seluruh dunia sedangkan, kita semua tahu, pelecehan HAM justru banyak dilakukan oleh kaum beragama. Agama-agama itu semuanya menginjak-injak HAM, untungnya sebagian sudah direformasi seperti berbagai aliran Kristen. Kristen Katolik itu paling dahsyat dalam menginjak-injak HAM di masa lalu, tetapi sekarang sudah tercerahkan. Hindu di Bali dulu mempraktekkan sutee, yaitu ajaran yg mendorong bhakti istri kepada suaminya yg meninggal dengan cara terjun bebas ke atas api pembakaran jenazah suaminya. Yg melarang itu dengan tegas adalah Belanda. Belanda banyak mengajarkan orang Indonesia untuk menjadi lebih beradab. Dan orang Belanda terdiri dari segala macam orang, mungkin beragama juga, walaupun agamanya tidak dibawa-bawa. Belanda sekuler dari dulu sampai sekarang, dan mereka menekankan praktek nyata memperbaiki apa yg bisa diperbaiki. Itukah moralitas atheist yg anda maksud? Ataukah piagam HAM dari PBB yg sama sekali tidak membawa-bawa nama Allah? Apakah piagam HAM itu merupakan moralitas atheist yg anda maksud? Apabila ya, maka isinya sangatlah bermoral. Indonesia sudah ratifikasi piagam HAM PBB, sudah masuk ke UUD 45, tetapi prakteknya masih bolong-bolong. Barangkali pemerintah dan pendukungnya berusaha meyakinkan semua orang bahwa Indonesia sudah melindungi hak asasi manusia secara maksimal. Dan kita semua tahu bahwa itu bohong.



T = Apa menurut anda spiritualitas berbanding lurus dengan kesaktian?



J = Kesaktian adalah skill, kemampuan. Kesaktian anda apa? Apakah di bidang software? Apakah dibidang medis? Apakah di bidang teknik listrik? Apakah di bidang seni rupa? Semuanya merupakan kesaktian. Kita semuanya orang sakti, artinya orang yg memiliki skill atau keahlian tertentu. Ada yg kesaktiannya berbicara di depan corong radio sehingga berprofesi sebagai penyiar radio. Ada yg kesaktiannya berjalan di atas cat walk, sehingga menjadi peragawati. Ada yg kesaktiannya bawa mobil gede, sehingga akhirnya berprofesi sebagai sopir truk. Semuanya orang sakti mandraguna. Dan orang spiritual juga. Mereka semuanya orang spiritual, artinya orang yg hidup dan memiliki spirit. Spirit itu roh, tidak terlihat. Semua manusia memiliki bagian kerohanian atau spiritualitas yg tidak terlihat, sehingga semua manusia adalah manusia spiritual. Spiritualitas adalah hal bagaimana si manusia menghayati kesadarannya yg tidak terlihat itu, dan caranya macam-macam. Ada yg mengambil peran dalam agama, ada yg menjadi orang setengah beragama, ada yg memilih untuk keluar dari agama, ada yg netral. Ada yg mengambil filsafat eksitensialisme sebagai medium bagi olah spiritulitasnya, misalnya. Dan itu semuanya sah saja. Semuanya spiritualitas manusia. Termasuk disini atheisme. Atheisme spiritualitas juga karena manusianya tetap punya spirit, tetap memiliki bagian yg tidak terlihat yg disebut roh. Spiritualitas adalah kerohanian, dan ada di semua orang. Spiritualitas dan kesaktian ada di semua orang, walaupun jenisnya berbeda-beda.



T = Apa arti pembunuhan, perampokan, dan tindakan kriminal lainnya bagi agnostik?



J = Setahu saya hal itu harus ditanyakan sendiri ke orangnya masing-masing. Saya tidak bisa mewakili orang agnostik. Yg saya tahu, pembunuhan adalah pembunuhan. Perampokan adalah perampokan. Dan kriminalitas adalah kriminalitas. Masyarakat harus diatur oleh hukum-hukum yg bisa meminimalkan hal-hal seperti itu. Meminimalkan kriminalitas, dan memperbesar kebebasan manusia untuk melakukan hal-hal yg bermanfaat. Yg bermanfaat adalah kebebasan berbicara, kebebasan beragama, kebebasan menikah tanpa diskriminasi berdasarkan agama, kebebasan berserikat, kebebasan untuk memperoleh informasi tanpa dihalang-halangi. Kesempatan untuk kerja, kesempatan untuk melanjutkan pendidikan. Kebebasan dan kesempatan untuk berkiprah positif harus diperluas, dan hal-hal yg negatif seperti pembodohan massal harus dipersempit. Itu hal yg umum, semua negara maju berusaha untuk memaksimalkan kesempatan dan kebebasan bagi manusia. Yg selalu dipersempit adalah kesempatan bagi pembodohan massal, seperti dominasi agama dalam pendidikan.



T = Apa arti menolong dan kebajikan bagi agnostik?



J = Saya tidak tahu, anda harus bertanya sendiri langsung kepada orang agnostik. Yg saya tahu, kita bisa menolong orang lain kalau kita mau. Kalau bisa dan mau, sebab tidak semua orang mau menolong orang lain walaupun bisa. Bencana alam di muka bumi ini terjadi berganti-ganti, tetapi yg maju paling depan memberikan bantuan selalu negara-negara yg mayoritasnya orang sekuler. Negara-negara Barat. Sedangkan negara-negara yg mayoritasnya Islam biasanya tidak terdengar memberikan bantuan.



