11 Okt 2014

calon murid dan calon guru

T: slamat siang

S: siang

T: boleh mnt petunjuk konsultasi ttg meditasi ?

S: boleh. kalau bisa saya jawab akan saya jawab. blm tentu tau juga.

T: Saya seorang yg akhir2 ini terasa ada panggilan untuk mengenal lebih dekat dgn spiritualitas atau supranaturalitas atau apalah namanya....asal bukan agama dengan dogma2nya yang terasa tdk praktikal dan tdk nyambung **versi saya.
Membaca artikel dan blog ibu mengenai meditasi dsb itu...sy tergelitik utk bertanya lbh mendetail ttg meditasi tsb.
Dengan penjabaran ttg letak dan teknik meditasi tsb...cakra, teknis, dsb...artinya meditasi bisa dipelajari semua orang...asal dengan cara yang benar dan panduan pembimbing yg berpengalaman, bukan tidak mungkin cakra mahkota bisa terbuka, dsb.
namun pertanyaan saya adalah....
apakah ada hubungannya antara mendalami meditasi, pencapaian hasil meditasi, atau hingga mengerti dimensi, getaran, vibrasi dsb tsb dengan siklus manusia.....lahir hidup sakit dan mati?
apabila pertanyaan dasar setiap manusia....kemana kita setelah mati masih juga tidak terjawab...bukankah mendalami meditasi, pencapaian dsb tsb.....hanya sekedar seperti hobi yg bermacam macam bentuknya....ada yg hobi basket, renang, memecahkan rekor dsb....tapi pada saatnya....mati tinggal rekornya saja :P
bukan bermaksud mencobai atau mengetes ya bu.....hanya pertanyaan dasar yang megharapkan jawaban sebenarnya saja...
 

S: diperlakukan spt hobi boleh saja kalau suka. kalau ngga suka ngga meditasi juga gpp.
 

T: hmm....
 

S: ngga ada yg maksa.
 

T: bener bu...
hanya bertanya krn takut kesasar...harapanya hanya pengen menemukan org yg tau jalan itu :)
 

S: memangnya kira-kira bisa kesasar kemana?
 

T: muter2 aja ditempat bu...takutnya...
 

S: kalau suka muter-muter ditempat juga gpp,memangnya ada yg rugi kalau kita muter-muter sendiri.
waktu meditasi whirling/muter ala sufi, saya kuat muter sekitar 1 jam.
 

T: hmmm....kalo mnrt saya sih ya rugi bu...berarti melakukan sesuatu tnp tujuan :D
 

S: kalau merasa rugi, ya jangan muter, gitu aja kok repot.
 

T: ya betul juga ya
 

S: kira-kira tujuanmu mendalami spiritual/meditasi, untuk apa?
 

T: ya yg sy tulis di atas tadi bu :)
spiritualis...supranaturalis...paranormalis..apapun sebutanya....versus agama yg menjanjikan surga dengan perbuatan baik saja. agama sy juga menganjurkan meditasi...tp sayang ga ada pembimbing yg meyakinkan :P
 

S: cuma ingin jawaban kemana kita setelah mati ?
  mesti mati dulu deh, kayaknya.
 

T: yap....dan hubungannya dgn lelaku skrg
haha kan
 

S:tapi ngga usah dicari mati itu, nanti juga pasti mati.
 

T: ya iya lah...alien dong kalo ngga :P
belajar basket dengan ahlinya....tujuannya jelas. belajar renang juga sama....meditasi dan spiritual kan mestinya sama juga? kalo pelatihnya ga bisa menunjukkan kompetensinya kan jadi waste time dong
makasi bu waktunya :)


(Nengah H.) 

 sumber gambar :
howtoraiseyourvibration.blogspot.com

10 Okt 2014

Dapat Penglihatan Apa?