T = Kebanyakan aliran spiritual mengatakan pengekangkang nafsu jasmani berhubungan dengan pengoptimalan potensi kerohanian, tapi tampaknya anda tak sependapat. Boleh berikan alasannya?



J = Kerohanian yg asli akan muncul setelah manusianya jatuh bangun berjalan dari ekstrim ke ekstrim. Siddharta Gautama telah menjalaninya, hidup dari ekstrim ke ekstrim. Pernah hidup mewah di istana, dan pernah menjadi pertapa miskin juga selama bertahun-tahun. Makanya dia bisa bilang bahwa yg paling bagus itu yg biasa-biasa saja. Tidak ekstrim. Bukan penolakan total terhadap napsu tubuh seperti menahan lapar dan haus, atau menahan hasrat sex, tetapi yg biasa-biasa saja. Kalau lapar, ya makanlah. Makannya biasa saja, tidak usah berlebih-lebihan. Kalau haus, ya minumlah. Minumnya juga biasa saja. Kalau horny, ya ngesexlah. Tidak perlu berlebihan, melainkan biasa-biasa saja.


(Joko T.)

Setiap Orang adalah Imam bagi Dirinya Sendiri


Joko Tingtong memperlakukan tiap orang sebagai imam, imam bagi dirinya sendiri. Baik lelaki ataupun perempuan, setiap orang adalah imam bagi dirinya sendiri.

Paulus yg sangat menghebohkan itu menemukan Kristus di dalam kesadaran dirinya sendiri. Makanya Paulus bilang, semoga kesadaran Kristus yg sama tercipta di dalam diri kamu juga. Kalau kamu sadar bahwa Kristus hidup di dalam kesadaran kamu, maka kamu akan bisa bilang abba, father! Sama seperti Yesus yg bilang seperti itu. Seperti Bapa yg hidup di dalam Yesus, maka kesadaran Yesus hidup di dalam kamu juga. Kesadaran Yesus namanya Kristus. Itu inti kekristenan. Tidak perlu pakai agama.

Karena Kristus ada di dalam kesadarannya, maka Joko Tingtong bisa bilang, sebagai seorang laki-laki saya merasa tidak pantas untuk membahas jilbab karena itu busana perempuan. Mereka harus memutuskan sendiri mau pakai busana jenis apa. Perempuan juga punya Kristus di dalam kesadaran mereka.

Mungkin banyak dari anda tidak tahu bahwa separuh dari kekristenan satu dunia menganut prinsip priesthood of all believers, keimaman setiap orang percaya. Setiap orang percaya adalah imam bagi dirinya sendiri. Bebas mengikuti hati nuraninya untuk memutuskan apa yg akan dilakukan dengan hidupnya. Begitulah Protestantisme, yg dianut oleh separuh dunia Kristen.

Entah berapa milyard manusia jumlahnya.

Katolik masih mempertahankan tradisi imam yg disuplai oleh hirarki gereja, dengan alasan tradisi. Protestan kembali ke masa awal dimana setiap orang percaya bebas mengikuti tuntunan Roh Kudus yg hidup di dalam dirinya. Bebas membuat fatwa yg berlaku bagi dirinya sendiri. Dulu berlaku bagi lelaki saja, sekarang bagi perempuan juga. Bagi semuanya, kecuali anak di bawah umur.

Sayangnya orang Indonesia tidak sadar atau tidak mengerti hal ini. Mereka pikir harus minta fatwa pendeta. Tidak begitu. Joko Tingtong anak pendeta Protestan, tidak pernah minta fatwa pendeta. Pendeta mau bilang apa is not my business, kata Joko.

Berikut tanya-jawab antara seorang teman dengan Joko.


T = Apa ada istilah hukum sebab akibat dalam pandangan Anda? Entah itu karma, sunatullah, atau yg lain.



J = Saya menyebutnya sebagai aksi dan konsekwensi. Kalau anda mencuri ayam dan tertangkap basah, maka ada kemungkinan anda akan digebukin massa. Dan anda akan memperoleh julukan sebagai maling ayam. Kalau anda tidak tertangkap, maka anda bisa menikmati ayam itu dalam bentuk sajian makanan. Bisa jadi ayam goreng, bisa jadi opor ayam, bisa juga berupa ayam mentah, kalau anda suka. Bisa juga anda menggunakan ayam hasil curian sebagai komoditi yg dibarter dengan uang. Disini anda sudah masuk ke dunia komersil. Anda mengkomersilkan kemampuan anda mencuri ayam menjadi bentuk moneter atau uang. Uang itu bentuk moneter, a monetary unit which, in this case, bernama rupiah. Rupiah itu bisa anda tukarkan juga dengan bentuk moneter lainnya seperti USD, Yen, Yuan, Ringgit, dll. Dan anda bisa menghasilkan itu semua karena keahlian anda mencuri ayam. Ada aksi ada konsekwensi.



Saya tidak percaya kepada hukum karma!