Sebagai pejalan spiritual anda tidak diharamkan untuk berpikir dan mengambil kesimpulan sendiri. Dilanjutkan dengan membuat resolusi supaya bumi semakin penuh rahmat. Kalau anda menemukan banyak diskriminasi berdasarkan SARA yg dipraktekkan di Indonesia, maka diharapkan anda tidak berdoa saja. Melainkan turut bersuara. Kicauan anda muncul di Twitter. Memenuhi facebook. Dan Tuhan akhirnya menoleh. Kenapa ada agama kelas VIP dan agama kelas kambing? Bukankah semuanya umatku? Kenapa ada pribumi dan non pribumi? Bukankah mereka semua pribadi yg ada di bumi ciptaanku? Begitu Tuhan bertanya-tanya sambil mencari siapa biang keroknya. Ternyata disinyalir pemerintah RI. Oh, kalau itu bahkan Setan saja belum tentu bisa dikirim untuk meluruskan, kata Tuhan. Harus dikirim Raja Setan. Rajanya para Setan yg tetap mematuhi Tuhan. Tidak seperti pemerintah kita. Membatasi agama ciptaan Tuhan hanya sebanyak 5 saja. Seolah-olah Tuhan bermain-main menciptakan agama. Kalau Tuhan saja dilawan apalagi Setan? Walhasil Tuhan putus asa. Dan menyerahkan semuanya kepada keputusan DPR. Harus dibahas dulu karena biarpun Tuhan tidak bisa sembarangan disini. Politik uang berlaku. Anda mau pesan hukum apa? Ada tarifnya. Dan Tuhan menghitung-hitung duitnya. Masih dihitung.

Orang Indonesia ini lucu karena punya istilah berdoa menurut agama masing-masing. Dalam bahasa Inggris tidak dikenal istilah itu. Kalau berdoa bersama, ya langsung berdoa saja. Menurut agama yg membawakan doa. Setelah itu semuanya tinggal bilang amin. Jadi, tidak ada masalah doa dibuka dan dibawakan menurut agama apa saja, karena orang juga bisa menutupnya menurut agama apa saja. Doa ada pembuka dan penutupnya. Bisa dibuka tutup seperti panci. Begitu pengalaman saya. Menurut saya yg langsung itu lebih sopan dibandingkan pakai seruan berdoa menurut agama masing-masing. Seolah-olah manusia terkotakkan oleh agama. Padahal tidak begitu. Anda mau pakai doa yg berasal dari agama apapun rasanya sama saja. Buat saya rasanya sama saja. Buat anda pastinya rasanya sama juga. Alias tidak ada rasa apa-apa. Anda bisa coba, karena khasiat doa bukan datang dari tradisi agama atau kepercayaan apapun, melainkan dari menyambungnya kesadaran anda dengan alam semesta besar. Pikiran anda alam semesta kecil. Dan ada alam semesta besar yg tak terhingga. Anda tidak bisa bilang itu apa walaupun anda tetap saja bandel. Anda bilang namanya Allah. Dan saya tidak keberatan asal anda tidak memaksakan itu nama. Urusan masing-masing. Kalau anda memaksa artinya anda jatuh ke dalam dosa. Bukan lucu lagi tapi tidak punya sopan santun. Dalam skala internasional, Indonesia termasuk yg tidak punya etiket kesopanan. Kita biasa memaksa dan dipaksa. Ciri masyarakat setengah matang. Masyarakat dewasa tidak lagi pakai pemaksaan.

Ada bodhisatva, ada satva langka. Kelihatannya satva atau satwa yg dimaksud berarti makhluk. Makhluk berbudi, bodhisatva. Sedangkan makhluk dilindungi disebut satva langka. Tapi manusia Indonesia akan marah kalau disebut satwa, karena pengertiannya sudah bergeser. Sekarang satwa dianggap hewan. Dan manusia merasa dirinya bukan lagi hewan. Yg juga patut dipertanyakan. Menurut saya, sampai kapanpun manusia tetap saja satwa atau makhluk. Artinya diciptakan oleh orang tuanya. Satwa menciptakan satwa. Kalau akhirnya berbudi atau menjadi bodhisatva, maka itu soal lain. Bukan dengan mendebat praktek orang, tapi langsung praktek saja. Buat apa memperdebatkan apa yg orang lain perbuat dengan hidupnya sendiri? Kalau dia masuk neraka, apa anda diajak juga? Yg kita diskusikan bukanlah praktek pribadi orang. Kepercayaan pribadi orang. Itu semua urusan masing-masing. Namanya sistem kepercayaan, yaitu apa yg anda percayai sebagai benar.