Kalau anda berbuat sesuatu, maka anda mungkin harus menanggung konsekwensinya. Tetapi itu juga tidak selalu, seperti kita lihat di atas dalam kasus maling ayam yg tidak tertangkap. Hukum karma cuma bisa berdampak bagi manusia yg menginternalisasikan prinsip hukum karma di dalam kesadarannya. Kalau orangnya percaya kepada karma, maka akan timbul perasaan berdosa, misalnya. Bukan berdosa di kehidupan mendatang yg tidak akan pernah bisa terbuktikan, melainkan perasaan berdosa di kehidupan sekarang saja. Jadi, manusia yg merasa berdosa karena berprofesi sebagai maling ayam itu mungkin akhirnya akan sakit ayan. Seperti alam bawah sadarnya sendiri yg memberikan hukuman. Ayam dicolongnya, maka orangnya sakit ayan.



Bagi orang yg tidak menganut kepercayaan tentang karma, kebiasaan nyolong ayam mungkin tidak akan berdampak apapun. Orangnya mungkin akan nyolong ayam sewaktu kepepet, ketika tidak punya uang dan lapar. Setelah itu dia ketagihan karena ternyata dia ahli menangkap ayam orang. Dan itu dijalani bertahun-tahun sampai dia bosan sendiri dan berganti profesi. Misalnya, setelah dia diangkat sebagai satpam resmi di sebuah peternakan ayam di propinsi lain. Setelah dia menjadi satpam di peternakan ayam, kebiasannya nyolong ayam tidak diteruskan. Sekarang dia menjaga ayam-ayam. Dan dia mungkin bisa menjadi seorang satpam yg baik tanpa merasa berdosa karena masa lalunya yg kelam sebagai seorang maling ayam.



Karma itu belief system. Sistem kepercayaan. Kalau dipercaya, maka berjalanlah. Kalau tidak dipercaya, maka tidak akan berjalan. Dan yg namanya kehidupan mendatang juga cuma asumsi saja. Diasumsikan orangnya akan lahir lagi di masa datang. Tapi apa benar demikian? The answer is, kita tidak akan pernah tahu. Kita tidak akan pernah bisa tahu apakah kita akan lahir kembali di masa datang. Sama saja seperti kita tidak akan pernah tahu apakah benar kita pernah lahir di masa lalu. Ini semua cuma kepercayaan belaka yg maksudnya agar manusia bisa teratur dan tidak saling mencuri ayam milik satu sama lain.



T = Apa penyebab berbagai macam penyakit (kanker, leukemia, jantung, liver, dsb), serta kemalangan hidup (miskin, sakit, kecelakaan, dsb)?



J = Penyebab penyakit fisik bermacam-macam. Ada yg disebabkan oleh virus, bakteri, sistem kekebalan yg lemah. Ada gara-gara jatuh di tangga. Ada gara-gara masuk angin. Macam-macam penyebabnya. Kanker juga bisa diakibatkan oleh perasaan menderita selama bertahun-tahun. Orangnya mungkin merasa tersiksa karena ditinggal oleh sang kumbang setelah menghisap madu. Saya bukan pabrik madu, begitu kata sang wanita, dia tidak mau terima kenyataan bahwa dirinya sudah disedot habis-habisan selama beberapa tahun pertama ketika mulai berbunga. Setelah sang kumbang bosan, maka pergilah the kumbang mencari bunga baru. Dan bunga yg mulai melayu menyesali nasibnya habis-habisan. Dan karena menyesali nasibnya, akhirnya tubuhnya menjadi tidak tahan penyakit. Dan masuklah si kanker, baik berupa kanker fisik maupun kanker ghoib alias kantong kering.



Apa yg disebut sebagai kemalangan hidup tidak akan pernah bisa dijelaskan dengan memuaskan. Dan itulah alasannya sehingga lahir berbagai macam agama dan aliran pemikiran. Semuanya berusaha untuk menjelaskan apa dan mengapa. Mengapa saya lahir miskin dan orang lain lahir kaya? Pemikiran Hindu Buddha aliran lama mencoba menjelaskan bahwa orang kaya adalah mereka yg sudah menumpuk dharma di kehidupan sebelumnya, dan orang miskin adalah mereka yg masih harus membayar karma jelek. As a result, masyarakat Hindu Buddha masa lalu sangatlah kejam. Mereka yg miskin akan dibiarkan miskin karena dipercaya mereka sedang membayar karma. Dan mereka yg miskin akan tetap saja pasrah menerima nasibnya dijajah oleh orang kaya dengan harapan supaya nanti lahir kembali sebagai OKB, orang kaya baru.



Yg namanya kemalangan manusia tidak bisa dilihat dari luar, dan kita cuma bisa menjelaskannya dari dalam. Dan dari dalam itupun relatif, karena manusianya memiliki kepercayaan yg berbeda-beda. Mungkin saja manusianya percaya penuh kepada hukum karma sehingga dia bisa menjelaskan kemalangannya sendiri dengan menggunakan prinsip hukum karma. Bagi orang yg tidak percaya karma, dia akan mencoba menjelaskan kemalangannya berdasarkan pemikiran berbeda, misalnya pemikiran bahwa Allah memberikan cobaan. Kalau Allah memberikan cobaan dan manusianya tabah, maka nanti setelah mati akan masuk Sorga. Dan penderitaan di dunia ini tidak seberapa dibandingkan Sorga, begitu jalan pikirannya.



Ada pula yg menggunakan pemikiran eksistensialis, bahwa hidup ini hanyalah eksistensi disini dan saat ini saja. Kita tidak akan pernah bisa tahu dengan memuaskan kenapa segalanya itu terjadi. Kita bisa menerima bahwa ada randomness (probabilitas acak). Muncul tsunami begitu tiba-tiba di Aceh dan menewaskan lebih dari satu juta orang. Pedahal semua yg menjadi korban boleh bilang orang beragama. Percaya penuh kepada Allah. Dan ternyata kepercayaan kepada Allah tidak bisa menyelamatkan orang dari Tsunami. Ternyata segalanya random, acak, terjadi begitu saja tanpa pilih kasih. Baik atheist ataupun beragama, semuanya mati dengan sia-sia. Dan yg bisa kita lakukan hanyalah memberikan pertolongan sebisa kita.



T = Kemana kesadaran kita setelah tubuh ini mati? We both agree that we're immortal, right? But where to?



J = Saya tidak tahu akan ke mana kesadaran saya setelah saya mati. Yg namanya kesadaran cuma sadar thok. Sadar bahwa kita sadar. Aware of being aware. Penyakit datang dan pergi, kemalangan datang dan pergi, tetapi awareness tetap. Kesadaran tetap.



We are always aware of being aware. Try to get into the awareness, and all those questions will stop!You will only be aware of being aware. That awareness is you, the real you who experience all things. But these all things come and go while your awareness remains. You remain aware of being aware. In my opinion that was the pencerahan that Buddha had. Cuma segitu aja, and no more than that.



Diluar itu, semuanya yg ada hanyalah belief system belaka, kepercayaan bahwa kita akan lahir kembali di kehidupan berikutnya. Kepercayaan bahwa kita akan masuk Neraka atau Sorga. Kepercayaan bahwa kita akan lahir kembali di rasi bintang antah berantah, dll. Cuma kepercayaan belaka dan manfaatnya bisa dilihat dalam hidup ini juga. Buddha tidak bisa tahu kesadarannya akan kemana setelah dia mati. Dia cuma bisa mengajarkan bahwa manusia bisa sadar bahwa dirinya sadar. Sadar disini dan saat ini saja.



T = Teori monyet menjadi manusia yang anda kemukakan, saya ingin tahu mengapa sisa-sisa monyet yg ada sejak ribuan bahkan jutaan tahun lalu belum berubah menjadi apa-apa?



J = Saya belum pernah berteori monyet menjadi manusia. Monyet adalah monyet, dan manusia adalah manusia. Memang ada yg mirip manusia, yaitu monyet bonobo, tetapi tetap saja monyet dan bukan manusia. Homo sapiens di satu bumi ini satu species, dan yg berbeda cuma warna kulitnya saja, varietasnya saja. Nenek moyangnya pasti satu pasang, atau paling tidak satu kelompok kecil. Yg jelas itu bukan Adam dan Hawa, yg kita semua tahu cuma mitos belaka. Orang Timur Tengah memiliki mitos penciptaan bumi dan langit oleh Allah. Orang Hindu Buddha memiliki mitos berbeda. Di Cina juga ada mitos serupa. Di semua budaya yg terpisah ternyata ada mitos asal usul manusia. Mitos tetap tinggal mitos dan tidak bisa menjadi kenyataan fisik. Kenyataan fisik memperlihatkan bahwa manusia sudah ada sejak, mungkin, sejuta tahun yg lalu, walaupun mungkin bentuknya tidak sama persis. Mungkin juga yg sudah ditemukan fosilnya bukan nenek moyang kita, melainkan manusia dari species lain yg sekarang sudah punah. Kita tidak tahu pasti sekarang, penelitiannya masih berjalan terus. Dan tentu saja kita bisa berspekulasi bahwa ada ras Alien dari planet lain yg datang dan membudi-dayakan ras manusia. Bisa saja. Walaupun tetap tidak bisa dibuktikan, dan akhirnya jatuh dalam kategori belief system juga. Belief system itu dugaan yg dipercaya penuh. Diimani. Sama seperti kepercayaan tentang Adam dan Hawa yg diimani dalam agama. Apakah benar ada Adam dan Hawa tentu saja soal lain.



T = Apa atheist kenal moralitas dan cinta kasih? Atau hanya hidup sesuai undang-undang yg berlaku di negara bersangkutan?



J = Saya bukan orang atheist, sehingga tidak bisa menjawab itu secara total. Harus orang atheist sendiri yg menjawabnya. Paling jauh saya bisa bilang bahwa moralitas sebagian orang atheist jauh lebih manusiawi dibandingkan dengan moralitas kaum beragama. Hak Azasi Manusia (HAM) banyak diperjuangkan oleh orang-orang atheist di seluruh dunia sedangkan, kita semua tahu, pelecehan HAM justru banyak dilakukan oleh kaum beragama. Agama-agama itu semuanya menginjak-injak HAM, untungnya sebagian sudah direformasi seperti berbagai aliran Kristen. Kristen Katolik itu paling dahsyat dalam menginjak-injak HAM di masa lalu, tetapi sekarang sudah tercerahkan. Hindu di Bali dulu mempraktekkan sutee, yaitu ajaran yg mendorong bhakti istri kepada suaminya yg meninggal dengan cara terjun bebas ke atas api pembakaran jenazah suaminya. Yg melarang itu dengan tegas adalah Belanda. Belanda banyak mengajarkan orang Indonesia untuk menjadi lebih beradab. Dan orang Belanda terdiri dari segala macam orang, mungkin beragama juga, walaupun agamanya tidak dibawa-bawa. Belanda sekuler dari dulu sampai sekarang, dan mereka menekankan praktek nyata memperbaiki apa yg bisa diperbaiki. Itukah moralitas atheist yg anda maksud? Ataukah piagam HAM dari PBB yg sama sekali tidak membawa-bawa nama Allah? Apakah piagam HAM itu merupakan moralitas atheist yg anda maksud? Apabila ya, maka isinya sangatlah bermoral. Indonesia sudah ratifikasi piagam HAM PBB, sudah masuk ke UUD 45, tetapi prakteknya masih bolong-bolong. Barangkali pemerintah dan pendukungnya berusaha meyakinkan semua orang bahwa Indonesia sudah melindungi hak asasi manusia secara maksimal. Dan kita semua tahu bahwa itu bohong.