Apa yg muncul dalam penglihatan anda tatkala meditasi sehakekat dengan apa yg muncul dalam mimpi anda. Semuanya simbolik, bisa diartikan karena cuma ada beberapa jenisnya. Yg ragamnya tak terkira adalah penokohan. Masih cukup banyak warga Indonesia memperoleh simbol tokoh-tokoh wayang, atau penokohan gaya Timur Tengah. Atau Cina. Atau India. Jarang yg Barat atau bule. Semuanya tentu saja berkaitan dengan apa yg anda percayai. Kalau anda percaya dan masih hidup dalam alam imajiner tradisional, maka penokohan alam pikiran anda juga tradisional. Seperti di film sejarah. Kalau sudah paska modern seperti saya, maka yg muncul biasa saja. Saya perhatikan, ternyata mimpi-mimpi saya tidak berisikan orang-orang suci. Bersih seperti habis dicuci di sungai Gangga. Atau kotor seperti habis direndam di kali Ciliwung. Tidak pernah. Walaupun saya tahu Gangga dan Ciliwung mungkin sama kotornya. Penglihatan dan mimpi saya isinya simbol biasa saja. Seperti kejadian sehari-hari. Atau perabotan sehari-hari. Ada maknanya. Dan selalu saya kaitkan dengan apa yg sedang saya pikirkan. Kalau saya sedang menyambungkan energi pikiran saya ke gedung DPR, maka simbol yg muncul di mimpi saya pastilah jawabannya. Begitulah asal-muasal penerawangan saya tentang DPR kita.

oleh Leonardo R.



17 Agu 2014

Unakite



crystal-cure.com:
Unakite, also called epidote, derives its name from the Greek epidosis, meaning "growing together". It is a combination of red jasper and green epidote solidly bound together. From this we get the meaning that what comes together belongs together.
Unakite is said to lift your spirits when you are feeling down - this is the gemstone to help you to see the beauty in life. It is also used to uncover deception.

13 Agu 2014

fluorite

https://crystal-cure.com/flourite.html :
Formerly called fluorspar, fluorite has a wide range of colors including yellow, blue, pink purple and green. It is an interesting and beautiful stone because often more than one color occurs in a single stone. The ancient Egyptians used flourite to carve statues and scarabs, the Chinese have used it in carvings for over 300 years.
Fluorite is said to absorb and neutralize negative vibrations. It makes one more receptive to the vibrations of other stones.
Fluorite is known as the "Genius Stone".
  • increases concentration
  • helps in decision-making
Fluorite may be used with other stones. It helps to open the way for the power of other stones to be effective. It can be used as a meditation stone to help energize the body and raise the power of concentration.
Locations where fluorite is found include Canada, USA, South Africa, Thailand, Peru, Mexico, China, Poland, Hungary, Czechoslovakia, Norway, England, and Germany.

11 Agu 2014

agate



meanings.crystalsandjewelry.com/agate :

Crystal Meanings of Agate

Keywords: Protection, Strength, Harmony
The  Metaphysical and Healing Properties Lore of any specific type of  agate depend to some extent on the color of the agate, but all agates have certain things in common.
Agate enhances creativity and strengthens the intellect, making it a beneficial stone for both students and artists. It is also known as a good luck stone. As a stone of harmony, one of the things agate does is balance yin/yang energy. Agate increases energy. However, because it is a grounding stone, it does not increase energy at all times, but rather enables bursts of energy as needed. In this way, agate is a conservation stone,  and enhances longevity.
Emotionally, agate gives courage, emotional strength, self-confidence, and dispels fears. It can also lessen feelings of envy by grounding the emotions. In the same way, it assists with acceptance of all things. It can be very beneficial for self-examination as well as examination of the circumstances one finds oneself in. These qualities make agate superior for easing anxiety and stress.
Because of the harmonizing qualities of agate, and its emotional energies of removing and releasing resentments and bitterness, it is also considered by many to be an excellent stone for helping to heal and improve relationships.
Agate can cleanse and stabilize the aura by removing and/or transforming negative energy.
Agate is said to strengthen the body and the body's connection to the earth.
Chakras: All  agates can remove blockages from any chakra. Agate also relates  to specific chakras according to the stone color.
Rock Lore & Tidbits: Agate is a variety of chalcedony which is a microcrystalline quartz. Agate is a more translucent microcrystalline quartz and technically is striped, though many stones named agates are not striped, whereas jasper is more opaque. There are many, many different types of agates in many different color combinations, and they are found all over the world. Different types are known fr different appearances and/or properties.