T = Apa menurut anda spiritualitas berbanding lurus dengan kesaktian?



J = Kesaktian adalah skill, kemampuan. Kesaktian anda apa? Apakah di bidang software? Apakah dibidang medis? Apakah di bidang teknik listrik? Apakah di bidang seni rupa? Semuanya merupakan kesaktian. Kita semuanya orang sakti, artinya orang yg memiliki skill atau keahlian tertentu. Ada yg kesaktiannya berbicara di depan corong radio sehingga berprofesi sebagai penyiar radio. Ada yg kesaktiannya berjalan di atas cat walk, sehingga menjadi peragawati. Ada yg kesaktiannya bawa mobil gede, sehingga akhirnya berprofesi sebagai sopir truk. Semuanya orang sakti mandraguna. Dan orang spiritual juga. Mereka semuanya orang spiritual, artinya orang yg hidup dan memiliki spirit. Spirit itu roh, tidak terlihat. Semua manusia memiliki bagian kerohanian atau spiritualitas yg tidak terlihat, sehingga semua manusia adalah manusia spiritual. Spiritualitas adalah hal bagaimana si manusia menghayati kesadarannya yg tidak terlihat itu, dan caranya macam-macam. Ada yg mengambil peran dalam agama, ada yg menjadi orang setengah beragama, ada yg memilih untuk keluar dari agama, ada yg netral. Ada yg mengambil filsafat eksitensialisme sebagai medium bagi olah spiritulitasnya, misalnya. Dan itu semuanya sah saja. Semuanya spiritualitas manusia. Termasuk disini atheisme. Atheisme spiritualitas juga karena manusianya tetap punya spirit, tetap memiliki bagian yg tidak terlihat yg disebut roh. Spiritualitas adalah kerohanian, dan ada di semua orang. Spiritualitas dan kesaktian ada di semua orang, walaupun jenisnya berbeda-beda.



T = Apa arti pembunuhan, perampokan, dan tindakan kriminal lainnya bagi agnostik?



J = Setahu saya hal itu harus ditanyakan sendiri ke orangnya masing-masing. Saya tidak bisa mewakili orang agnostik. Yg saya tahu, pembunuhan adalah pembunuhan. Perampokan adalah perampokan. Dan kriminalitas adalah kriminalitas. Masyarakat harus diatur oleh hukum-hukum yg bisa meminimalkan hal-hal seperti itu. Meminimalkan kriminalitas, dan memperbesar kebebasan manusia untuk melakukan hal-hal yg bermanfaat. Yg bermanfaat adalah kebebasan berbicara, kebebasan beragama, kebebasan menikah tanpa diskriminasi berdasarkan agama, kebebasan berserikat, kebebasan untuk memperoleh informasi tanpa dihalang-halangi. Kesempatan untuk kerja, kesempatan untuk melanjutkan pendidikan. Kebebasan dan kesempatan untuk berkiprah positif harus diperluas, dan hal-hal yg negatif seperti pembodohan massal harus dipersempit. Itu hal yg umum, semua negara maju berusaha untuk memaksimalkan kesempatan dan kebebasan bagi manusia. Yg selalu dipersempit adalah kesempatan bagi pembodohan massal, seperti dominasi agama dalam pendidikan.



T = Apa arti menolong dan kebajikan bagi agnostik?



J = Saya tidak tahu, anda harus bertanya sendiri langsung kepada orang agnostik. Yg saya tahu, kita bisa menolong orang lain kalau kita mau. Kalau bisa dan mau, sebab tidak semua orang mau menolong orang lain walaupun bisa. Bencana alam di muka bumi ini terjadi berganti-ganti, tetapi yg maju paling depan memberikan bantuan selalu negara-negara yg mayoritasnya orang sekuler. Negara-negara Barat. Sedangkan negara-negara yg mayoritasnya Islam biasanya tidak terdengar memberikan bantuan.



T = Kebanyakan aliran spiritual mengatakan pengekangkang nafsu jasmani berhubungan dengan pengoptimalan potensi kerohanian, tapi tampaknya anda tak sependapat. Boleh berikan alasannya?