Tidak menyembah Alkitab.


Setahu Joko Tingtong, sejarah masuknya agama Kristen tidak ada di buku pelajaran sekolah di Indonesia. Joko bisa menuliskan secara umum, bahwa semasa VOC berkuasa, sampai tahun 1799, tidak ada penginjilan oleh orang Belanda. Orang Portugis melakukan penginjilan Katolik di wilayah mereka di Flores dan Timor. Katolik tidak boleh masuk di wilayah yg dikuasai VOC di Batavia, Ambon dan Melaka. Belanda saat itu fanatik Protestan, dan selalu curiga dengan orang Katolik yg sifatnya subversif, berorientasi ke Roma. Pengkoordinasian penginjilan oleh orang Belanda mulai dilakukan sejak Hindia Belanda diperintah langsung, yaitu sejak VOC bubar. Mulai tahun 1800. Sejak itu Katolik diijinkan untuk masuk, dengan badan keagamaan mereka sendiri, yg lalu berevolusi menjadi MAWI dan sekarang KWI. Yg semi-resmi atau diawasi langsung oleh pemerintah Hindia Belanda cuma koordinasi penginjilan Protestan. Di wilayah-wilayah yg beragama asli leluhur: yaitu di Maluku Selatan, Minahasa, Papua, Sumatra Utara, Kalimantan, Sulawesi Tengah, Timor. Koordinator penginjilan Protestan ini kemudian berdiri sendiri, menjadi independen di tahun 1920-an, lepas dari kendali pemerintah. Sebagai suatu organisasi, mereka cuma koordinator, dan mendorong masyarakat lokal untuk membentuk organisasi gereja sendiri. Terbentuklah Gereja Protestan Maluku, Gereja Masehi Injili Minahasa, Gereja Kristen Jawi Wetan, Gereja Pasundan, Gereja Protestan Sumba, HKBP (Gereja Batak), GPIB, GKI, dan banyak lagi. Koordinatornya ini, yg tadinya disebut GPI kemudian berubah nama menjadi DGI, dan sekarang PGI. Asal-usulnya dari tahun 1800-an.

Bapak tirinya Joko Tingtong berada di urutan ketiga dalam angkatan pertama sekolah pendeta Protestan yg dibuka Belanda di Indonesia, di tahun 1930-an. Nomor urut ketiga di sekolah teologi pertama. Utusan dari Gereja Protestan Maluku. Yg satu angkatan dengannya menjadi Ketua DGI pertama, atau MUI-nya orang Protestan. DGI, singkatan dari Dewan Gereja-Gereja Indonesia, yg sekarang berubah nama menjadi PGI, atau Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia, jauh lebih tua usianya dibandingkan MUI. Asal-usulnya dari tahun 1800-an. Dan baru membuka sekolah pendeta di tahun 1930-an. Pendeta-pendeta yg dididik merupakan kiriman dari gereja-gereja lokal, seperti gereja Maluku, gereja Batak, gereja Papua, gereja Kalimantan, gereja Minahasa, gereja Pasundan. Memang semuanya gereja-gereja etnik, aslinya beribadah dalam bahasa daerah. Bukan bahasa Belanda. Sampai sekarang sebagian masih pakai bahasa daerah untuk ibadah, dan bahasa Indonesia tentu saja. Itu sekolah pendeta sekarang namanya STT (Sekolah Tinggi Teologia), di Jl. Proklamasi, Jakarta Pusat. Generasi pertamanya berasal dari tahun 1930-an, dan langsung mengambil alih semua kepemimpinan gereja lokal ketika orang-orang Belanda pulang. Semua ditinggal begitu saja, karena memang sudah dipersiapkan untuk mandiri. Konon bapak tirinya Joko Tingtong menerima pengalihan GPIB dari tangan Belanda. Ini gereja Protestan yg mungkin paling kaya, punya banyak gedung bersejarah, termasuk Gereja Immanuel, yg letaknya di sebelah Katedral Jakarta dan Masjid Istiqlal.
Menurut kisah dari bapak tirinya, mahasiswa-mahasiswa dari seluruh Hindia Belanda yg masuk ke sekolah pendeta itu dapat perpeloncoan yg sangat sadis dari dosen-dosen orang Belanda. Disitu mereka disuruh menendang-nendang Bijbel atau Alkitab. Kitab suci orang Kristen. Ditendang kesana kemari di atas lantai, seperti main bola. Diinjak-injak, dilempar, dibanting. Semua schock. Maklumlah karena asalnya dari kampung. Dan dosen-dosen Belanda tertawa terbahak-bahak melihat itu, ternyata para profesor pengajar agama Kristen itu sama sekali tidak menghargai benda mati yg disebut Alkitab. Dibanting, dilempar dan diinjak. Mereka bilang, yg penting isinya. Ada di dalam pikiran manusia, kesadaran manusia, dan bukan di benda mati. Bukan di itu kitab yg bisa dibuang, walaupun namanya Alkitab. Kitab mati, tidak ada harganya. Yg berharga manusianya. Itu ajaran Kristen. Tidak menyembah Alkitab.Sayangnya, setelah setengah abad Belanda hengkang dari Indonesia, umat Kristen makin lama makin menjadi konservatif. Belanda liberal, agamanya juga. Mementingkan hakekat, dan bukan kulit. Yg penting praktek, tindakan nyata, dan bukan slogan. Umat Kristen yg sekarang mungkin sudah lupa ajaran Belanda. Sekarang orang condong melihat kulit, melupakan isi. Menyembah-nyembah ulama, ingin dibilang beriman dan bertakwa. Konyol sekali. Joko Tingtong tidak begitu, sama sekali tidak takut dengan ulama Kristen. Mereka sama saja dengan kita, kata Joko. Manusia biasa, tidak ada bedanya dengan anda dan saya. Ulama Kristen tugasnya adalah melayani umat, dan bukan untuk dilayani. Mungkin itu ciri utamanya, beda dengan di agama-agama lain. Harusnya Kristen yg paling maju, tetapi Kekristenan di Indonesia relatif terbelakang. Umatnya berpikir Kristen punya syariat begini begitu. Pedahal Kristen tidak pakai syariat. Bahkan tidak mensyariatkan doa dan puasa. Tidak mensyariatkan amal. Kalaupun ada, namanya ajaran gereja, seperti di gereja Katolik. Tetapi itu bukan syariat. Ajaran thok. Boleh diikuti kalau mau. Kalau tidak mau, gereja tidak bisa memaksa. Agama Kristen tidak mengenal pemaksaan.Ada perbedaan antara Kristen Protestan yg dibawa dari Eropa dengan Kristen dari Amerika Serikat. Yg sering anda lihat berteriak-teriak Yesus itu aliran Pentakosta atau Karismatik, asalnya dari Amerika. Di jaman Belanda belum ada, dan mulai masuk ke Indonesia di tahun 1970-an. Mereka yg paling rajin melakukan penginjilan. Menurut Joko bukan penginjilan di daerah terpencil seperti pedalaman Kalimantan atau Papua, melainkan penginjilan di kota-kota besar. Sasarannya adalah keturunan Cina yg, mungkin, sudah separuhnya dikristenkan saat ini. Aslinya beragama Tao atau Buddha, tetapi sekarang separuhnya sudah jadi Kristen. Protestan dan Katolik, kalau mengikuti paradigma masa lalu. Dan ditambah dengan aliran Karismatik atau Pentakosta kalau mengikuti paradigma sekarang. Karismatik itu Protestan juga, tetapi cenderung fundamentalis. Banyak ngawurnya, terutama dalam hal pengelolaan keuangan. Tetapi umatnya sudah kena hipnotis. Joko tidak suka yg model begitu. Ikut Yesus kok jadi bodoh? Seolah-olah Yesus menyuruh orang untuk kasih 10% dari penghasilan ke pendeta. Itu bukan ajaran Yesus.