J = Kerohanian yg asli akan muncul setelah manusianya jatuh bangun berjalan dari ekstrim ke ekstrim. Siddharta Gautama telah menjalaninya, hidup dari ekstrim ke ekstrim. Pernah hidup mewah di istana, dan pernah menjadi pertapa miskin juga selama bertahun-tahun. Makanya dia bisa bilang bahwa yg paling bagus itu yg biasa-biasa saja. Tidak ekstrim. Bukan penolakan total terhadap napsu tubuh seperti menahan lapar dan haus, atau menahan hasrat sex, tetapi yg biasa-biasa saja. Kalau lapar, ya makanlah. Makannya biasa saja, tidak usah berlebih-lebihan. Kalau haus, ya minumlah. Minumnya juga biasa saja. Kalau horny, ya ngesexlah. Tidak perlu berlebihan, melainkan biasa-biasa saja.

[Leonardo Rimba Kedua (Notes)]

1 Jun 2013

Kapitalisme

Kapitalisme mungkin didorong oleh sikap hidup hemat dan rasional di masyarakat beragama Protestan. Revolusi Industri mungkin benar dimulai di Inggris. Tetapi industrialisasi dan kapitalisme telah mewabah di satu dunia yg termehek-mehek tidak mengerti. Bingung dan tersendat karena tidak pernah mengalami pergumulan intelektual dan emosional. Perjuangan spiritual lewat perang agama dan diskriminasi. Semuanya pernah dialami oleh masyarakat Barat, baik yg Protestan maupun Katolik. Makanya mereka kebanyakan sekuler sekarang.

Sudah kapok beybeh!

Indonesia belum. Banyak eksponen masyarakat Indonesia yg ingin masuk menjadi pemegang ranking ekonomi dunia lewat jalan agama. Kalau Kristen bisa membawa masyarakat adil makmur dimana-mana, maka agama lainnya so pasti bisa juga. Itu jalan pikirannya. Mungkin benar. Mungkin pula tidak benar. Yg jelas, biaya yg dibayar mahal sekali. Membawa agama untuk ikut industrialisasi sangat melelahkan. Orang harus mempertahankan kepercayaan yg tidak bisa dipertahankan. Sedangkan membangun pabrik dan menerapkan manajemen rasional tidak memerlukan kepercayaan. Cukup metode ilmiah. Dan kejiwaan yg sehat. Tanpa tekan-menekan sebagai ciri khas masyarakat Indonesia.

Yg unik di Indonesia adalah fenomena gereja-gereja etnik. Memang disiapkan oleh para penginjil dari Barat untuk independen dan tidak mengabdi kepada negara asal. Kristen, baik dari jenis Protestan maupun Katolik selalu menekankan local content. Muatan lokal. Menjadi seperti itu lewat pengalaman juga, ratusan tahun melewati konflik tak berkesudahan di Eropa dan dimana-mana. Perang agama membuat manusia jadi bijaksana. Kehilangan kesempatan masuk ke Cina karena keras kepala mengakibatkan gereja Katolik Roma sekarang menjadi toleran terhadap dupa dan upacara manggut-manggut di depan meja altar leluhur orang Cina. Dulu tidak. Dulu kalau mau jadi Katolik harus buang itu tradisi. Akibatnya kesempatan emas hilang lenyap.

Opportunity only knocks once.

Kesempatan cuma mengetuk satu kali saja.

Fenomena gereja-gereja protestan yg sangat individual itu mungkin mencerminkan etika Protestan, yaitu
sikap independen terhadap otoritas. Kenapa? Karena protestan gampang sekali bikin denominasi baru.
Kalau anda seorang pendeta yg tidak puas dengan organisasi gereja anda sekarang, maka anda bisa
memisahkan diri. Bersama pengikut anda, anda bisa mendirikan denominasi baru. Nama gereja yg baru.
Bisa bikin jemaat baru, organisasi baru, dsb. Protestan tidak pernah meributkan yg begituan. Kalau mau
berpisah, ya berpisahlah, jalan masing-masing.

And yes, Kristen bermacam-macam, dari yg paling konservatif sampai yg paling liberal. Kristen tidak
kenal praktek kafir-mengkafirkan, dan paling jauh cuma pakai istilah sesat. Di luar verbal abuse seperti
perkataan sesat itu, Kristen boleh bilang sudah menyerahkan segalanya kepada individu masing-masing.
Keputusan dibuat oleh para individu. Bahkan mungkin kata sesat tidak sekerap itu lagi digunakan. Lebih umum dikenal istilah sekte. Sekte artinya pecahan. Bukan berarti tidak berhak hidup. Apapun pilihan yg diambil, orang tetap bisa hidup. Sekte apapun merupakan urusan orang.

Pendeta dan para imam bisa khotbah sampai serak, tapi keputusan tetap di tangan tiap orang. Tidak ada syariat yg harus dipatuhi, selain seruan agar memperlakukan orang lain seperti kita ingin diperlakukan. Kalau ingin disayang, maka kita harus sayang sama orang lain.

Tangan Joko jalan sendiri sekarang. I am now doing automatic writing. Ya benar, teologi pembebasan yg
dulu haram jadah sekarang mungkin telah menjadi mainstream. Kalau dengar atau baca khotbah para romo Katolik, kita akan langsung tahu bahwa latar belakang pemikirannya adalah teologi pembebasan. Tidak totok tapi sudah sinthesis. Campuran. Yg ditekankan adalah karya nyata membantu orang miskin agar bisa keluar dari kemiskinan mereka. Protestan juga seperti itu. Yg masih mementingkan iman cuma aliran-aliran Kristen injili seperti Pentakosta. Pedahal mungkin ajarannya tidak benar-benar berdasarkan injil. Mana ada injil yg mengajarkan menarik 10% dari penghasilan orang dengan alasan buat Allah?