"Gold, Gospel and Glory" merupakan semboyan Spanyol dan Portugal. Wilayah koloni mereka selalu dikristenkan, seperti bisa dilihat di Philipina, Mexico dan seluruh Amerika Latin. Mereka Katolik. Belanda dan Inggris tidak seperti itu, mereka Protestan. Di masa lalu, Protestan lebih tercerahkan dibandingkan orang Katolik. Caranya juga lebih manusiawi. Spanyol dan Portugal kejam sekali karena, maklumlah, langsung lepas kendali setelah bebas dari penjajahan Arab selama 800 tahun. Ini semuanya sejarah, tanpa perlu bilang salah atau benar. Ada yg benar dan dibilang salah, dan ada salah yg dibilang benar. Urusan orang, kata Joko. Yg penting saya bebas mengamati.
 
(LR notes)

buang sial


T = Beberapa bulan terakhir ini saya selalu mengalami hal-hal yg menurut saya sial, kenapa ya?
Saya pernah melihat sosok orang tua berbaju serba putih saat memejamkan mata. Siapa itu?
J = Anda melihat simbol diri anda sendiri yg kurang terlalu menyukai dunia ini dengan alasannya sendiri. Karena dia kurang suka, anda merasakan kesialan. Gejala seperti itu bisa dibalikkan dengan cukup mudah apabila anda mau menggunakan kembali hal-hal yg sudah anda singkirkan. Dulu pernah pakai apa? Sekarang pakai lagi yg dulu itu, sampai gejala kesialan menghilang dari hidup anda.
Anda terpengaruh oleh alam bawah sadar anda yg sudah terprogram tentang benar dan salah.
Kalau alam bawah sadar anda bilang benar, maka anda merasa beruntung. Kalau alam bawah sadar anda bilang tidak benar, anda merasa sial. Yg orang tidak tahu, bahkan alam bawah sadar diprogram dari alam sadar. Kalau anda mau hidup biasa saja dan menikmati, tanpa disiksa oleh figur dari alam bawah sadar anda, maka anda harus melakukan sesuatu yg menyatakan bahwa sekarang anda bebas, dan tidak tergantung dari figur itu lagi.
Jelasnya, saya sarankan anda untuk buang kepercayaan yg membuat anda merasa sial. Kalau anda sudah tidak percaya, tunjukkan secara fisik anda tidak percaya. Maka kesialan akan hilang dari hidup anda. Kalau anda setengah-setengah, kesialan akan semakin bertambah sampai anda lepas segala-galanya. Akhirnya mau tidak mau anda lepaskan, tidak ada cara lain lagi.
Anda berubah dulu, terserah berubahnya bagaimana, lalu perhatikanlah. Orang-orang pasti akan berubah menghadapi anda. Kalau anda berubah, mereka berubah. Kalau anda tidak berubah, mereka tetap akan seperti itu. Begitu prinsipnya. Anda harus berubah menjadi orang yg lain sama sekali. Bukan anda yg sekarang, bukan anda yg dulu. Bukan menjadi seperti orang yg anda kenal. Pola berpikir dan tingkah laku tidak terhitung. Tinggal pilih saja. Bisa eksperimen juga.
Lihat yg mana yg paling efektif.
Anda harus menjadi diri anda sendiri. Tapi diri anda yg seperti apa? Kalau anda bahagia dengan diri anda yg sekarang, teruskanlah. Kalau tidak bahagia, berubahlah. Kalau tidak mau berubah, resikonya tanggung sendiri. Beban atau konsekwensi dari pilihan apapun selalu ditanggung oleh diri kita sendiri. Kalau merasa terlalu berat, maka kita bisa berubah. Bukan menjadi manusia palsu, tetapi semakin menjadi diri sendiri. Semakin lama semakin menjadi diri sendiri yg asli. Itu juga kalau mau. Kalau tidak mau berubah tidak ada yg paksa.
Dasarnya kita semua roh, tidak mempunyai jasad fisik. Jasad fisik ini simbol saja. Kalau gelombang otak kita aktif, maka gambaran kita bisa diproyeksikan ke tempat lain, baik secara sadar maupun tidak. Dan mereka yg berfrekwensi gelombang otak sama akan bisa melihat.
Melihatnya di dalam pikiran mereka saja, secara fisik tidak ada.

(notes LR)