Pentakosta dan berbagai Kristen emosional lainnya umumnya berasal dari AS. Relatif baru. Masih berapi-api untuk memenangkan jiwa-jiwa bagi Yesus. Kalau tidak dimenangkan bagi Yesus maka akan jatuh ke tangan Setan. Kurang lebih seperti itu jalan pemikirannya.

Katolik dan Protestan yg dewasa tidak seperti itu. Mereka tahu bahwa agama cuma jalan spiritual. Ada dogma. Tetapi dogma atau ajaran yg tidak boleh dipertanyakan juga tidak muncul begitu saja. Dogma dibuat. Dibuatnya berdasarkan ayat-ayat. Pada gilirannya, ayat-ayat juga dibuat. Dibuat oleh manusia yg memiliki pengalaman spiritual. Bergumul dengan dirinya sendiri, dan bayangannya yg disebut Allah.

Cuma tentang sang diri dan teman dialognya yg dinamakan Allah.

Antara Ego dan Allah.

(Joko T.)

Guru Mursyidnya Joko adalah Syekh Abdul Qadir Jaelani

Ada malaikat datang ke hadapan Joko Tingtong, dan bertanya: Apa arti tanggung-jawab dalam kehidupanmu?



Joko jawab: Tanya itu kepada diri anda sendiri. Kalau anda bertanya kepada saya, maka segalanya akan terbalik. Kehidupan saya adalah kehidupan saya sendiri, dan tidak ada urusannya dengan anda. Tangung-jawab dalam kehidupan anda harus anda tanyakan kepada diri anda sendiri.



Sang malaikat melanjutkan bertanya: Apa saja yang harus dipertanggung-jawabkan dalam kehidupan ini?



Joko jawab: Tanya itu juga kepada diri anda sendiri. Apa saja yg harus anda pertanggung-jawabkan dalam kehidupan ini ditentukan oleh anda sendiri. Kalau anda mau bertanggung-jawab kepada Allah, maka itu merupakan urusan anda sendiri. Kepada Allah jenis apapun juga tergantung anda sendiri.



Pertanyaan berikut: Apakah setiap manusia harus memikul tanggung-jawab yang sama?



Jawab Joko: Setahu saya tidak sama karena kita terutama berbicara tentang domain pribadi disini. Dan apa saja yg ingin anda masukkan ke dalam konsep anda tentang tanggung-jawab diri anda haruslah anda sendiri yg menentukan. Mungkin seharusnya anda menggunakan istilah pertangung-jawaban dan bukan tanggung jawab. Pertanggung-jawaban adalah accountability dalam bahasa Inggris, dan biasanya itu diartikan sebagai pertanggung-jawaban terhadap Allah, terhadap masyarakat, terhadap diri pribadi.



Pertanggung-jawaban seperti itu harus diputuskan oleh kita sendiri juga, sampai sejauh mana kita mau bilang bahwa kita bertanggung-jawab (accountable). Tetapi tentu saja pengertian seperti yg Joko peroleh tidak muncul dalam semalam. Ada berbagai macam cara memahami ketuhanan dan turunannya berupa rasa tanggung-jawab pribadi, salah satunya melalui laku disiplin menggunakan berbagai macam amalan untuk wirid. Syekh Abdul Qadir Jaelani muncul di hadapan Joko bertahun-tahun lalu ketika dia wirid menggunakan tasbih 99 biji. Kalau mau disebut mursyid saya, that's him, kata Joko.



Guru mursyidnya Joko adalah Syekh Abdul Qadir Jaelani.



Tapi wajahnya ramah sekali dan tubuhnya besar, pakaian dan tutup kepalanya serba putih. Jadi tidak seperti yg diperlihatkan dalam gambar yg banyak dipajang itu.



Mulanya Joko kaget sekali ketika penglihatan itu muncul ketika dirinya sedang wirid. Joko pikir, kok ada bule tiba-tiba muncul di hadapan saya? Karena saat itu Joko menggunakan amalan yg dipercaya berasal dari Syekh Abdul Qadir, akhirnya Joko bilang bahwa itu Syekh Abdul Qadir Jaelani.



Bisa saja itu orang lain, mungkin Hamzah Fansuri dari Aceh. Alirannya kurang lebih sama. Dan sama juga dengan aliran para sufi lainnya seperti Al Hallaj dan Syekh Siti Jenar.



Yg penting, kita akhirnya sadar bahwa dzat yg dihebohkan itu ternyata cuma kesadaran yg ada di diri kita sendiri saja. Dzat itu kesadaran saya, kesadaran anda, dan kesadaran siapapun yg mau menerima bahwa dirinya merupakan bagian dari All That Is. Atau Allah.



Tidak usah takut dengan apa yg muncul tiba-tiba ketika sedang wirid. Latar-belakang saya wirid, kata Joko Tingtong, sampai sekarang saya masih pakai Al Fatihah walaupun tidak menggunakan tasbih lagi. Saya bilang saya meditasi, pedahal yg saya lakukan wirid juga.



Tetapi sekarang saya tahu di mana kiblat yg asli itu, yaitu di Cakra Mata Ketiga. Kita cukup melihat ke arah 45 derajat ke atas, dengan mata terpejam atau setengah terpejam. Dan ternyata kiblat itulah yg tidak pernah diajarkan oleh para mursyid secara langsung. Kita harus menjalani laku wirid atau meditasi dengan tekun sampai bisa menemukan titik kiblat yg pas.



Saya dapat sendiri titik itu setelah bertemu dengan berbagai mursyid, termasuk Dewa Ganesha yg muncul tiba-tiba di hadapan saya sebelum penampakan yg saya sebut sebagai Syekh Abdul Qadir. Ganesha dan Syekh Abdul Qadir munculnya di depan saya. Yg munculnya di atas kepala saya justru seorang bodhisatva, namanya Dewi Kuan Im. Ini semua simbol saja, bisa diartikan juga asal kita tidak takut.



Semuanya manifestasi dari All That Is. Allah.



Terakhir muncul Yesus, sehabis Joko pulang menghadiri ceramah tentang Syekh Siti Jenar di tempat Achmad Chodjim. Semuanya simbol saja, tidak usah takut. Mereka cuma simbol saja, simbol dari kesadaran yg ada di diri kita juga.

Dan karena ini hari tanggal 1 Juni 2013 adalah hari lahir Pancasila, maka Joko menubuahkan kata-kata berikut, semoga bisa dimengerti:

Ideologi Pancasila bukanlah buatan Sukarno, melainkan hasil rekayasa Orde Baru. Ideologi Pancasila adalah ideologi fascist rejim ekstrim kanan Orde Baru. Segila-gilanya Sukarno, tidak pernah gila Pancasila. Dan itu Sultan Hamid dari Pontianak yg merancang simbol Garuda Pancasila adalah seorang liberal. Berpendidikan Belanda, beristrikan perempuan Belanda, dan anak-anaknya sekarang tinggal di Belanda. Kalau anda cinta Pancasila, kembalilah kepada Pancasila yg asli. Seperti dikonsepkan oleh Sukarno dan divisualisasikan oleh Sultan Hamid. Dua orang ini membawa Pancasila masuk ke dalam alam bawah sadar bangsa Indonesia. Pancasila adalah kemampuan berpikir bebas, sama sekali tidak fascist, melainkan cenderung kiri dalam sikap politik. Kiri artinya revolusioner, yg diseimbangkan dengan kanan atau konservatisme Belanda. Sukarno beraliran kiri, dan Sultan Hamid beraliran kanan.

Bukan komunis, itu jelas. Dan bukan pula fascist seperti Orde Baru.

Joko Tingtong lahir di Jakarta, keturunan Sulawesi, tapi lebih merasa jadi orang Jawa. Orang Sulawesi kan jarang. Bisa dimengerti bicaranya, dengan aksen khas seperti Abraham Samad, ketua KPK. Joko bilang, itu ketua KPK kok seperti kakek saya? Nama kakek saya juga Abraham. Tembak langsung dari Poso, Sulawesi Tengah.

Di Poso ada yg namanya Jembatan Tentena, salah satu jembatan antik di Indonesia, total terbuat dari kayu, panjang sekali, entah berapa ratus meter, berdiri di atas danau ketiga terbesar di Indonesia, yaitu Danau Poso. Jembatan ini arsiteknya kakek buyut saya, kata Joko. Menikah dengan nenek buyut saya yg namanya Halimah. Lalu mereka jadi Kristen, bikin heboh satu Poso.

Mungkin atas saran orang Belanda, nama nenek buyut Joko diganti menjadi Caroline. Meninggal di Jawa, tidak berani pulang ke Poso. Kakek buyut Joko pulang, meninggal disana, dan berpesan agar dimasukkan tanah untuk bantal di dalam peti matinya, sebagai pengakuan bahwa dirinya pernah menjadi Muslim. Penduduk Poso memang fifty-fifty antara Kristen dan Islam. Di satu keluarga, ada yg Kristen dan ada yg Islam. Bisa pindah agama seperti buyut Joko. Membuat skandal yes, tapi bukan kerusuhan. Setahu Joko orang Poso tidak fanatik, masih banyak yg percaya takhayul, ilmu nenek-moyang. Baik Kristen maupun Islam sama-sama pegang ilmu leluhur. Cuma jadi runyam akhir-akhir ini saja, karena ada orang luar masuk dan memprovokasi.

It's too bad!

Menurut Joko Tingtong, yg jadi pertimbangan untuk menyulut Poso adalah komposisi penduduk. Kalau komposisinya separuh-separuh antara Kristen dan Islam, maka bisa disulut. Disulut dan dikobarkan menjadi api. Yg komposisinya fifty-fifty cuma ada dua kota di Indonesia, yaitu Ambon dan Poso. Tidak ada sumber daya alam yg diperebutkan di Poso. Mereka masih miskin. Kakek buyut Joko masih mending dulu, dididik dan disekolahkan oleh Belanda sampai ke Singapore; termasuk yg paling berpendidikan saat itu sehingga bisa membangun Jembatan Tentena. Orang kira itu buatan Belanda, pedahal arsiteknya pribumi. Aslinya orang Gorontalo, mungkin yg asli Poso nenek buyut Joko. Konon bergaulnya dengan orang-orang di Kampung Arab di Poso. Mungkin nenek buyut saya keturunan Arab, kata Joko Tingtong.

Who cares? Saya keturunan macam-macam.

{Leonardo Rimba Kedua (Notes)}